Wanita Idaman Lain

Wanita Idaman Lain
Bab 123. Razia Satpol PP


__ADS_3


Di sebuah kamar yang tidak terlalu besar, Awan duduk di atas ranjang yang terbuat dari papan kayu. Ia mengedarkan pandangan ke setiap sudut dan rasa-rasanya tidak ada yang istimewa dengan kamar ini. Hanya ada sebuah ranjang dan sebuah nakas.


"Bagaimana Boss? Apa Boss mau mencicipi serabi lempit yang legit dan menggigit? Kalau mau, akan langsung aku antarkan!"


Itulah penawaran yang diucapkan bapak penjual kopi sebelum akhirnya ia diantarkan ke kamar ini. Entah mengandung mantra apa dari apa yang diucapkan si bapak sampai-sampai membuat Awan tanpa pikir panjang menyetujui. Sepertinya faktor l i b i d o tinggi yang sudah agak lama tidak tersalurkan, yang membuat lelaki itu seketika menyambut baik penawaran si bapak.


Hawa dingin khas kaki gunung kian merasuk ke dalam tulang dan sendi. Membuat hasrat dalam diri semakin tiada terkendali. Menggerogoti jiwa lelaki yang sudah haus akan kenikmatan ragawi. Di tambah suasana temaram seperti kamar ini yang semakin membuatnya tidak sabar untuk memasukkan miliknya ke dalam liang surgawi.


Cekleekkkk...


Derit suara pintu yang dibuka dari arah luar, membuat perhatian Awan teralihkan. Netra yang sebelumnya fokus ke sembarang arah kini ia tautkan untuk melihat di mana sumber suara itu berasal. Lagi-lagi netra Awan membulat ketika di ambang pintu sudah berdiri seorang wanita cantik yang hanya mengenakan kain jarik pendek yang menutupi bagian tubuhnya.


"Hallo Boss. Mau langsung dimulai?"


Wanita itu mengayunkan tungkai kakinya untuk mendekat ke arah Awan. Tanpa basa-basi, ia dudukkan tubuhnya di atas paha Awan.


Awan sempat mematung kala melihat kedatangan wanita cantik ini. Namun buru-buru kesadarannya bisa ia raih kembali kala pahanya diduduki oleh si wanita cantik sampai membuat miliknya berdiri.


"Iya, aku mau cepat-cepat dimulai. Aku sudah tidak sabar!"


"Hahahaha ... Ternyata Boss tampan ini sudah tidak sabar ya."


Wanita penghibur itu mulai melepaskan ujung jarik yang ia sematkan di sela d a d a hingga kini dua benda nan sintal dan mulus milik wanita itu terpampang nyata di depan mata Awan yang hanya berjarak beberapa inchi saja. Sontak hal itulah yang membuat Awan begitu terpana.


"Bagaimana Boss? Apakah punyaku ini cukup menggairahkan?" tanya si wanita penghibur dengan manja.


Awan sampai kesulitan menelan cairan salivanya kala melihat begitu indah sesuatu yang nampak di depan matanya ini. Tatapan mata Awan seakan terpatri pada benda kenyal milik wanita ini.

__ADS_1


"Aaarggghhh ... Kalau seperti ini aku benar-benar ingin segera mengeksekusi!"


"Hahahaha .... Sabar Bosss... Biarkan aku yang memanjakan Boss. Aku tahu Boss ini kurang belaian, jadi sekarang serahkan semua kepadaku."


Si wanita penghibur bangkit dari posisi duduknya yang sukses membuat kain jarik itu melorot hingga jatuh ke lantai. Kini ia berdiri di hadapan Awan dalam posisi tanpa sehelai benang pun yang semakin membuat Awan terangsang.


Wanita penghibur itu mulai membuka satu per satu kancing kemeja yang dipakai oleh Awan dan melempar kemeja itu ke sembarang arah. Ia dorong tubuh Awan sampai membuat lelaki itu terlentang di atas ranjang.


Setelah berhasil melucuti pakaian Awan, kini ia beralih untuk membuka r e s l e t i n g celana Awan. Ia lepaskan celana itu dari tempatnya dan kini Awan pun dalam keadaan polos tanpa tertutup sehelai benang pun.


"Bersiap-siaplah untuk aku puasakan, Boss! Aku pastikan Boss akan mengerang penuh kenikmatan dan akan meminta berkali-kali."


Wanita penghibur itu mulai melancarkan aksinya. Memanjakan sekujur tubuh tubuh Awan menggunakan bibirnya. Ia berikan rangsangan-rangsangan yang membuat Awan m e n d e s a h penuh kenikmatan.


***


"Gawat, ada razia! Ayoo semua lariiii!!"


"Berhenti kalian semua. Jangan ada satupun yang berpindah tempat!"


Nasib baik seakan tidak berpihak pada pengunjung losmen ini. Mereka tidak sempat untuk melarikan diri karena para petugas Satpol PP sudah mengepung tempat ini. Mereka pun hanya bisa pasrah dengan pakaian seadanya.


"Apa masih ada yang berada di dalam kamar?"


Hening... Tidak ada jawaban sama sekali.


"Coba kamu susuri tiap sudut kamar, barangkali masih ada yang kikuk-kikuk di dalam kamar!" titah sang ketua Satpol PP kepada anak buahnya.


"Siap Ndan!"

__ADS_1


Tiga orang mulai menyusuri tiap sudut kamar, baik yang ada di lantai satu maupun lantai dua. Saat mereka melihat salah pintu masih tertutup buru-buru ia sepak daun pintu ini.


"Aaaaaaaaaaaa!!!"


Awan dan wanita panggilannya sama-sama berteriak kencang kala melihat pintu kamar yang mereka tempati dibuka paksa oleh petugas Satpol PP. Mereka yang masih dalam posisi WOT seketika sama-sama menjauh. Dan mereka pun sama-sama berada dalam keadaan t e l a n j a n g.


Sadar bahwa mereka masih dalam keadaan polos, si wanita penghibur bersegera menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. Sedangkan Awan cepat-cepat mengenangkan pakaiannya.


"Astaga, apa kalian tidak dengar kalau kami sedang melakukan razia? Malah masih enak-enakan kikuk-kikuk. Ayo cepat turun!"


Awan dan wanita penghibur itu sungguh dibuat terkejut dengan kedatangan petugas Satpol PP yang serba mendadak ini. Padahal keduanya masih hanyut dalam gelora hasrat yang membara.


"Aarrrgghhh..... Sial, mana aku belum sampai puncak lagi. Kalau seperti ini lagi-lagi cairanku tertahan."


Awan mengumpat penuh kekesalan kala teringat bahwa ia masih belum bisa meraih puncak kenikmatan. Ia kira malam ini bisa untuk kembali merasakan nikmatnya bercinta namun pada kenyataannya ia apes. Apes karena malah kena razia Satpol PP.


"Tenang Boss. Nanti kita bisa main lagi!" ucap si wanita penghibur dengan santai.


Awan hanya bisa membuang napas kasar. Ia sungguh tidak menyangka jika akan sial seperti ini. Ia pun hanya bisa untuk mengikuti ke mana petugas Satpol PP itu melangkah.


Tiba di lantai satu betapa terkejutnya ia kala melihat pria-pria hidung belang yang sudah berkumpul. Keadaan mereka tidak jauh berbeda dengannya di mana hanya mengenakan pakaian seadanya. Bahkan masih ada yang hanya mengenakan boxer saja.


Sekian menit tertegun dengan keadaan sekitar, tiba-tiba saja wajah Awan menampakkan raut penuh keterkejutan saat melihat di pintu masuk. Tubuh lelaki itu dibuat terperanjat saat melihat ada beberapa media yang meliput razia tempat-tempat m e s u m seperti ini. Dan yang lebih membuat Awan terkejut, ada salah satu jepretan dari kameramen yang mengenai wajahnya.


Mampus kamu Wan. Setelah ini wajahmu akan terpampang di berita lokal bahkan berita nasional dan itu artinya reputasimu akan jatuh sejatuh-jatuhnya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2