
Malam ini Kevin akan menjemputku di apartemen. Dua hari yang lalu dia tiba-tiba menawariku membelikan mobil baru. Aku sudah menolak tapi dia bersikeras. Dia bilang lebih baik aku punya mobil sendiri daripada pinjem ke Yeni.
Begitulah katanya ya sudah akhirnya aku menurut saja toh menguntungkan juga sih buatku.
Centing..!!
Suara notif whatsapp berbunyi tertera nama Kevin di situ.
"Aku sudah diparkiran apartemen sayang, aku enggak masuk yaa aku tunggu disini."
Begitu membaca whatsappnya aku langsung bersiap diri menyusulnya.
"Mas kevin udah datang mba?" tanya Yeni padaku.
"Udah Yen, aku berangkat dulu ya!" jawabku padanya.
"Loh kok enggak masuk aja ke apartemen, emang dia di mana?" tanya Yeni.
"Dia nunggu diparkiran bawah."
"Ya udah hati-hati ya mbak," kata Yeni padaku.
"Iyaa yen."
Aku segera berjalan dan menuruni lift menemui Kevin.
"Halo sayang kamu cantik hari ini," sambut Kevin saat aku masuk ke mobilnya.
Hari ini tepat sebulan hubunganku dengannya.
Kevin enggak pernah menyentuhku, jangankan menyentuh menciumku aja belum pernah.
Aku bersyukur akan hal itu.
Kevin termasuk pria yang enggak banyak bicara, dan dia selalu peka. Tanpa aku bilang dia selalu paham aku butuh apa, dia sangat mengerti aku.
Entahlah apakah semua pria beristri memang sangat perhatian seperti itu, terkadang ada rasa iba kepada istrinya. Keadaan itu seperti diriku yang dulu begitu menyedihkan.
"Sayang mau beli mobil apa ? Jangan mahal dulu ya, soalnya uangku masih belum cair. Sementara beli mobil yang murah dulu aja ya, yang penting kan ada kendaraan." ( sambil menyetir )
"Mobil murah itu mobil yang kek gimana mas ?"
Dia terkekeh menjawab,"Iya mobil yang harganya masih dua ratusan juta."
"Mobil dua ratus juta kamu bilang murah ? hmm holang kayaaa," kataku padanya.
Dia tertawa, "Hahaha enggak gitu sayang. Coba browsing di internet cari mobil yang harganya 200-an apa aja. Kalo udah nemu yang cocok bilang ya biar bisa langsung aku orderkan ke temenku."
"Sambil sayang pilih kita makan yuk !" Ajaknya kemudian.
Kevin menepikan mobilnya ke Pizza Hut makanan favoritnya. Lalu kami turun dan memesan makanan di situ.
Aku bingung mau beli mobil apa, aku enggak begitu paham tentang kendaraan.
Terakhir kali aku dibelikan Brio merah oleh mantan suami yang akhirnya ia sita kembali.
Ya sudah lah aku beli Honda Jazz aja.
"Sayang jadi beli mobil apa?" tanya Kevin sambil makan.
__ADS_1
"Aku mau Honda Jazz putih aja mas," jawabku padanya.
"Oke aku hubungi Dwi sekarang."
Kemudian aku melihatnya ngobrol ditelepon cukup lama dan entah Gimana caranya beberapa saat kemudian Dwi datang membawa Honda Jazz putih.
Sial cepet banget, aku terbelalak melihatnya.
Kevin memberikan kunci mobilnya padaku.
"Gimana sayang?" tanyanya padaku.
"Aku masih terheran-heran mas kok cepet ?"
Dia terbahak meresponku.
"Kamu suka ?" tanyanya.
"Iya aku suka banget mas," jawab ku girang.
"Makasih ya mas i love you so much, kamu memang terbaik mas !" kataku padanya.
hanya kata buaian palsu, pikirku.
Akhirnya aku pulang ke apartemen Yeni dengan membawa mobil baru.
***
Apartemen Yeni.
"Wow mba Ayu mobilmu baru ya ?" kata Yeni.
"Kok kamu tau Yen ?" tanyaku.
"Oh...,"
"Enak udah mba engga perlu pinjam mobilku lagi,"
"Iyah," sambil beranjak ke kamar.
Apartemen Yeni memiliki dua kamar tidur, aku meminjam kamar sebelah Yeni.
Beberapa saat kemudian Kevin whatsApp aku,
"Sayang udah tidur ?"
"Belum mas ada apa ?"
"Mo ngobrol aja, malam tahun baru ada rencana kemana?"
"Hmm...." ( berpikir dan hening )
"Malam tahun baru berlibur sama aku ya ?"
"Kemana mas ?"
"Ke Bali sayang, aku sudah pesan tempat di Luxury Clifftop Villas of Bali," katanya.
Kemudian ia mengirim foto hotel tersebut dan beberapa tempat untuk liburan.
__ADS_1
Bola mataku hampir lompat dari tempatnya ketika kulihat harga hotel yang tertera disana.
Gila aja hotel apa ini semalam 19 juta ?!
Aku menggeletakkan ponselku belum menjawabnya.
Gimana ya dia ngajakin aku berlibur, itu artinya dia ngajakin aku berhubungan ya ?
Aduh otakku terus berpikir keras.
Gimana caranya aku menghindari hal itu.
Akhirnya aku teringat tanda lahir diperutku, bentuknya besar. Dan aku masih inget gimana Ryan ngatain aku.( Ryan mantan suamiku )
"*Enggak ada pria yang mau sama perempuan dengan tanda lahir kek gitu *!"
Kata-katanya masih terngiang ditelingaku, kemungkinan Kevin engga bakal jadi nidurin aku jika ia lihat tanda lahir ini.
Aku segera menjawab whatsapp-nya,
"Iya udah mas aku mau liburan sama kamu di Bali, kapan berangkat ?"
"Tanggal 29 sampai tanggal 2 Januari."
"Okay."
"Nice dream sayang !" katanya mesra.
"Met rehat yaa suami orang," balasku centil padanya.
"Ha ha ha." (tertawa lebar)
"Oiya sayang jangan lupa ya mobilnya dipake terus, jangan sampai pinjem mobilnya Yeni lagi!"
"Ada apa sih Mas?" tanyaku kemudian.
"Engga ada apa-apa."
"kamu jujur aja deh."
Kemudian Kevin menjawab dengan mengirim screenshot yang isinya membuatku cukup terkejut, dalam screenshot itu Yeni mengatakan bahwa ia mengeluh karena aku sering minjam mobilnya.
Dan dia juga yang nyuruh Kevin untuk membelikanku mobil, pantas saja tiba-tiba Kevin berinisiatif beliin mobil.
Brengsek.. dalam hati aku mengumpat, kenapa Yeni engga mau ngomong langsung sih ? justru mengatakan hal seperti itu kepada Kevin.
"Bulan depan pindah ya darisana, aku sewain apartemen baru." (chat kevin )
"Apa Yeni juga bilang keberatan aku tinggal di Apartemennya?"
"Ya intinya begitu, sudah engga usah dipikirkan. Sayang istirahat ya! love u." katanya mengakhiri whatsapp.
"Love u too," balasku padanya.
Kemudian aku matiin handphone dan mengisi baterenya.
Aku engga tahu harus gimana, kok rasanya hidupku sial banget ya.
Udah gagal nikah sampai 2 kali diusir dikhianati nggak bisa ketemu anakku.
__ADS_1
Engga punya tempat tinggal, sekarang punya teman kayak gini. Air mataku terus menetes keluar, aku merasa selalu menjadi beban untuk orang lain.
*** bersambung