
Brakk brakkk, Nielsen pun mengacak meja kerjanya.
" Ahhhh kepalaku sangat pusing, bisa gila aku" Teriak Nielsen dalam ruangan kerjanya.
Tak lama kemudian Max pun berjalan kembali untuk menghampiri Nielsen karena rapat akan segera dimulai
" Tuan, 10 menit lagi rapat akan dimulai" Ucap Max
" Baiklah, kita kesana" Jawab Nielsen lalu berjalan keluar ruangannya diikuti Max
Setelah melaksanakan rapat bersama kliennya, Nielsen dan Max pun berjalan kembali ke ruangannya.
" Max apakah kau juga, akan menyudutkanku seperti yg dilakukan mereka" Tanya Nielsen
" Nielsen, bahkan aku yg mendengar ucapan itu saja merasakan sakit, apalagi dirinya! Balas Max
" Hhmmmm semua ini memang salahku, Namun aku binggung bagaimana caranya meminta maaf " Ucap Nielsen
" Kau ini pria atau wanita " Tanya Max
" Apa maksudmu dengan pertanyaan seperti itu" Tanya Nielsen
"Coba pikirkan saja, kau sangat berani saat menyuruh anak buahmu menculiknya dari rumahnya dan bahkan membuka pakaian yg menutup tubuhnya, namun kini lihatlah dirimu, terlihat seperti seorang pria tak bermatabat" Jawab Max
" Kau benar Max, apa yg kau katakan dan dikatannya memang benar, aku bahkan tak berani memandangnya saat dia melihatku " Ucap Nielsen
" Baguslah jika kau mulai sadar, Ayo cari waktu dimana kau dapat betemu dengannya, dan mulailah berbicara padanya" Ucap Max
" Baiklah akan kulakukan" Balas Nielsen
" Baiklah, aku harus pergi! Kekasihku pasti sudah menantikanku untuk makan siang" Ucap Max
" Yayaya, pergilah " Sahut Nielsen lalu berjalan ke mejanya.
__ADS_1
******
Sementara di rumah, Anne telah bangun dari tidurnya dan duduk dengan segelas teh di teras depan rumah. Buibu yng selalu mengatakannya terlihat sedang berjalan di depan rumahnya.
" Lihatlah wanita itu, terlihat seperti tak ada dosa ya,dasar wanita malam" Ucap seorang ibu
" Buk, sebenarnya apa salah saya, sehingga kalian melakukan semua ini kepada saya, apa saya telah merebut suami kalian" Tanya Anne
" Cihhh lihatlah betapa beraninya dirinya berbicara tentang suami kita,apa yg kami inginkan adalah Kau segera pindah dari lingkungan kami ini, kami tak ingin selingkungan dengan sampah masyarakat sepertimu "Sahut seorang ibu kepada lainnya
" Ya Tuhan, apa salahku, sehingga mereka benar² membenciku" Bathin Anne
Dari kejauhan Nielsen hanya memandanginya dan mendengarkan percakapan mereka.
" Buk, aku tidak mungkin meninggalkan rumah ini bu, rumah ini adalah satu2nya peninggalan orgtuaku yg aku miliki saat ini, Balas Anne
" Jah kami gak peduli, intinya kami tak ingin seorang wanita malam berada di lingkungan kami" Balas seorang ibu
" Hentikan! Wanita Malam itu, Millikku! Teriak Nielsen yg berjalan dari kejauhan untuk menghampiri Anne
Anne hanya terdiam dan membalakkan matanya melihat bahwa pria itu adalah Nielsen.
" Apa gue sedang bermimpi, ga mungkin CEO bejat itu membelaku" Bathin Anne
" Ya akulah pria itu, pria yg selalu menggunakan jasanya untuk memuaskan hasratku, tanpa membayar sepeser pun dan mengembalikkannya ke rumahnya dengan hanya berselimut, karena aku tergila-gila pada tubuhnya, sehingga aku tak ingin mereka menutupinya dan aku dapat dengan leluasa menikmati kemolekan tubuhnya, Apa kalian sudah puas sekarang? PERGILAH DARI SINI, KALIAN SAMPAH MASYARAKAT! " Bentak Nielsen
Buibu dan Anne yang mendengarkan ucapan Nielsen hanya terbalak dengan mulut mengaga
" Apa yg kau lakukan pria jahanam, kau hanya memperkeruh suasana bagiku" Bathin Anne
Nielsen pun berjalan mendekati Anne, yang berdiri mematung disana
" Aku akan mengantarkanmu ke Club, kau bersiaplah" Ucap Nielsen sambil duduk di kursi teras rumah Anne
__ADS_1
" Tolong berikan aku segelas teh panas" Ucap Nielsen
Anne hanya menuruti permintaannya dengan mengambilkannya segelas teh lalu berjalan ke kamarnya untuk berganti pakaian
" Tuan, aku sudah siap" Ucap Anne yg telah selesai berganti pakaian
" Baiklah ayo kita jalan" Balas Nielsen lalu berjalan diikuti Anne
" Tumbeng hari ini dia baik sekali, pasti ada maunya" Bathin Anne
Nielsen pun melajukan mobilnya hingga parkir di depan Club, dengan segera Anne menukar pakaiannya dengan pakaian pelayan Club.
" Anne, disini" Panggil Sarah
" Sarah, lo ngapain disini" Tanya Anne sembari memeluk sarah
" Malam ini lo bakal nemenin gue minum kan " Tanya Sarah
" hhhmm lo paling tau, kalau gue ga bakal nolak permintaan lo" Ucap Anne
" Baiklah tunggu apa lagi, cepat ambilkan minumannya, untuk aku, Max kau dan tentunya Tuan CEO bejat itu" Balas Sarah
" Kok bisa minum bareng gini sih, Sar?" Tanya Anne
" Gapapa kok, An" Jawab Sarah
* ***Guys, Jangan Lupa untuk Like & Votenya*
Coment, yang membangun monggo!
Untuk perbaikan isi Novel dan juga memuaskan hati readers 🥰
Jangan Lupa Like dan Vote yang buanyakkkk.....
__ADS_1
'K HOU VAN JULLIE 🧡***