Wanita Idaman Lain

Wanita Idaman Lain
Berlibur ke Bali


__ADS_3

Setelah kejadian malam itu Ryan semakin intens hubungi aku, meski sekedar whatsapp.


Terkadang aku nangis setiap kali stalking status whatsappnya tentang anak-anak aku. Kapan ya aku bisa ketemu mereka.


Siang ini suasanya panas di apartemen Yeni, karna dia bertengkar dengan suami sirinya Egi.


Yeni sahabat aku ini berstatus istri simpanan. Terkadang aku enggak habis pikir ya, padahal dia anak orang kaya tapi kok masih aja mau jadi istri simpanan. Dan Egi itu om-om banget, bayangin aja usianya 45 tahun dan tubuhnya pendek. Bahkan lebih pendek dari Yeni, wajahnya astaga enggak ada cakep-cakepnya sumpah, udah gitu item dekil.


Aku aja enggak bisa bayangin kalo sama dia terbesit rasa jijik, ih masa iya sama om om.


Tapi ya sudahlah semua orang punya pilihan hidup masing-masing. Padahal Yeni itu cantik banget, bahkan lebih cantik dari aku. Badannya goals banget, tinggi lagi.


"Pokoknya aku enggak mau tau, rumah di Bandung yang kamu janjiin udah harus ganti pake namaku." ( Yeni berteriak )


"Jangan gitu dong Bun, iya iya rumah itu buat kamu. Tapi enggak ada hubungannya sama istriku,"( Egi berdebat ) dia kalo manggil Yeni udah Ayah Bunda.


"Ya jelas ada dong, masa iya dia share di instagram soal rumah bandung itu. Kamu bilang rumah itu bakal dikasih ke aku dan istrimu enggak tau. Ternyata apa ?" ( Yeni masih berteriak )


"Iyaa sabar dong Bunda." ( Egi menenangkan )


"Udah kamu pergi deh dari sini !!" ( Yeni mengusir Egi )


Aku terdiam dipojokan sambil nonton youtube pakai headset, meskipun pakai headset tetep aja pertengkaran mereka kedengeran karna keras banget. Sudah bukan rahasia , kedua orang ini kalo lagi berantem ramenya ngalah-ngalahin rumah kebakaran. Bahkan sering juga banting- banting barang, android lamaku juga pernah jadi korban banting mereka. Karna posisi aku disini menumpang iya aku sadar dirilah enggak akan komplain, cukup tutup mata dan tutup telinga aja.


"Ayuzawa titip Yeni ya biasanya dia kalau habis bertengkar asma nya suka kambuh," ucap Egi padaku sambil berjalan keluar apartemen.


Setelah Egi meninggalkan apartemen aku menghampiri Yeni yang sesenggukan di kamarnya.


"Kenapa lagi sih Yen ?" kataku.


"Aku jengkel banget mba, dia itu banyak bohongin aku. Dulu bilangnya udah cerai sama istrinya, setelah jalan sama aku baru ketahuan masih belum cerai. Aku uda terlanjur dalam sama dia, ya aku terima dia meski suami orang. Dia bilangnya udah enggak pernah menjamah istrinya, enggak pernah bareng cuma status aja. Tapi apa ? dia bohongin aku. Istrinya sering bikin status kemesraan mereka," katanya sambil terus menangis.


"Gimana ya Yen aku juga bingung. Lagian ngapain juga sih kamu stalking istrinya ? kok suka sih bikin diri sendiri sakit. Laki-laki yang berselingkuh biar gimanapun juga pasti lebih memilih istrinya, kebanyakan sih gitu. Soalnya kan mereka juga mikir anak-anak mereka, enggak mungkin dong ditinggal gitu aja. Kecuali Ryan brengsek yang ninggalin aku," kataku padanya.


Aduh gimana ya ngejelasinnya, dipikir pake logika gimanapun kebanyakan pria yang beristri meskipun memuja-muja wanita selingkuhannya pasti ujung-ujungnya ya dia bakal balik sama istrinya. Apalagi kalo ada anak.


"Iya tapi Egi itu udah janji bakal ceraiin istrinya mba."


"Sampe sekarang enggak cerai juga kan Yen ? udahlah dia itu ngomong kek gitu buat ambil hati kamu aja. Jangan dipercaya deh," kataku lagi.


Beberapa saat kemudian aku balik ke kamarku, saat kulihat Yeni tertidur.


drrt...drrt... whatsapp masuk dari Kevin, dia mengirim tanda booking hotel di Bali.


"Sayang aku uda booking loh dan aku juga ambil paket tour kita disana. Jangan sampai kamu batalin yah ?" begitu chat whatsappnya.


"Iya mas." jawabku singkat. Aku belum terbiasa dengannya, dan bodohnya aku masih mengharap Ryan buat ngajakin aku malam tahun baru.


Aku mencoba chat Ryan di whatsapp.


"Kamu malam tahun baru kemana ?" tanyaku


"Aku enggak kemana-mana nemenin anak-anakku."


jawabnya singkat.


"Oh ok salam ke anak-anakku yaa."


"Ok." jawabnya singkat.


Kenapa dia tiba-tiba berubah ya tadi intens banget sekarang cuek lagi.


Ya kali aja dia sama perempuan barunya.


Kenapa aku harus mikirin orang itu, sudahlah ayo kamu harus segera move on Ayu. Yang penting anak-anakmu sehat dan baik disana itu sudah lebih dari cukup.

__ADS_1


***


Luxury Clifftop Villas of Bali terpampang jelas tulisan itu di depanku. Sekarang aku berada di lobby hotel mewah ini bersama dengan Kevin.


Hatiku terus berdegup kencang mikirin apakah aku bener-bener akan tidur dengannya.


Akhirnya kami memasuki kamar yang telah Kevin pesan. Kamar yang sangat mewah tepat berada ditepi kolam renang yang menjorok dengan pemandangan di atas bukit hotel ini, sungguh aku belum pernah ke hotel loh. Meskipun Ryan keluarga berada tapi dia sama sekali enggak pernah ngajak aku ke hotel.


Di kamar aku masih deg-degan jantungku berdegup kencang dari tadi pikiranku kemana-mana.


Aku khawatir Kevin bakal menyerangku. Aku memperhatikannya meletakkan barang-barangnya di lemari dan ia berganti pakaian. Dapat kulihat dada bidangnya itu seketika aku memalingkan diri.


Ia menghampiri dan menatapku lembut, "Sayang kamu kenapa kok tegang banget ?"


"Enggak tegang kok mas," jawabku gugup.


"Santai dong ini liburan loh !" katanya tersenyum kecil.


Pikirku dalam hati gimana bisa santai orang aku takut sama kamu.


Kan enggak mungkin aku ngomong begitu.


"Aku cuma kepikiran kerjaan aja. Soalnya aku lagi enggak libur aku izin loh ini, nggak enak aja akhir tahun waktunya tutup sales."


"Iya sayang. Sekarang kamu ganti baju ya bentar lagi mau ngajakin kamu ke club."


"Iya ini aku mau ganti baju mas, kamu jangan liat sini dong kan aku malu!"


Kevin tertawa kecil, "Iya udah aku tunggu diluar ya ?" kemudian ia meninggalkanku sendirian berganti baju.


***


WOOBAR CLUB keterangan club malam itu.


Terdapat seorang Dj barat yang memainkan musik disana.


Kevin menggandengku duduk dan memesan beberapa minuman.


Beberapa minuman beralkohol itu berjejer didepan mejaku.


Aku enggak ngerti namanya karna bentuknya kek syrup minuman.


"Apa ini mas ?"


"Cobain aja enak kog itu manis," memberiku segelas minuman. Aku menyeruputnya sedikit dan lidahku berdecap-decap.


"Hmm apa ini ? kok manis sekali rasanya ?" tanyaku padanya.


"Tuh kan manis," jawab Kevin sambil tertawa kecil.


"Loh jangan diminum semua !!" Kevin terbelalak kaget ketika kumasukkan semua minuman itu dimulutku sampai habis.


"Hmm enak tapi ini kenapa kok pusing banget ya ? kamu kok ada dua mas, kamu kembar ya mas," kataku kebingungan padanya. Kenapa jadi vertigo gini ya muter-muter semua rasanya.


"Aduh terlambat, minuman ini sebetulnya harus diminum sedikit-sedikit. Enggak boleh langsung dihabisin, aduh." Aku mendengar samar Kevin bergumam dan khawatir.


"Udah balik aja ayok !" katanya lagi.


Dengan terburu dia menuntun aku yang berjalan sempoyongan balik ke hotel.


"Sayang istirahat aja yaa...?!" katanya sambil melepas sandal highheelsku.


"Aduh mas... mas...," aku kebingungan dan memeluknya.


Aku ngerasa kayak mau jatuh gitu.

__ADS_1


"Iya iya ini aku pegangin," Kevin memegangku penuh rasa khawatir, dia kek orang kebingungan.


"Mas enggak tahan aku," kataku makin ngaco.


"Enggak usah ditahan sayang,"


HUEEEKKKKK....... SORR...


Tanpa sengaja aku muntah pas di dadanya.


Bisa kulihat bajunya basah kuyup karna muntahanku.


"Haduh ya udah gak papa deh, sini dibersihkan dulu aja badannya," dia masih enggak marah, dan malah telaten membersihkan kotoran dibajunya.


Bisa kurasakan setengah sadar dia mengganti bajuku, aduh aku udah terlalu pusing untuk memberontak. Aku pasrah saja ketika ia melepas pakaianku, melap seluruh tubuhku yang terkena muntahan dengan tissue basah.


Bodo amat udah dia liat bagian dalam-dalamku.


Aku masih belum begitu sadar tapi bisa melihat meski engga begitu jelas.


Kevin melepas pakaiannya dan mencium seluruh tubuhku.


Aku merasakan geli diseluruh lapisan kulitku.


"Ih mas jangan diginiin," kataku padanya sambil mendorong wajahnya dari tubuhku.


Dia malah mengecup bibirku dan melumatnya dalam-dalam.


Astaga ini orang masih aja napsu ya, padahal aku habis muntah.


Lidahnya terus menelusuri setiap bagian tubuhku, aku beneran merinding dibuatnya.


Dia terdiam sejenak melihat tanda lahir di bagian perutku, apa yang dia pikirkan? mungkin dia jijik ya.


Syukur deh enggak perlu kwatir karna dia bakal melanjutkan aksinya.


"Kenapa mas ? kamu jijik ya, ada belang di perutku," kataku padanya.


Tapi ternyata aku salah, dia justru menjilati sampai habis tanda lahir di perutku.


"Aku enggak jijik lah, aku suka banget malahan. Aku suka setiap bagian tubuhmu," katanya lirih dengan penuh nafsu yang memburu.


Aku pasrah dengan yang ia lakukan terhadap tubuhku, apakah karna aku mabuk atau gimana jadi tubuhku terus bereaksi karna aksinya.


Dia mencium dan menghabisi dadaku, jari tangannya juga bermain dibagian bawahku.


Aku hanya bisa pasrah dan enggak ada tenaga sama sekali buat meresponnya. Ini rasanya pusing , geli , dan campur-campur.


Yang aku tau dia menindihku dengan hebat, terasa sangat penuh di bagian bawahku.


Kenapa rasanya panjang banget punya dia ? aku engga habis pikir kok bisa penuh sampe ke perut kayak gini.


Aku merasa seperti kejang saat miliknya mencapai bagian sensitifku diliang bawah.


Ini rasanya enggak bisa diungkapkan dengan kata-kata.


Kemudian ia membersihkan dirinya saat muncratan putih membasahi bagian bawahku.


Sesaat kemudian ia memelukku dan mencium keningku.


Kenapa ya ada rasa bersalah didalam hatiku.


Aku terlalu pusing untuk berpikir , akhirnya aku terlelap dalam pelukannya.


*** bersambung

__ADS_1


__ADS_2