
Mengenang segalanya membuat Nielsen sadar, akan apa yang harus dilakukannya
Dengan segera ia mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan singkat kepada Anne
๐ค To : Anne ๐งก
Aku telah berpikir dan aku telah mendapatkan jawabannya.
Miracle's Dad
" Pulanglah Ann, kini aku sadar betapa aku tak bisa tanpamu " Gumam Nielsen
Dengan segera ia melangkahkan kakinya yang panjang dan keluar meninggalkan restaurat, lalu melajukan mobilnya pergi, dengan harapan Anne dan Miracle akan cepat kembali kepadanya
Sementara di Negara B, Anne sedang disibukkan dengan mengurus dan bermain bersama Miracle, tak lama kemudian terdengar suara deringan dari ponselnya
๐ฅ From : Nielsen ๐งก
Aku telah berpikir dan aku telah mendapatkan jawabannya.
Miracle's Dad
Seketika pun muncullah senyuman tipis di wajah Anne, setelah mengetahui isi pesan yand dikirimkan oleh Nielsen, Anne pun memanggil-manggil Jessica sahabatnya
" Jess, Jess " Seru Anne memanggil sahabatnya Jesicca
" Apaan Ann? " Sahut Jessica sembari berjalan mendekati Anne
" Ini silahkan, kau lihat sendiri Jess " Ucap Anne, sambil menyodorkan ponselnya kepada Jessica
" Seriusan ini Anne? ini juga kalian baru juga tiba disini. Sudah harus balik lagi Ann " Tanya Jessica wajah tak percaya
" Entahlah Jess, tapi aku telah berjanji bahwa aku akan memberinya waktu untuk berpikir dan ia telah melakukannya, jadi ini adalah bagianku untuk menepati janjiku, bahwa aku dan Miracle akan kembali kepadanya untuk mendengar segala keputusan yang telah diambilnya " Lanjut Anne
" Anne, kau selalu memiliki jawaban untuk setiap pertanyaan kami, tapi kamu harus berjanji kepadaku tentang satu hal, bahwa apapun yang akan Nielsen katakan padamu, entah itu baik atau buruk, tolong beritahukan padaku agar aku tak cemas memikirkanmu disini, apa kau bersedia Nyonya Middelman? " Tanya Jessica
__ADS_1
" Ya, Aku janji Jessica! Apapun keputusannya, aku pastikan untuk memberitahumu " Jawab Anne
" Baiklah kalau begitu Ann, aku akan segera menghubungi Raphael, agar dia bisa mengatur jadwal penerbangan kembali kalian ke Negara A " Seru Jessica dengan mulai mengotak-atik ponselnya
Setelah berbicara dengan Jessica, Anne pun menghubungi Erik untuk memberitahukan segalanya tentang Nielsen dan membahas tentang kepulangannya bersama Miracle kembali ke Negara A
๐ค To : Nielsen ๐งก
Baiklah, senang mendengarnya jika kau telah mendapatkan jawabannya.
Miracle's Mom
Balas Anne kepada Nielsen dengan degupan kencang di dadanya
" Astaga kenapa aku gugup, seperti ini " Gumam Anne
๐ฅ From : Anne ๐งก
Baiklah, senang mendengarnya jika kau telah mendapatkan jawabannya.
Miracle's Mom
Tak lama kemudian, terdengar suara mobil memasuki area parkir halaman rumah, Nielsen semakin salah tingkah dan gugup
" Nielsen " Seru Erik dari balik pintu
" Itu papa rupanya " Gumam Nielsen dengan berjalan pergi untuk membukakan pintu bagi Erik
" Apa yang terjadi denganmu, kau terlihat pucat nak? " Tanya Erik, meskipun ia mengetahui jawabannya
" Pa, aku gugup dan kebinggugan " Jawab Nielsen
" Kenapa nak, ada apa, apa kau telah menghamili seseorang? " Tanya Erik
" Apa-paan ini pa, aku bingung karena tak lama lagi Anne akan pulang " Jawab Nielsen
__ADS_1
" Bukankah itu kabar baik, kenapa kau bingung? " Tanya Erik kembali
" Astaga pa, jangan menggodaku dengan semua pertanyaan konyolmu itu pa" Ucap Nielsen
" Apanya yang konyol Nielsen, papa juga kan tidak mengetahui maksud dari pembahasanmu ini, kenapa jadi menyalahkan papa " Balas Erik
" Pa, jadi Anne pergi membawa Miracle karena Nielsen meminta waktu untuk memikirkan segalanya " Lanjut Nielsen
" Apa? Kau gila ya Nielsen? Kau meminta waktu untuk memikirkan segalanya? yang benar saja kau! " Balas Erik dengan nada yang terdengar kaget
" Iya pa, aku salah " Ucap Nielsen
" Ya tentu saja kau salah, apakah sebelum menikahinya, kau tak berpikir bahwa hal seperti ini mungkin saja terjadi dalam bahtera rumah tangga kalian? " Tanya Erik membuat Nielsen semakin pucat
" Papa, aku akui aku salah " Jawab Nielsen kepada Erik
" Dasar kau memang payah! Lihatlah, kau bahkan terlihat pucat seprti seorang anak SD yang diminta maju ke depan kelas oleh gurunya " Balas Erik
" Apa maksud papa? " Tanya Nielsen
" Berhenti dengan sikap konyolmu ini, hentikan ini! Jika kau tak bersikap layaknya seorang ayah dan seorang suami, maka jangan salahkan papa, jika suatu saat kau akan kehilangan istri dan anakmu! " Jawab Erik, lalu ia pun membalikkan tubuhnya dan berlalu pergi
" Apa maksud papa " Gumam Nielsen
***Hello readers, apakabar? Semuanya sehatkan***?
***Tolong maafkan Author, yang sangat jarang meng-update novel ini, author sudah berusaha sebaik mungkin untuk membagi waktu author tapi author benar-benar sibuk dengan kerjaan dan juga kuliah online author***.
***Tetap semangat, dan jangan lupa untuk : Like, Coment dan Vote***
__ADS_1
**Love y'all ๐**