Wanita Malam Itu,Milikku!

Wanita Malam Itu,Milikku!
Episode 171


__ADS_3

Author POV


Author lantaran lagi ga konsen banget untuk nulis ni, ingin author tamatin tapi sayang kalau tamat 😔


Dilema sekali author ini 🙄


Oke Back to story, atau kelamaan Author gabut dan gaje nulisnya!



Nielsen hanya termenung dan memandangi wajah istrinya yang bisa dikatakan telah tiada tetapi bisa juga bisa dibilang belum tersadar dari mimpi panjangnya



" Anne " Seru Nielsen dengan mengelus wajah Anne yang sudah tak berbentuk karena pecahan kaca



" Anne, maafkan aku! Aku terlalu egois, aku hanya memikirkan diriiku sendiri, aku bahkan tak memperhatikanmu dan membantumu untuk menjaga dan mengurus segala keperluan Miracle, aku belum ikhlas membagimu dengan orang lain, sekalipun itu anakku! " Ucap Nielsen dengan terus mengelus dahi Anne



" Permisi Tuan " Seru Dokter yang berada disana



" Iya bagaimana dok? " Tanya Nielsen kembali



" Maaf, tapi sepertinya sudah tidak ada yang bisa kami lakukan lagi untuk membantu istri anda, jika tidak segera dikremasi, tubuhnya bisa membusuk disini Tuan " Jawab Dokter



" Apa? " Tanya Nielsen dengan membalakkan matanya



Nielsen sungguh tak percaya dengan keadaan buruk yang pernah menimpanya kini kembali lagi



" Tidak mungkin dok, ini bukan pertama kali bagiku mendengar bahwa istriku telah meninggalkanku, dia selalu kembali padaku apapun yang terjadi " Ucap Nielsen dengan linang air mata di pipinya



" Maaf Tuan, tapi jika ucapan anda memang benar, lalu mengapa istri anda bisa mengambil langkah fatal seperti ini, apakah cintamu membuatnya berbahagia dan karena terlalu bahagia dia berusaha untuk mengakhiri hidupnya dengan jalan seperti ini? " Tanya Dokter itu kembali kepada Nielsen



Mendengar ucapan dokter itu, membuat Nielsen terdiam mematung, dengan hanya memandangi tubuh kaku Anne dengan berjuta pertanyaan di dalam hatinya



" *Apa kau sungguh tak bahagia denganku, apa aku telah menyakitimu, apa aku setega itu padamu? " Bathin Nielsen*



" Tuan, ada beberapa hal dalam kehidupan berumah tangga yang bisa terselesaikan hanya dengan berkomunikasi, jika komunikasi antara tuan dan nyonya baik, maka hal seperti yang kita hadapi saat ini tak akan pernah terjadi " Lanjut dokter itu



Nielsen sungguh tak bisa berbuat atau berucap, seolah tubuhnya membeku setelah mendengar ucapan dokter itu, yang memang benar sangat tetap dengan keadaan yang dialami oleh Nielsen dan Anne saat itu


__ADS_1


" Tuan, jika boleh memberi saran, hargailah dan sayangilah orang itu selama dia masih berada disisimu, karena penyesalan itu datangnya di akhir, jika datangnya di awal itu namanya pendaftaran, belajarlah mencintainya dalam segala musim " Ucap dokter itu kembali



Setelah mengucapkan kata-kata itu kepada Nielsen, dokter itu pun keluar dan meninggalkan Nielsen yang terus mematung sejak tadi



" Anne " Gumam Nielsen menangis dan tersungkur ke atas lantai



" Aku benar-benar bodoh, mengapa aku tak pernah memikirkan semua ini sebelumnya, mengapa aku sangat bodoh " Teriak Nielsen dengan terus memukuli kepalanya



" Hentikan tuan, jangan sakiti diri anda! " Ucap Dokter yang berusaha menahan kegusaran Nielsen



" Dokter, ucapan anda memang benar! " Seru Nielsen dengan memandangi wajah dokter itu



" Ucapan yang mana tuan " Tanya dokter itu kepada Nielsen



" Sudah lupakanlah " Jawab Nielsen dengan kembali berdiri dibantu oleh dokter itu



" *Mungkin dokter yang tadi adalah jelmaan seorang malaikat, yang datang untuk menyadarkanku dari segala kebodohanku selama ini kepada istriku " Bathin Nielsen*




Entah sampai kapan tangisannya akan berhenti, rasanya hidupnya telah hancur berkali-kali, bukan karena saham perusahaannya yang anjlok atau pegawainya yang korupsi



Tetapi karena istrinya yang sangat ia cintai, namun karena keegoisannya kini ia harus memilih antar mempertahankan atau melepaskan



Dokter yang berdiri disampingnya, hanya menunduk dan tak tahu harus mengatakan apalagi, karena Nielsen tak menerima untuk Anne mengikuti prosedur yang berlaku di rumah sakit



" Tuan, apa anda sudah memberitahu ayah anda? " Tanya dokter



" Jangan beritahu dia, biarkan ini menjadi urusanku dan istriku " Jawab Nielsen



" Baiklah " Ucap dokter itu menunduk



Dokter dan perawat yang merawat Anne pun sudah mulai menyerah, tetapi ada sebuah keajaiban yaitu tubuhnya belum juga membusuk


__ADS_1


Meski sudah berhari-hari tak bernyawa, tetapi tubuhnya masih tetap saja mulus dan tak mengeluarkan bau apapun, meski warna tubuhnya sudah membiru



" Anne, tolong bangunlah! Berhentilah menghukumku seperti ini, aku memang mendiamimu, tapi aku melakukannya karena aku selalu menginginkanmu, tak ada sedikit pun niatan di hatiku, untuk mencari pelampiasan, aku selalu menunggumu datang padaku, tetapi kau sangat keras kepala, kau bahkan mendiamiku juga, aku sangat marah, tetapi kali ini aku sangat marah dan akan membencimu, jika kau tak bangun juga " Ucap Nielsen dengan terus menangis



Nielsen tak pernah berhenti menangis dan memohon agar Anne kembali padanya, setiap hari ia lalui dengan deraian air mata, berharap ada sebuah keajaiban yang akan membawa Anne kembali kepadanya



Perawat yang berada disana, berulang kali keluar masuk untuk mengigatkan Nielsen soal makan dan minumnya, namun tak seorang pun disana yang ia dengarkan



" Maaf Tuan, tapi jika tuan bertingkah seperti ini, kami justru akan kewalahan karena bingung harus mengurus yang mana, lagipula jika tuan makan, lalu jatuh sakit dan ketika nyonya bangun dan tak melihat tuan disampingnya, apa yang akan nyonya katakan tuan? " Ucap seorang perawat kepada Nielsen



" Setelah dipikir-pikir ternyata ucapanmu ada benarnya juga, sini berikanlah aku akan makan sendiri " Ucap Nielsen dengan langsung mengambil kotak makanam yang berada di nampang yang pegang seorang perawat



" *Maafkan kami tuan harus membohongimu seperti ini , namun kesehatan dan keselamatan tuan pun jauh lebih penting bagi kami " Bathin seorang perawat*



Meskipun bukan pertama kalinya bagi mereka untuk merawat dan mengurus Anne, namun melihat malaikat maut yang berada di hadapan mereka



Membuat semuanya kehilangan harapan atas Anne, rumah sakit milik Keluarga Middelman ini terkenal dengan peralatan kesehatan canggih yang mereka miliki



Namun hingga saat ini, tak ada satu pun alat yang bisa menolong untuk mengembalikan Anne kepada Nielsen



" Aku hampir saja menyerah pada dirimu, tolong jangan biarkan aku menyerah, kau tahu kaulah cintaku, kaulah nafasku, apa kau tak pernah berpikir apa yang akan terjadi padaku, jika kau tak ada disampingku? " Bisik Nielsen tepat di daun telinga milik Anne



" Kau tahu aku sangat membutuhkan, apakah kau akan tetap menyakitiku dan meninggalkanku? tolonglah kali ini saja, jangan pergi! Jika aku menyebut namamu seperti lagu, apakah kau akan tinggal? Lihatlah bagaimana keadaanku saat menangisimu, kali ini saja jangan pergi dan tolonglah tetap tinggal! " Ucap Nielsen dengan suara yang bergema di dalam ruangan tempat Anne diletakkan



" Tuan, apakah itu sebuah puisi? " Tanya seorang perawat yang berada disana



" Bukan, itu adalah lirik lagu kesukaan Anne, ia selalu menyanyikannya ketika akan membujuk putra kami untuk tidur " Jawab Nielsen



" Istri anda sangat manis tuan " Balas perawat itu



" Memang seperti itulah dia, istriku yang malang karena begitu mencintaiku " Lanjut Nielsen



Author, ga kuat nulisnya kok jadi mewek dimana-mana, ga nyangka aja kalau sampai ada di dunia nyata gitu, astaga air mata author, tolong dikembalikan 😭

__ADS_1


Jangan Lupa Like, Coment dan Vote dong!


Biar author semakin bersemangat untuk nge-Up tiap hari, mumpung udah ga sibuk2 banget ni 💜


__ADS_2