
" Kenapa pass dia ngomongin tentang selaput darah dan suami sah, hatiku terasa sakit ya " Gumam Anne
" Kopinya sangat lama, apa kau tertidur disini sejak tadi " Tanya Nielsen menyadarkan Anne yang terbenggong.
" Oh ini kopinya, silahkan pak, maafkan aku " Jawab Anne lalu membalikkan badannya dan berjalan menuju kamarnya.
" Maafkan aku An! tetapi aku pastikan bahwa aku akan memberikanmu keadilan dan membayar semua salahku padamu " Gumam Nielsen yang sejak tadi telah mendengar percakapan Anne dan Sarah.
" Rasanya sangat sakit jika mengigat kenangan pahit itu, tetapi pria itu kini selalu berada di sampingku, apa yang harus ku lakukan, hhhmm sepertinya aku harus menerima tawaran sebagai asprinya " Gumam Anne
Anne pun berjalan turun ke ruang tamu untuk menemui Nielsen.
" eh Pak Max, dimana pak Nielsen? " Tanya Anne
" Oh dia baru saja berjalan keluar " Jawab Max
Anne pun mengejar Nielsen keluar, untungnya Nielsen belum melajukan mobilnya.
" Pak, Pak " Panggil dari luar kaca mobil milik Nielsen
" Ada apa An " Tanya Nielsen dari dalam mobil
" Aku terima tawaran bapak untuk menjadi aspri bapak " Jawab Anne
" Benarkah " Tanya Nielsen dengan wajah tersenyum
" Mmmm " Jawab Anne dengan mengangguk
" Ahh baiklah, mulailah bekerja di hari senin, aku pergi dulu " Ucap Nielsen lalu melajukan mobilnya.
" Dengan Kau menjadi aspriku, maka sangat muda bagiku untuk membuat kau mencitaiku " Bathin Nielsen
" Hhhmm setidaknya aku memiliki pekerjaan dan juga bisa memastikan bahwa perasaanku ini salah, bahwa aku tak mungkin mencintainya "Bathin Anne
Anne pun berjalan masuk kembali ke rumahnya " Anne apa kau bertemu dengannya " Tanya Max yang melihat Anne berjalan kembali
" Ah iya sudah, kami sudah bertemu " jawab Anne sembari duduk ke sofa.
" Baiklah jika seperti itu, Aku dan Sarah akan tinggal di apartemenku, agar mempermudah kami untuk mengurus segalanya " Sahut Max
" Itu sangat tepat pak, lagipula dia adalah istrimu, tak ada salahnya kalian seatap " Jawab Anne
Terlihat Sarah berjalan menuruni tangga dengan membawa koper miliknya.
__ADS_1
" Kau sudah siap Sayang " Tanya Max kepada Sarah
" Ya sudah max " jawab Sarah menyerahkan kopernya kepada Max
" Sar, jaga dirimu dan Max ya! Jangan biarkan wanita lain merebutnya darimu, jika gue tahu kepala lo gue asapin " Ucap Anne kepada Sarah
" Ya ga bakal lah, Btw makasih An untuk segalanya dan maafin gue ya kalau ada salah yang gue sengajain atau ga ya, mobil lo udah jadi tu ambil gih sana " Ucap Sarah dengan mata berkaca-kaca
" Benaran Sar? Makasih Sar! Duh udah deh, nanti bakal ketemu juga kok, ga usah sok macam kita bakal berpisah selamanya aja " Balas Anne memeluk Sarah
" Ayo istriku, kita harus ke kantor untuk merapikan ruanganku bagi aspri selanjutnya " Sahut Max
" Baiklah, An kami pergi dulu! Sampai jumpa " Ucap Sarah yang berjalan keluar bersama Max
Anne hanya menatap kepergian mereka.
" Astaga, hidupku sangat sepi, semua sahabat gue udah menemukan kebahagiaan mereka, entah kapan waktunya bagiku " Gumam Anne lalu merebahkan tubuhnya ke atas sofa
Drrrtttt
Drrrtttt
" Halo " sahut Anne menjawab panggilan di teleponnya.
" Hishhhh main perintah2 aja, Baiklah aku akan mandi dulu " Gumam Anne lalu dengan segera berlari menuju kamarnya untuk bersiap.
Setelah bersiap Anne pun menunggu kedatangan Nielsen yang akan menjemputnya.
ting tong, bel rumah Anne berbunyi, Anne pun berlari dan membuka pintu.
" Ayo cepat " Ucap Nielsen menarik tangan Anne dan berjalan menuju mobil.
" Pak, sebentar apa yang harus aku lakukan? " Tanya Anne kebinggungan
" Kau hanya akan melakukan apapun yang ku perintahkan " Jawab Nielsen
" Baiklah, kalau begitu boss " Balas Anne
Nielsen pun melajukan mobilnya hingga berhenti di sebuah Cafe ternama di kota itu.
" Aku turun ya " Ucap Anne lalu turun dari mobil Nielsen
" Mmmm dia sangat menggemaskan " gumam Nielsen sambil berjalan mengejari Anne dari belakang.
__ADS_1
" Sebelah sini " Sahut seorang pria paruh baya yang adalah klien Nielsen
" Eh itu mereka " Ucap Nielsen kepada Anne
" Selamat sore pak Jhonny, apa kalian sudah lama " Tanya Nielsen
" Oh tidak, kami pun baru tiba " Jawab jhonny
" Syukurlah jika seperti itu " Balas Nielsen
" Tuan Nielsen ini adalah putraku Alex Kamphuis " Ucap Jhonny
" Hallo Alex, apakabar, Aku Nielsen Middelman CEO dari Perusahaan Middelman " Balas Nielsen
" Tuan, apakah wanita ini adalah istrimu? Tanya Jhonny
Nielsen pun terdiam dan tak menjawab apapun
" Hai, perkenalkan Aku Anne Smith, Assisten Pribadi Tuan Nielsen " Jawab Anne
" Assisten, berarti aku masih memiliki kesempatan " Gumam Alex
Nielsen yang melihat tingkah Alex menjadi geram.
" Baiklah, silahkan pesan tuan, kami sudah memesan punya kami " Ucap Jhonny
" Baikalh, Anne tolong pesankan punyaku yang sama sepertimu saja " Sahut Nielsen
" Baik Tuan " Balas Anne
" Anne, kau ingin memesan apa? Biar aku yang akan memesankannya " Sahut Aĺex
" Benarkah Tuan, Baiklah! Kami memesan lasagna dan 1 anggur putih juga 1 es lipton " Balas Anne
" Baiklah kau tunggulah " Ucap Alex lalu berjalan pergi untuk memesankan makanan bagi Anne dan Nielsen
" Sialan, aku bisa apa sekarang? Aku tak boleh membiarkan Anne jatuh ke dalam pelukan Pria keparat ini " Bathin Nielsen yang membara melihat tingkah Alex kepada Anne
" Minta Votenya Kaka "
🧡🧡🧡🧡🧡
__ADS_1