Wanita Malam Itu,Milikku!

Wanita Malam Itu,Milikku!
Episode 192


__ADS_3

" Kalian ini kenapa bertingkah aneh di pagi ini, ada apa sebenarnya yang kalian sembunyikan dari papa? " Tanya Erik yang dibuat bingung oleh mereka


" Tidak ada pa, memangnya kami terlihat aneh ya pa? " Tanya Anne kembali kepada Erik


" Ya lihat saja, tingkah kalian bahkan ketika papa bertanya kalian bahkan terlihat seperti sedang menyembuyikan sesuatu dari papa " Jawab Erik


" Tak ada ada yang kami sembunyikan dari papa, iya kan Niels " Balas Anne


" Mana ku tahu, itu kan pendapatmu Ann bukan aku " Ucap Nielsen


" Eh apa maksudmu Niels, kenapa semakin aneh sih " Lanjut Anne


" Lah kan memang kita baik- baik saja kan, lalu apa yang kau khawatirkan ketika mendengarku berkata seperti itu " Tanya Nielsen dengan nada menggoda kepada Anne


" Tau ahh, kau yang terlihat aneh! " Jawab Anne


" Lihatlah tingkah kalian, bahkan terlihat seperti sepasang anak SMA yang sedang jatuh cinta, apakah kalian lupa kalian bahkan sudah memiliki seorang anak " Lanjut Erik


" Astaga papa, apalagi ini pa kita tahu kok ihhh " Ucap Anne dengan salah tingkah


" Sudahlah papa malas berdebat dengan kalian, takkan ada habisnya " Lanjut Erik dengan menutupi percakapan mereka dengan mulai menikmati sarapannya yang tertunda ulah kedua anaknya


Suasana pun kembali hening, yang terdengar hanyalah suara sendok makan dan seruputan kopi dan aktifitas mengunyah mereka


" Dimana anakku? " Tanya Nielsen memecahkan keheningan diantara mereka


" Tuh " Jawab Anne dengan menunjuk ke arah ranjang dimanan dia meletakkan Miracle untuk bermain dengan permainannya

__ADS_1


" Sudah kau beri sarapan untuknya? " Tanya Nielsen kepada Anne lagi


" Tentu saja, apa kau pikir aku seorang ibu yang tega menelantarkan anaknya? " Jawab Anne


" Iya hampir saja " Balas Nielsen


" Apa kau bilang, beraninya dirimu berkata seperti itu dihadapanku Nielsen " Ucap Anne dengan melototi Nielsen dengan memegang pisau roti di tangannya


" Biasa saja bund, jangan terbawa emosi " Balas Nielsen dengan mengedipkan mata kepada Anne


" Awas saja kau, akan aku kurangi jatahmu mulai dari sekarang " Bathin Anne


" Kalian ini sudah seperti anak kecil saja, betapa menggemaskannya kalian ini " Gumam Erik


" Kami mendengarkan ucapanmu pa " Ucap Anne dan Nielsen secara bersamaan


" Papa " Seru Anne dan Nielsen bersamaan lagi


Erik semakin tertawa dibuat keduanya, meja makan pun kembali riuh dengan candaan dan tertawaan mereka


" Papa harap kalian terus seperti begini, tetapi jangan sampai kalian melupakan tanggung jawab kalian sebagai seorang ayah dan juga seorang ibu " Ucap Erik


" Iya pa, itu pasti " Balas Anne


" Baiklah, setelah sarapan papa akan langsung ke perusahaan kalian pikirkanlah langkah selanjutnya bagaimana " Ujar Erik


" Baiklah pa " Balas Nielsen

__ADS_1


" Oh iya putriku, jangan lupa apa yang telah papa sampaikan kepadamu tadi " Ucap Erik kepada Anne, untik mengigatkannya terkait dengan assisten rumah tangga


" Iya papa, Anne masih ingat kok " Jawab Anne


Setelah menyelesaikan sarapannya, Erik langsung pergi meninggalkan Nielsen dan Anne di meja makan


" Apa maksudmu tadi kepada papa Niels? " Tanya Anne kepada Nielsen


" Astaga kenapa jadi emosian anda! " Balas Nielsen


" Aku tidak emosian, aku hanya ingin klarifikasi darimu Niels " Ucap Anne


" Lah aku tidak memiliki maksud apa-apa kok, kenapa kamu menanggapinya dengan serius, relax santai kamu itu istri aku, jadi berhenti berpikiran yang aneh-aneh tentangku " Lanjut Nielsen dengan menyuapi Anne sepotong kue




***Guys, Jangan lupa mendukung author dengan cara : Like, Coment dan Vote***!



***Agar author semakin bersemangat dalam menulis dan menyelesaikan novel ini ๐Ÿ–***



***Love y'All ๐Ÿ’“๐Ÿ’—โค๐Ÿ’š๐Ÿงก***

__ADS_1


__ADS_2