
"Astagfirullahalazim... Mas, Mas, coba lihat ini deh!"
Cahya yang tengah duduk di depan meja rias sembari fokus dengan gawai di tangan, meminta Awan untuk mendatanginya. Lelaki yang sudah berada di atas ranjang itu sedikit mengernyitkan dahi di kala melihat ekspresi wajah sang istri yang terlihat seperti orang yang sedang terkejut.
"Ada apa sih Ay? Kok sepertinya ada sesuatu yang membuatmu terkejut? tanya Awan sembari turun dari ranjang. Lelaki itu merapatkan tubuhnya di tubuh Cahya.
"Ini loh Mas, coba kamu baca headline beritanya!"
Awan meraih ponsel yang diulurkan oleh Cahya. Dengan seksama lelaki itu membaca headline news di sebuah portal berita yang cukup terkenal. Kedua bola mata Awan pun terbelalak sempurna. Dengan suara lirih, Awan membaca headline news itu.
"Akibat Selingkuh, Kaki Seorang Suami di Sudan Berubah Menjadi Kaki Kambing"
"Mengerikan sekali ya Mas?" ujar Cahya dengan mengedikkan bahunya. "Jadi ini lelakinya baru saja berbuat mesum dengan selingkuhannya Mas, lalu tiba-tiba kakinya berubah jadi kaki kambing," lanjut Cahya memaparkan.
Bibir Awan seakan kian terbungkam kala melihat dengan jelas foto yang ada di dalam berita ini. Terlihat jelas jika kaki lelaki itu benar-benar berubah menjadi kaki kambing. Ia seperti tidak bisa membayangkan bagaimana prosesnya kaki manusia itu bisa berubah menjadi kaki kambing.
"Ah, ini hoaks Ay. Jangan percaya dengan berita-berita yang belum tentu kebenarannya ini. Bagaimana mungkin kaki manusia bisa berubah jadi kaki kambing."
Awan berupaya keras untuk meyakinkan Cahya dan dirinya sendiri bahwa berita ini hanya sekedar hoaks. Meskipun sejatinya ia juga merasa ngeri jika hal itu benar-benar nyata dan terjadi.
"Apa iya Mas? Tapi aku rasa ini real sih. Karena apapun bisa terjadi termasuk balasan bagi seorang suami yang selingkuh."
Cahya berujar santai sembari merebut kembali ponsel yang dipegang oleh Awan. Wanita itu kembali men scroll berita-berita yang ada di dalam ponselnya. Sedangkan Awan memilih untuk tidak lagi menanggapi ucapan sang istri.
Tak selang lama, wanita itu kembali memperlihatkan raut wajah yang penuh dengan keterkejutan. "Hah ... Astaghfirullahalazim ... Ini jauh lebih mengerikan lagi Mas. Coba kamu baca!"
Tak ingin membuat Cahya berprasangka buruk karena tidak mau membaca berita tentang perselingkuhan, dengan berat hati Awan membaca lagi headline news yang ditunjukkan oleh sang istri. Untuk kesekian kalinya, Awan dibuat kesusahan menelan salivanya.
"Di Zimbabwe, Alat V*i*tal Seorang Suami Berpindah ke Dahi, Setelah Di Santet oleh Istri Sah Karena Ketahuan Selingkuh."
Lagi, Awan dibuat bergidik ngeri tentang berita-berita aneh yang diperlihatkan oleh Cahya. Dalam benaknya muncul sebuah imajinasi di mana alat v*i*al lekaki itu berpindah di dahi. Sungguh sangat mengerikan. Sesuatu yang biasanya tersembunyi di balik celana, tiba-tiba menjadi bahan tontonan Khalayak umum.
"Kalau aku sih tetap tidak percaya Ay. Ini semua fiks berita hoaks. Mana ada kejadian seperti itu!"
Sebisa mungkin Awan menutupi jantungnya yang berdegup kencang. Dua berita yang diperlihatkan oleh Cahya sudah cukup membuat dirinya ketakutan setengah mati. Meskipun saat ini ia juga harus berpura-pura untuk tidak terlalu memikirkan akan isi berita ini.
__ADS_1
"Hmmmm .... Itu sih hak kamu Mas, mau percaya atau tidak. Tapi yang aku percaya balasan untuk lelaki yang berselingkuh itu tetap ada baik di dunia ataupun di akhirat. Dan ternyata balasan istri sah untuk suami yang berselingkuh itu sungguh mengerikan ya Mas, contohnya seperti berita kedua ini. Dia mengirimkan santet untuk suaminya sendiri."
Awan semakin kesusahan untuk menelan salivanya. Ia teramat heran karena tiba-tiba Cahya mengangkat pembicaraan perihal perselingkuhan. Sungguh sebuah topik pembahasan yang selama ini tidak pernah dibahas oleh sang istri namun sekarang tiba-tiba saja wanita ini hobi sekali mengambil tema perselingkuhan.
"Ay, mengapa kamu mengangkat tema pembicaraan tentang perselingkuhan seperti ini? Padahal sebelumnya kita tidak pernah membahasnya kan?" tanya Awan sedikit gusar. Ia teramat khawatir jika sampai ada satu keanehan yang terjadi pada istrinya ini.
"Ah masa sih Mas? Memang selama tujuh tahun pernikahan kita, aku belum pernah membahas perihal perselingkuhan ya?" tanya balik Cahya. Dalam hati, ia bersorak gembira karena caranya ini sudah cukup berhasil membuat Awan kelabakan.
Awan menganggukkan kepala. "Ya, seingatku kamu tidak pernah membahas perihal perselingkuhan. Apa kamu tiba-tiba membahas perselingkuhan seperti ini karena kejadian lipstik bu Mega tadi Ay?"
"Hah ... Entahlah Mas, aku juga tidak paham. Tiba-tiba saja berita tentang perselingkuhan seperti ini muncul di berandaku. Aku juga tidak tahu mengapa bisa begini. Padahal berita semacam ini sebelumnya tidak pernah muncul di beranda. Kok pas sekali ya dengan kejadian lipstik Mega tadi. Berasa seperti sebuah firasat atau pertanda."
"Sudahlah Ay, jangan lagi kita bahas perihal berita-berita hoaks seperti ini. Apalagi tentang perselingkuhan. Aku bersumpah hanya setia kepadamu, Ay!"
Cahya tersenyum sumbang mendengar sumpah yang diucapkan oleh suaminya ini. Bisa-bisanya Awan bersumpah palsu hanya untuk meyakinkannya.
Entah azab apa yang akan kamu temui Mas, karena mempermainkan sumpah seperti itu. Ternyata kebohongan-kebohongan yang kamu lakukan justru membuatmu capek sendiri.
"Iya Mas, aku percaya. Mana mungkin kamu menghianatiku."
"Ke ranjang yuk! Kita bercinta!" bisik Awan dengan mesra.
Cahya bergidik ngeri mendengarkan ajakan suaminya ini. Tidak bisa ia bayangkan bagaimana jijiknya dia saat mengetahui jika milik Awan sudah masuk ke sebuah lubang terlarang yang bisa saja menjadi sumber penyakit.
Ya Allah ... Tolong selamatkan aku. Aku tidak ingin melakukan ini karena milik mas Awan sudah ia bagi dengan wanita murahan itu. Tapi aku takut berdosa jika tidak memenuhi permintaannya karena bagaimanapun dia masih menjadi suamiku.
"Emmmm... Mas..."
Tanpa banyak cakap, Awan merengkuh tubuh Cahya. Ia bopong tubuh istrinya ini ala-ala bridal style untuk ia bawa menuju ke arah ranjang. Perlahan, lelaki itu merebahkan tubuh Cahya di atas kasur nan empuk ini.
Awan membuka satu persatu kancing piyama yang dikenakan oleh Cahya. Hingga di depan matanya terpampang jelas dua gundukan sintal yang tinggi menjulang. Saat ia akan melucuti pakaiannya tiba-tiba....
Dering suara ponsel dari dalam tas kerja milik Awan membuat perhatian lelaki itu teralihkan. Awan paham betul telepon dari siapa itu karena nada dering seperti itu hanya ada di ponsel kedua yang ia miliki.
"Aaarrrggghhh ... Siapa sih? Mengganggu orang saja!!" pekik Awan berpura-pura kesal karena ada yang mengganggu kesenangannya. Padahal itu semua untuk menutupi kegugupan hati karena tiba-tiba Mega menelponnya.
Alhamdulillah ya Allah ... Seketika Engkau mengabulkan doaku. Dengan cara seperti ini, aku bisa bebas dari kewajibanku melayani mas Awan. Aku tahu siapa yang menghubungi mas Awan malam-malam seperti ini. Wanita itu pasti meminta mas Awan untuk mendatanginya.
__ADS_1
"Ya sudah, diangkat dulu Mas. Bukankah itu ponsel khusus relasi yang berdering? Siapa tahu ada hal urgent yang terjadi," usul Cahya dengan bijak sembari mengancingkan kembali kancing kemejanya.
"Tapi itu sungguh mengganggu kesenangan kita, Ay. Baru saja kita akan bercinta, tapi sudah diganggu dengan dering ponsel itu," protes Awan.
"Lain kali kan bisa kita lakukan lagi Mas. Sekarang kamu angkat teleponnya. Barangkali memang urgent."
Awan membuang napas kasar. Dengan langkah sedikit gontai, ia mengambil ponsel yang ada di dalam tas kerja daan bisa ia pastikan siapa yang menghubunginya malam-malam seperti ini.
"Hallo Pak...."
".... "
"Ada apa ya Pak? Kok tiba-tiba meminta saya untuk datang ke Semarang?" ujar Awan berpura-pura seakan telepon itu dari Semarang.
"....."
"Apa? Saya harus ke sana karena ada pencurian paket kiriman? Baik-baik Pak. Saya akan segera menuju Semarang."
Awan menutup teleponnya dan bergegas mendekat ke arah Cahya yang tengah bersandar di head board ranjang. Lelaki itu menampakkan raut wajah yang dipenuhi oleh kepanikan luar biasa.
"Ada apa Mas? Kok panik seperti itu?" tanya Cahya seolah tidak tahu perihal siapa yang menghubungi sang suami.
"Ada kasus pencurian paket di gudang Semarang, Ay dan aku harus segera berangkat ke sana. Kamu mengizinkan aku berangkat kan Ay?"
Cahya tersenyum tipis seraya menganggukkan kepala. "Iya Mas, aku mengizinkan. Semoga kamu selamat di jalan dan tidak ada kemalangan yang menimpamu."
Awan mendekatkan wajahnya di kening Cahya. Ia kecup intens kening istrinya ini. "Terima kasih Ay. Aku berangkat ya."
Cahya mengangguk pelan. Ia tatap tubuh Awan yang sedang bersiap-siap untuk bersegera berangkat. Senyum penuh kegetiran kembali terbit di bibir tipis wanita itu.
Sungguh hebat pengaruh Mega di kehidupanmu, Mas. Dia sudah berhasil membuatmu menjadi lelaki yang tidak setia. Menjadi lelaki yang hobi berbohong dan seorang suami yang lupa akan keluarganya.
.
.
.
__ADS_1