Wanita Malam Itu,Milikku!

Wanita Malam Itu,Milikku!
Episode 182


__ADS_3

" Apa itu harus pa? " Tanya Nielsen


" Tentu harus, istrimu lebih membutuhkan dirimu nak, bila perlu carilah asisten rumah tangga untuk kalian, agar Anne benar-benar bisa fokus untuk pemulihannya dan juga Miracle " Jawab Erik


" Tapi pa, ini rasanya sangat canggung bagi Nielsen " Balas Nielsen


" Canggung? Kenapa bisa seperti itu? " Tanya Erik kepada Nielsen


" Entah mengapa Nielsen merasa begitu jauh dengan Anne pa! " Jawab Nielsen


" Nak, dia adalah istrimu apapun yang terjadi itu sudah berlalu, seharusnya kamu harus belajar untuk lebih peka terhadap segalanya, masa cintamu kepadamu kalah dengan rasa canggungmu " Ucap Erik


" Ahh sudah, kau masuklah Nak! Nanti papa akan kembali besok untuk menjenguk kalian " Lanjut Erik dan ia pun kembali masuk ke dalam mobilnya dan melaju pergi


Dengan segera Nielsen melangkah menuju rumah, sesampainya disana ia melihat Anne sedang duduk menemani Miracle yang terbaring pulas di sofa


" Hey " Seru Nielsen


" Hey " Sahut Anne


" Aku akan menidurkan Miracle ke kamar " Ucap Nielsen


" Baiklah, tolong berhati-hatilah, agar ia tidak terbangun dari tidurnya " Balas Anne


Nielsen pun dengan segera menggedong Miracle dan membawanya ke kamar


" Hhmmm dia ada pria yang begitu ku cintai, hingga hampir saja merenggut nyawaku meninggalkan putraku, dasar kau Anne " Gumam Anne


Anne pun berusaha bangkit dari kursi rodanya, untuk menuju dapur karena sudah sangat lama baginya tak merasakan suasana dapurnya


" Dapurku masih terlihat sama, tak ada yang berubah! " Ucap Anne

__ADS_1


" Memangnya siapa yang akan mengubahnya? Lalu siapa yang menyuruhmu untuk meninggalkan kursi rodamu? " Tanya Nielsen dengan nada terdengar


" A...aku aku aku " Ucap Anne gugup


" Apa kini kau pun lupa bagaimana caranya untuk berbicara yang baik dan benar? " Tanya Nielsen


" Hmm aku hanya merindukan suasana dapur Niels " Jawab Anne


" Kau merindukan suasana dapur? " Tanya Nielsen dengan mulai berjalan mendekati Anne


DEG


DEG


DEG


DEG


" Tidak! " Teriak Anne lalu ia pun mendorong tubuh Nielsen dan berlarian pergi kembali ke kursi rodanya


" Hhmm " Gumam Nielsen dengan wajah smirk


" Astaga aku hampir saja mati berdiri dibuatnya " Bathin Anne


" Katakan padaku, apa alasannya kau merindukan dapur? " Tanya Nielsen kembali kepada Anne


" Apa kau tuli akan ucapan dokter, jangan membuat kepalaku sakit, jika itu sampai terjadi aku akan kembali ke rumah sakit " Jawab Anne


" Terus saja ucapkan itu, teriak sepuasmu agar Miracle terbangun " Balas Nielsen


" Jawab aku, mengapa kau merindukan dapurmu? " Tanya Nielsen dengan nada suara yang semakin tinggi

__ADS_1


" Aku.. " Ucap Anne terputus


" Aku apa? " Tanya Nielsen


Anne pun hanya terdiam, ia tak tahu apa yang harus dikatakan untuk menjawab pertanyaan Nielsen


" Aku apa? Aku bodoh? Aku terlalu berpikiran pendek? Aku tidak memiliki komunikasi yang baik? Aku kalah dalam mempertahankan perasaanku? " Tanya Nielsen dengan terus mempermainkan emosi Anne


" Katakan Anne, Jawab aku, Apa kini kau tuli? " Tanya Nielsen kembali


" Ya, aku tuli! " Jawab Anne


" Hhhmmm, jadi kau tak ingin menjawab pertanyaanku " Ucap Nielsen dengan berjalan menuju dapur lalu membuat kopi untuknya, harum semerbak kopi dari dapur membuat seluruh rumah itu beraroma kopi


" Jadi kau tak akan menjawabku, mengapa kau merindukan dapurmu? Baiklah aku takkan memaksa, karena mulai besok, kau tak akan mengginjakkan kakimu itu di dapurmu " Ucap Nielsen


" Apa maksudmu Nielsen, kenapa kau berkata seperti itu? " Tanya Anne binggungan


" Apakah kau menjawab pertanyaanku Anne? " Tanya Nielsen


" Tidak, maksudku belum " Jawab Anne


" Belum? Wah lihatlah sekarang kau memberikan pertanyaan diatas pertanyaan " Balas Nielsen




" Jangan Lupa Untuk Like, Coment dan Vote "


__ADS_1


" Love Yall 💜"


__ADS_2