Wanita Malam Itu,Milikku!

Wanita Malam Itu,Milikku!
Episode 079


__ADS_3

" Iya Jes, gue ngaku salah, tapi jangan diusir juga kan, Gue bari tiba lo " Balas Anne


" Hhmmm ayo masuk, ntar mama nyariin kita " Ucap Jesse menarik tangan Anne dan berjalan ke dalam rumah.


******


Sementara di kota C, Nielsen kebinggungan mencari keberadaan Anne.


" Sialan, kenapa lo gak aktifin lokasi lo, ngapain juga pake ganti sim segala, gue harus gimana ni udah 3 hari semenjak kepergian lo belum ada info juga " Bathin Nielsen


Nielsen sangat mencemaskan Anne, hingga sudah berhari-hari tak pernah bekerja dan berusaha mencarinya dengan bantuan anak buahnya.


" Hallo Max, Tolong batalkan semua meeting mulai dari hari hingga waktu yg tak diketahui " Ucap Nielsen


" Baikalah " Jawab Max dari balik ponsel


Max tak akan menolak atau memberi pertanyaan kepada Nielsen, karena Max mengetahui alasan di balik ucapannya.


Sementara Sarah bekerja seperti biasa dan tak terlalu mengkhatirkan Anne, karena Sarah mengetahui bahwa Anne pasti pergi menemui Jesse.


" Hhhmmm kayaknya gue butuh nasihat papa mengenai hal ini deh , Baiklah aku menemui papa " Bathin Nielsen


Tanpa pikir panjang Nielsen keluar rumahnya dan menaiki mobilmya dan melaju untuk menemui Ayahnya yg berada E


Perjalanan Nielsen membutuhkan waktu sekitar 3 jam untuk sampai di kota tersebut.


" Anne, gue harus gimana lagi agar lo mau sama gue " Gumam Nielsen


Sepanjang perjalanan yg dipikirkan Nielsen hanya bagaimana caranya menemukan Anne yg telah berhari-hari menghilang.

__ADS_1


" Entah bagaimana kabarmu hari ini, kamu baik² saja? Apa kau sakit karena minum lagi dan berendam di bath-up ! " Ucap Nielsen tanpa sadar ia tersenyum karena mengigat kekonyolan Anne


" Astaga apa aku sudah begitu mengenalnya " Gumam Nielsen tertawa


Tak lama kemudian mobilnya pun memasuki halaman parkiran rumah milik ayahnya.


Dengan segera Nielsen memarkirkan mobilnya lalu turun dan berjalan masuk ke dalam rumah ayahnya.


" Papa, aku datang " Sahut Nielsen sembari membuka pintu rumah Erik


" Nak, kau disini, apa kau sudah merindukan papamu ini " Ucap Erik yg sedang duduk di sofa meminum kopi sambil menonton tv


" Pah, aku nginap ya " Ucap Nielsen sambil mendekati sofa dan merebahkan dirinya disana.


" Niels, kau kenapa? Wajahmu terlihat sangat lelah! Apa.kau kurang tidur ? " Tanya Erik panik


" Hhhmm pah, bagi kopinya dong " Ucap Nielsen sembari meminum kopi milik Erik


" Hmm melihatmu menikmati kopi itu, papa jadi teringat akan gadis manis itu " Gumam Erik


" Ehhhh papa, Gadis siapa? Aku tak ingin ada wanita lain bersamamu " Ucap Nielsen dengan mata terbalak


" Bukan untuk papa Niels, papa bertemunya sewaktu di stasiun kereta di kedai kopi, sangat cantik untuk wanita seusianya " balas Erik


" Ihhh papa, kok bahas cewek sih " Gumam Nielsen


" Iya waktu itu dia nyebutin namanya An, An apa gitu aduh papa lupa " Ucap Erik


" An, apa itu Anne! Apa gadis yg papa bahas ini adalah Anne! " Bathin Nielsen

__ADS_1


" Kenapa terdiam " Tanya Erik melihat Nielsen yg hanya tertegun diam


" Papa, siapa namanya? apa dia memiliki lesung di pipi ketika tersenyum, cantik tanpa sentuhan make-up, warna rambutnya dark brown dan tinggi semampai, apa ciri²nya seperti itu pah? " Tanya Nielsen kepoooo banget


" Apa kau mengenalnya Niels, iya wanita yg kau sebut itu sudah yg papa temui di stasiun kereta " Jawab Erik


" Astaga papa, apa namanya Anne " Ucap Nielsen


" Iya nak itu namanya " Jawab Erik


" Ya Tuhan, Terimakasih! " Gumam Nielsen


" Ada apa nak ? " Tanya Erik


" Jadi gini pah ......... " Ucap Nielsen menjelaskan segalanya kepada Erik


Nielsen menjelaskan tentang Anne, alasannya pergi dengan kereta dan segalanya kepada Erik


PLAK


PLAK


PLAK


PLAK


Tamparan beruntun pun mendarat di pipi Nielsen. Nielsen hanya bisa memegangi wajahnya tanpa berkata apapun.


" Dasar kau, berani sekali kau berlaku seperti itu kepada menantuku " Guman Erik lalu berjalan meninggalkan Nielsen menuju kamarnya.

__ADS_1


" Minta Votenya Kakak "


__ADS_2