
- Anne hanya menunduk dengan wajah yang ditutupi oleh kedua tangannya sembari menangis terisak-isak
》 Ne, lu ada apa ne? tanya sarah
* Gue bilang berhenti gak, Ucap Jesse yang berjalan dari jauh
- Anne semakin mengencangkan suara tangisannya.
* Eh budeg lu gak denger? lo nangis lagi gue gampar lo dengan teplek gue ini, Ucap Jesse gemas
》 papaan sih lo Jes, Anne lagi nangis juga, Ucap Sarah
* Eh sar, gue kasi tahu lo ya, org kalau nangis lu jangan pasang wajah memelas dan sok belain mereka, nanti jadi kebiasaan mereka jadi tukang cenggeng, mending lo jahatin dia, biar sisi jahatnya terlihat dan orang yang membuatnya bersedih pun kena balasannya, Ucap Jesse
》 Wah kece lu, Jess Sahut Sarah
- Anne yang mendengar perkataan Jesse pun membuang pil anti mabuknya dan berjalan masuk kembali ke dalam Club W
* Nah lo liatkan, tadi kalau lu pasang wajah memelas, mana mau dia bgt, Sahut Jesse
》 Eh kita ikutin Anne dari belakang, Ucap Sarah
- Jesse dan Sarah pun membutututi Anne dari belakang, terlihat Anne berjalan dan langsung duduk di meja Nielsen dan mengangkat botol minuman yang ada di depannya dan meminumnya dalam sekali teguk.
- Jesse dan Sarah yang melihat tingkah sahabat mereka itu pun terheran-heran dengan mata terbalak
* What theeee arrghhh, ***** lo An, ngapain sih lo? mao bunuh diri, *****! Teriak Jesse
__ADS_1
》 Jes, emang dia sekuat itu ya? Tanya Sarah
* Tau ni, apa dia sudah sejago itu, Ucap Jesse
- Nielsen yang melihat Anne pun dibuatnya terbalak.
• Shit, wanita ini selalu mengagetkanku, Bathin Nielsen
" Apa? apa kau akan memanggilku dengan panggilanmu itu lagi Tuan? Apa kau akan memanggilku dengan sebutan wanita malam lagi? Ucap Anne sambil menahan tangisnya
- Ternyata di meja selain Nielsen ada Raphael dan Max, Sarah dan Jesse yang melihatnya pun semakin terbalak
》 Max, Ucap Sarah
* Raphael, Ucap Jesse
" Hhhmm apa anda tak menyadarinya Tuan, bahwa kaulah penyebab semua orang memanggilku, Wanita malam, Ucap Anne
- Ketika akan melanjutkan perkatannya, tiba² mulut Anne dibungkam dengan telapak tangan milik Nielsen dan menariknya ke luar Club menuju parkiran
- Seketika Jesse, Sarah, Rapahel dan Max pun mengikuti mereka dari belakang.
" Lepaskan aku dari tangan kotor milikmu, Cihhhh jika saja aku tahu, takkan pernah ku cabut tuntutanku, Dasar pria kotor! Ucap Anne
• Hey kau wanita malam, Ucap Nielsen
" Biada** Kau! Kau panggil aku begitu lagi akan ku permalukan dirimu sendiri, Pria arogan, Egois, berhati binatang buas dan tak memiliki rasa kemanusiaan, pantas saja hidupmu terlihat menyedihkan! Ucap Anne
__ADS_1
• Kau, wanita malam! tutup mulutmu! Bentak Nielsen
" Hahaha, kau pikir aku takut? apa yang tidak pernah kau lakukan padaku? Merengut kesucianku? Bahkan Hampir merengut Nyawaku! Ucap Anne
PLAK
PLAK
PLAK
PLAK
- Berlapis-lapis tamparan pun mendarat di pipi halus milik Anne, mata sahabat² mereka pun terbuka lebar melihat apa yang diperbuat Nielsen kepada Anne.
▪︎ Nielsen apa kau kehabisan akal? Ucap Raphael.
" Biarkan Tuan, biarkan Pria ini melakukannya karena itu membuktikan bahwa apa yang ku katakan adalah kebenaran, Kita takkan pernah selesai hingga disini, Jika anda berpikir untuk memecat saya, tidak perlu, Karena saya akan berhenti dengan sendiri, Ucap Anne lalu berjalan ke arah Jesse dan Sarah
- Terlihat Raphael dan Max menarik napas yang sangat dalan.
▪︎ Jika saja kau bukan sahabatku, takkan ku biarkan kau menyakiti sahabat wanita pujaanku, Bathin Raphael
) Jika saja kau bukan Bossku, takkan ku biarkan kau menyakiti sahabat wanita yang aku cintai, Bathin Max
- Sementara itu Anne hanya terdiam menahan rasa sakit di pipinya akibat tamparan Nielsen
" Dia benar2 bukan manusia, dia adalah iblis, bahkan menampar wanita pun dia tak merasa berdosa, apa dia lahir dari lubang batu ya! Gumam Anne
__ADS_1