
" Hhhmmmm Boss " Ucap Anne dengan suara bergetar, dirinya sudah tak dapat menahan airmatanya lagi.
Anne pun berlari mendapati tubuh Nielsen dan memeluknya dengan sangat erat.
" Tolong maafkan diriku, aku begitu egois hingga tak memikirkan perasaanmu boss " Ucap Anne dengan airmata yang mengalir deras bagaikan hujan di pipinya.
" An, aku pun ingin meminta maaf padamu, tidak seharusnya aku meninggalkanmu waktu itu " Balas Nielsen sambil mengecup kening Anne
" Masuklah, aku telah memasak sejak siang tadi, dengan harapan kau akan datang dan memakannya " Ucap Anne sembari membuka pintu rumahnya.
" Apa katamu, memasak " tanya Nielsen
" Ya boss, semenjak kau menghilang entah kemana aku selalu memasak setiap hari dan menunggu dengan harapan kau akan datang untuk memakannya " Jawab Nielsen
" Astaga An, maafkan Aku! " Ucap Nielsen tertunduk di hadapan Anne
" Tidak boss, akulah yang bersalah jika saja aku lebih memahamimu, semuanya itu takkan terjadi " Ucap Anne dengan memegang kedua tangan milik Nielsen
" Astaga wanita ini, dia sungguh² surga dunia " Bathin Nielsen
" Berhentilah bertingkah konyol dan segeralah cuci tanganmu, aku akan memanaskannya lagi dulu " Sahut Anne lalu berjalan ke dapurnya.
" Rasanya hidupku komplit sekarang, aku takkan menunggu lama untuk mendapatkan perhatianmu ini dalam hidupku sehari-hari, aku akan segera menikahimu An " Gumam Nielsen sembari mencuci tangannya.
" Sudah selesai An " Teriak Nielsen
" Duduklah disana, aku akan mengantarnya " Sahut Anne dari dapur
" Family Life, i'm so happy " Gumam Nielsen
Tak lama kemudian, Anne berjalan dari dapur dengan mengenakan celemek juga sarung tangan.
" Cantik sekali calon istriku ini, selalin memiliki etos kerja yang tinggi, dia pun istri idaman " Bathin Nielsen
__ADS_1
" Makanlah selagi panas boss " Seru Anne dan membuat lamunan Nielsen hilang
" Baik ibu, aku akan makan " Jawab Nielsen
" Apa katamu, ibu? Aku bahkan belum memiliki Anak, tapi takpapa dulu di club kau adalah bayi besarku hehehe " Gumam Anne
" Ehh kau masih mengigatnya, Astaga aku sungguh kacau saat itu " Balas Nielsen terkekeh
Keduanya makan malam dengan sesekali dibarengi candaan, mungkin itu adalah keduanya untuk saling mengenal satu sama lain.
Setelah makan, Nielsen membantu Anne merapikan meja makan, Sedangkan Anne membuatkan kopi untuk mereka.
" Kopi boss " Seru Anne kepada Nielsen yang berada di sofa
" Nonton apa boss, oh iya Klien kita yang Kamphuis itu tanya kapan meeting lagi boss " Ucap Anne
" Haishhh, rasanya ingin ku batalkan saja kerjasama ini " Gumam Nielsen
" Boss, sekalipun perusahaan mereka adalah perusaah yang tak sama derajatnya dengan perusahaanmu tapi alangkah baiknya bersikaplah adil layaknya seorang pengusaha yang mau bekerjasama dan membangu colega dengan siapapun " Ucap Anne dengan senyuman tipis di bibirnya
" Hhmmm baiklah, karena aspriku sekaligus kekasihku yang mengatannya maka akan dilanjutkan " Balas Nielsen
" Jahahaha, minumlah kopimu sebelum dingin boss " Gerutu Anne
Setelah meminum kopi bersama, Nielsen pun pamit untuk pulang ke rumahnya.
*********
Ting tong ting tong, Suara bunyi bel di rumah Anne
" Siapa yang datang pagi sekali ini " Gerutu Anne yang baru saja ingin sarapan sebelum bekerja
Anne pun berjalan untuk membuka pintu rumahnya.
__ADS_1
" Kopi, Please! " Ucap Nielsen saat Anne buka pintu sambil berjalan menuju ruang makan
" Astaga ini sangat pagi boss " Gumam Anne
" Terserah aku dong, jika kau tak ingin aku menggangu pagimu maka ijinkan aku tinggal disini " Sahut Nielsen
" Apa kau gila boss, apa kau ingin tetangga disini menghinaku lagi " Ucap Anne
" Ya maaf kalau begitu kita nikah saja agar takkan ada yang berani seperti itu lagi padamu " Balas Nielsen
" Apa kau sakit boss " Ucap Anne sembari meletakkan tangannya di dahi Nielsen
" Bukan disana tapi disini " Sahut Nielsen memindahkan tangan Anne ke dadanya
" Dasar gombal, ayo kita sarapan " Ucap Anne lalu berjalan ke kursinya untuk sarapan.
" Oh iya kapan² aku kenalin ke papa aku ya An " Seru Nielsen sambil menguyah
DEG
" Apa katamu boss " tanya Anne sekali lagi
" Kenalin kamu sama papa aku " Jawab Nielsen santai
" Benarkah, apa kau tak malu? memiliki kekasih seorang yatim piatu dan buka siapa²? Tanya Anne
" Tidak, tetapi kau aspriku yang artinya kau juga siapa² di mata masyarakat " Balas Nielsen
" Oh iya benar, aku lupa aku adalah aspri seorang pengusaha terhebat di Negara A lebih tepatnya kota C " Ucap Anne sembari menaikkan alisnya
" Wohhhh kau sedang menggombalku An " Balas Nielsen
Setelah sarapan, keduanya pun berjalan menuju mobil dan melaju pergi ke perusahaan
__ADS_1
" Jangan Lupa Votenya Kaka "
🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡