
Setelah memberikan sarapan kepada Miracle, Anne membawa Miracle dan meletakkanya di ranjang yang berada di ruangan itu agar ia dapat juga menikmati sarapan paginya
" Ann, apa kalian baik-baik saja? " Tanya Erik kembali lagi kepada Anne
" Iya papa, kami berdua sudah baik-baik saja " Jawab Anne
" Ngomong-ngomong pa, aku bangunin Nielsen dulu. Jangan kesiangan tidurnya nanti makin lelah " Ucap Anne, lalu ia pun bangkit dari kursinya dan berjalan menuju kamar tamu
" Anne, Anne! Sifatmu inilah yang membuat papa tak ingin kehilangan seorang menantu yang perhatian sepertimu, sekalipun banyak sekali cobaan yang kalian hadapi, tetapi cinta kalian selalu menyatukan kedua insan ini kembali " Gumam Erik
Sementara di dalam kamar Anne terkejut, karena tidak mendapati Nielsen disana
Ketika hendak berbalik, Anne hanya dapat membalakkan matanya dan menelan salivanya, melihat Nielsen yang baru saja keluar dari kamar mandi
" Sudah selesai melototnya? " Tanya Nielsen dengan berjalan mendekati Anne
DEG
DEG
DEG
" Apa ini, kenapa detak jantungku berdebar sangat kencang, aku bahkan melihat tubuh itu setiap saat. Namun mengapa kali ini aku berdebar? " Bathin Anne
" Sayang " Bisik Nielsen di telinga Anne
__ADS_1
Anne pun mematung merasakan panas disekujur tubuhnya, bulu kuduknya pun berdiri detak jantungnya pun semakin berdetak kencang
" Hhhmmm " Sahut Anne
" Aku ingin sarapan " Bisik Nielsen
" Kau ingin sarapan? " Tanya Anne dengan melototi wajahnya
" Hmmmm " Sahut Nielsen
" Boleh, kalau kau ingin sarapan maka kenakan pakaianmu dan keluarlah untuk sarapan bersamaku dan papa, ingat, kami menunggumu " Ucap Anne kepada Nielsen dengan cepat-cepat meninggalkan kamar itu
" Ohhh..... rupanya begini cara halusmu menolak diriku istriku, akan kupastikan malam ini kau takkan menikmati tidurmu walau hanya sedetik " Bathin Nielsen
" Untung saja, jika tidak maka aku tak tahu apa yang akan dilakukannya padaku disana dan papa akan menunggu sangat lama di meja makan, lagipula aku belum mandi, aishhhhh " Bathin Anne dengan terus mengelus-elus dadanya
" Anne ada apa denganmu, mengapa kau terlihat pucat? " Tanya Erik mengagetkan Anne
" Astaga papa, bikin kaget saja! Aku tadi melihat kecoa terbang di kamar dan itu sangat menakutkanku pa " Jawab Anne kepada Erik
" Astaga, lalu dimana Nielsen kenapa dia tak bersamamu? " Tanya Erik kembali kepada Anne
" Tadi sewaktu aku ke kamar, tapi sepertinya Nielsen sedang mandi pa, sebentar lagi dia pasti akan keluar pa " Jawab Anne
" Aku disini pa " Seru Nielsen sambil berjalan mendekati meja makan
__ADS_1
" Ehhh nak, apakah tidurmu cukup? ku dengar dari Anne katanya kau kelelaha " Ucap Erik
" Papa, aku sangat lelah dibuat Anne! Berbagai gaya kulakukan atas permintaannya " Balas Nielsen
Sedangkan Erik dan Anne terkejut dan membalakkan kedua mata mereka, terheran-heran dengan ucapan Nielsen
" Apa maksudmu berbagai gaya nak? " Tanya Erik yang kebingungan dengan pernyataan Nielsen
" Gaya I " Ucap Nielsen terheti
" Ahh hhhmm itu pa, maksud Nielsen sewaktu Anne dirawat di rumah sakit, Nielsen sudah mencoba berbagai cara agar dia bisa tertidur namun tak pernah ada satu pun dari gaya itu yang berhasil pa " Jawab Anne, memotong pembicaraan Nielsen
" Benarkah Nielsen? " Tanya Erik
" Sepertinya pa " Jawab Nielsen
" Heee apa maksud kalian " Ucap Erik kebingungan
" Sudahlah pak jangan dipikirkan lagi, nanti papa bisa sakit kalau terus memikirkan hal yang tak penting itu pa " Lanjut Nielsen
**Jangan Lupa untuk : Like, Coment dan Vote readers 💗**
__ADS_1