
Pesta pernikahan mereka pun telah berjalan dengan sangat meriah dan harmonis, semua orang bersukaria terutama Erik ayah Nielsen dan sahabat mereka.
“ Astaga, aku sangat bahagia! “ Ucap Jesse kepada Raphael
“ Kau pikir aku tidak dan hanya kau begitu? “ Tanya Raphael
“ Kau juga dong harusnya, kan pada akhirnya sahabatmu yang haus wanita itu melabuhkan perahunya di dermaga
terakhirnya kan “ Jawab Jesse
“ Astaga Sayang, kata-katamu kok bijak sih, sana minum lagi biar makin bijak “ Ucap Raphael sembari menertawai
tingkah kekasihnya itu.
Sementara di toilet, Sarah sedang kesakitan dan Max kebingungan dan menghubungi Ambulance.
Pada saat ambulance tiba, tamu undangan termasuk Anne dan Nielsen pun kebingungan, hingga akhirnya mereka
mendapati Max sedang menggendong tubuh istrinya yang sudah bermandikan air ketubannya.
Akhirnya acara pun selesai dengan baik, walaupun terjadi sedikit gangguan teknis.
Setelah mengganti pakaian, Nielsen dan Anne pun dengan segera menyusul ke rumah sakit untuk melihat keadaan Sarah dan Max.
Pada saat memasuki ruangan, Max sedang menggendong putranya dan Sarah tengah berbaring di ranjang. Seketika itu pun juga Anne melepaskan gengaman tangannya dari Nielsen dan berlari mendapati bayi munggil milik Srah dan Max itu.
“ Wah Niels, baru juga selesai nikahan sudah di kode kode saja ni “ Bisik Max kepada Nielsen dengan senyuman
__ADS_1
“ Jangan lagi kau pancing max, lihat itu istrimu sedang terbaring lemah, itu juga karena ulahmu “ Balas Nielsen mengejek Max
" Wah, jangan kau ungkit-ungkit kalau soal ini Niels " Balas Max sembari tertawa
Anne yang sibuk menggendong bayi itu, hanya memandangi Sarah dan menertawai sikap kedua suami mereka.
“ Ann gimana rasanya sekarang, setelah menjadi istri sah seorang CEO? “ Tanya Sarah yang masih berbaring lemah di ranjangnya.
Pertanyaan itu sontak membuat Anne tersipu malu, wajahnya sekejap berubah menjadi merah merona layaknya udang rebus.
“ Sar, paan sih? Kamu itu harusnya banyak istirahat dan pulihkan kembali kekuatanmu itu “ Ucap Anne yang
berusaha mengalihkan pembicaraan mereka, lantaran Nielsen pun berada di dalam ruangan itu.
“ Yaelah Ann, masih malu saja kau “ Seru sarah menggoda Anne
Untuk mengalihkan perhatian Nielsen, Max mengajaknya untuk membahas anakan perusahan milik Keluarga Middelman yang saat ini ditanganinya, di negara C.
Saat semua orang sedang asik berbicara, datanglah Jesse dan Raphael dengan wajah gembira Jesse berjalan
cepat menuju Sarah dan Anne yang sedang menggendong new born baby.
“ Sarah, selamat ya akhirnya ponakan kita tiba juga di dunia ini berkatmu “ Seru Jesse dari depan pintu
“ Apa-paan sih Jess, kamu kok ngaur gitu sih, hahahaha “ Balas Sarah dengan tertawa terbahak-bahak.
“ Kalian ini memang tidak waras, mengapa kami diberikan cobaan seberat ini Tuhan “ Gumam Raphael dengan nada tertawa, hingga ketiga sahabat itu, menatapnya dengan tatapan gelap.
__ADS_1
“ Raphael, jaga mulutmu! Jangan sampai karena ulahmu, sahabat kita ini tak diberikan jatah “ Ucap Max menyinggung Nielsen
“ Guys-guys harap tenang, ini ujian yang diberikan buat kita, tapi ujian kita masing-masing jadi tolong
jangan celakai aku hehehe “ Lanjut Nielsen dengan nada sedikit sinis
Mendengar ucapan Nielsen suaminya itu, membuat Anne tersenyum malu.
Setelah bersenda gurau bersama-sama, tiba waktunya bagi para sahabat itu untuk kembali ke tepat mereka
masing-masing sedangkan Max dan Sarah belum diperbolehkan untuk pulang.
“ Semangat Ann untuk malam ini “ Bisik Jesse kepada Anne, lalu ia pun berlari untuk berjalan bersama-sama dengan Raphael
“ Ya Tuhan, bagaimana ini “ Bathin Anne
“ Istriku “ Sahut Nielsen
Anne yang mendengar panggilan itu, membuatnya semakin gugup tak karuan.
“ Istriku “ Sahut Nielsen sekali lagi
“ Mmmmm, Ya! “ Jawab Anne gugup
“ Aku hanya menge-test pendengaranmu kok “ Ucap Nielsen
“ Anjay, gue dikerjain sama dia, awas saja kau! “ Bathin Anne
__ADS_1
#AuthorPOV : Jangan lupa dukung author dengan Like, Coment dan Votenya Kaka-kaka ❤