
" Selamat pagi Tuan " Sapa Anne kepada Nielsen
" Hhhmm lo nyapa gue " Tanya Nielsen
" Bukan tuan, tapi pak Max " Jawab Kerry tersenyum dan terlihat lesung pipi miliknya.
" Oh Lord, Gadis ini dia menyimpan banyak misteri di dalam dirinya! lesungnya, senyumnya! Ampun dah Ga kuat " Bathin Nielsen
" Tuan, Nielsen, woy " panggil Max geram
" Ah iya iya " Jawab Nielsen
" Apa yg anda pikirkan Tuan " Tanya Max
" Anda ini Max atau Mark pencipta Facebook, pertanyaanmu seperti beranda Fb " Jawab Nielsen menggoda Max
" sejak kapan kau seperti ini " Bisik Max di telinga Nielsen
Nielsen hanya terdiam, setelah memikirkannya tingkahnya.
" Astaga, memalukan sekali bukan! bertingkah seperti seorang yg sedang caper " Bathin Nielsen
" Maaf, aku hanya sedang ingin bercanda, jika kau tak ingin maka sudahlah " Jawab Nielsen dengan tertunduk
" Apa ada dengannya akhir² ini " Gumam Max
" Baiklah kami sudah siap " Sahut sarah yang berjalan dari dapur bersama Anne
" Baiklah, ayo kita pergi " Ajak Max
Mereka pun berjalan menuju mobil Max, karena Sarah menemani Max di kursi depan, maka otomatis Anne dan Nielsen duduk di kursi tengah.
Max pun melajukan mobilnya, seisi mobil terdiam tak bersuara, Nielsen dan Anne hanya memandang keluar dari jendela masing².
Sedangkan Max dan sarah saling menatap, melihat tingkah keduanya.
" Ada yg ingin dibeli Anne dan Nielsen" Tanya Max saat berada di depan sebuah supermaket
" Tidak ada " Jawab Anne dan Nielsen serentak
" Ada apa dengan kalian, apa kalian sedang marahan " Tanya Max
" Tidak, tidak ada " jawab keduanya
__ADS_1
" Aku bisa kehabisan akal jika berlama-lama dengan kalian berdua " Ucap Max menggelengkan kepalanya.
" Turunkan aku " Ucap Anne dan Nielsen
" Ada apa ini, Tuan? Anne ? Ada apa ini ? " Tanya Sarah
" Turunkan saja " Teriak Anne dan Nielsen.
Max pun dengan tiba2 mengerem mobilnya dan berhenti.
Nielsen balik dan memandangi wajah Anne, begitu juga dengan Anne
" Kalian turunlah, jika itu mau kalian tetapi jangan coba² menggangu kencanku dengan Sarah " Ucap Max emosi
" Maafkan aku, lanjutkanlah perjalanannya pak " Ucap Anne tertunduk
" Hhhmmm " Sahut Max
Sarah yg melihat tingkah Max hanya tersenyum karena memahami maksudnya bertingkah seperti itu.
Anne dan Nielsen hanya terdiam, tanpa berkata apapun hingga mereka pun tiba di sebuah pantai.
" Wah pantai yg indah Max " ucap Sarah terkagum
" Tentu saja aku menyukainya, Terimakasih " Jawab Sarah sembari memegangi lengan max
Sementara Anne dan Nielsen yg terduduk diam di pondok hanya menelan saliva mereka ketika melihat tingkah Sarah dan Max
" Mereka terlihat sangat manis " Gumam Anne
" Apa katamu " Sahut Nielsen kepada Anne
" aku bilang mereka sangat manis bersama " Ucap Anne lalu berdiri berjalan mendekati tepi pantai untuk bermain ombak
" Kita juga bisa seperti itu, tapi kau! apakah kau sudi menerimaku! Hhmm Lihatlah tingkahmu, kau sangat imut untuk wanita seumuranmu " Bathin Nielsen
Nielsen pun tersenyum melihat Anne yg berlari-larian di tepi pantai.
" Sayang " Panggil seorang wanita ke arah Nielsen
Nielsen pun membalikkan wajahnya dan menatap ke arah suara tersebut, matanya pun terbalak mendapati bahwa wanita itu adalah Zee
" Apa yg dilakukannya disini sih, Ah sialan! " Gerutu Nielsen
__ADS_1
" Sayang apa yg lakukan disini, bukannya hari ini kau berjanji untuk menemuiku " Ucap Zee
" Siapa yg berjanji padamu " Tanya Nielsen
" Dirimu sayang " Ucap Zee sembari menyentuh dada milik Nielsen dan mencium bibirnya
Anne yg sedang berlarian di pinggir pantai pun berhenti dan berdiri mentap ke arah Nielsen
" Dasar pria itu, ku kira dia sudah berubah ternyata sama saja, berciuman pun di muka umum, Cihhh tak punya malu " Ucap Anne
" Lepaskan aku dasar kau tak punya malu " Teriak Nielsen sembari melepaskan ciuman Zee
Anne sudah berlari pergi setelah melihat perbuatan mereka.
" Kenapa ini, kenapa hatiku rasanya sakit setelah melihatnya berciuman dengan wanita lain, apa ini air mata apa ini " Gumam Anne lalu pergi mencari taxi dan pulang ke rumahnya.
Max dan Sarah tak mengetahui kejadian yg baru saja terjadi.
Saat kembali ke pondok, yg terlihat hanyalah Zee dan Nielsen
" Dimana Anne " tanya Sarah
" Wanita itu, dia sudah pergi sejak tadi saat melihatku mencium Nielsen " Ucap Zee
" Apa, kau sungguh tak memiliki rasa malu " Ucap Sarah lalu berlari pergi untuk mencari Anne
" Nielsen kau, arhghghh " Ucap Max geram dan berlari mengejar Sarah
" sepertinya dia sudah pulang Max " Ucap Sarah kembali kepada Max
" Ya sudah, apa kita pulang saja " tany Max pada sarah
" Disini aja max, nanti kalau kita balik Anne akan marah padaku " Jawab Sarah
" Baiklah, ayo ke pondok aku ingin makan disuapimu " Ucap Max manja kepada Sarah
" Astaga sejak kapan aspri CEO seperti ini " Balas sarah tersenyum melihat tingkah Max
Minta Votenya Kak
__ADS_1