
- Keduanya pun dilarikan ke rumah sakit A dan segera ditangani oleh dokter. Max yang menerima informasi itu pun dengan cepat tiba di rumah sakit. Max berusaha untuk menemui dokter untuk mengetahui keadaan Nielsen dan Anne namun, dokter masih berada di ruang gawat darurat.
) Ada apa ini, mengapa mereka bisa seperti ini di saat yang bersamaan.
- Tak lama kemudian, lampu tanda gaeat darurat pun di padamkan, dokter yang menangani mereka pun keluar.
¤ Keluarga pasien, Panggil dokter
) Saya disini dok, Jawab Max
¤ Begini Tuan, yang pria mengalami luka sobek yg cukup dalam pada bagian belakang punggunya karena terhunus pisau, tapi sudah kami jahit, kini keadaannya baik² saja, Namun yang wanitanya kami tak dapat berkata-kata apa² tuan, karena hantaman keras yang mengenai kepala bagian belakang kecelakaan tempo lalu, membuatnya kini sedang koma, Baiklah tuan kami akan memindahkan mereka ke ruang rawat inap, kau boleh menjenguknya, Ucap dokter.
) Ya Tuhan apa ini, Tuan kau baik² saja sedangkan gadis itu, harus meregang nyawanya lagi, Ucap Max lesuh
- Tak lama kemudian Anne pun berlari masuk dengan nafas yang tak teratur.
》 Pak, pak tolong katakan padaku, bagaimana keadaan Anne, katakan padaku, Ucap Sarah sambil mendorong² tubuh Max
- Max hanya terdiam, tak tahu apa yang harus dijelaskannya pada sarah, Lalu Max pun menarik Sarah ke dalam pelukannya.
) Maafkan aku, tetapi temanmu mengalami koma, Ucap Max
》 Apa? Tanya Sarah lalu tubuhnya terjatuh ke atas lantai tak sadarkan diri
) Dokter, dokter tolong bantu aku, Panggil Max
- Dokter pun berlari menemui Max, lalu membawanya ke ruang gawat darurat untuk di baringkan di tempat tidur disana, hingga akhirnya sarah pun sadar.
》 Maafkan aku pak, aku hanya shock, pagi tadi aku baru berjanji pada Jesse akan selalu menjaganya namun inilah kenyataannya, Ucap Sarah terisak-isak
) Sudahlah kau jangan menangis lagi, sekarang bangunlah, kita harus menjenguk mereka, Ucap Max
__ADS_1
- Sarah pun turun dari tempat tidur dan berjalan bersama dengan Max menuju ruangan Nielsen dan Anne, T
ternyata disana Nielsen telah sadarkan diri.
) Tuan, Tuan sudah bangun, Ucap Max
• Hhhmm, bagaimana keadaan gadis itu, Tanya Nielsen
) Tuan, ucap Max sambil melihat ke tempat tidur Anne yang tepat di sebelah tempat tidur Nielsen.
• Kenapa Max, apa dia baik* saja? Kenapa dia belum sadar? tanya Nielsen
) Maaf Tuan, Menurut dokter dia mengalami koma karena hantaman keras mengenai kepala bagian belakang bekas kecelalaannya tempo lalu itu, Ucap Max sambil menunduk
• Ya Tuhan, semua salahku, Ucap Nielsen sambil mengacak rambutnya.
) Tuan, tolong jangan banyak bergerak, Luka anda pun belum sembuh total, Ucap Max
》 Ya Tuhan, Anne tolong maafkan aku, Hp gue low waktu lo nelpon gue, tolong bangunlah, jangan begini Ne, aduhh, Gerutu Saeah
- Tangis Sarah pun semakin menjadi-jadi, Max yang melihatnya pun berjalan mendekati dan memeluknya.
) Kamu yang sabar, jangan menyerah ya. Anne pasti akan bangun, Ucap Max
》 Bukan begitu pak, hanya saja dia baru sembuh minggu lalu, kini dia koma, apa tidak terlalu cepat pak? Ucap Sarah yang sedang kalut dalam kesedihan.
) Hhhmmm maafkan aku, Ucap Max
- Telah beberapa hari sejak komanya Anne, tubuhnya yang putih pun terlihat semakin pucat, bibirnya membiru dan terlihat pecah² layaknya mayat.
- Max pun menemui dokter dan bertanya soal keadaan Anne
__ADS_1
) Jadi bagaimana kondisinya dok? Tanya Max
¤ Maaf kami, dari tim medis sudah angkat tangan, karena mekihat kondisi denyut nadinya yg semakin melemah, jika bukan hari ini berarti besok Tuan, Jawab dokter
) Arghhhh apaan ini, anda seorang dokter mengapa dapat berkata seperti itu, Ucap Max sambil meraik kerah baju dokter itu
- Max hanya bisa menumbuk-numbuk tembok rumah sakit, Sarah yang mendengar hal itu pun berjalan mendekatinya.
》 Pak ada apa? Tanya Sarah
) Maafkan aku, sekarang kita hanya berdoa dan berpasrah kepada Tuhan untuk temanmu sar, Ucap Max sambil menundukkan kepalanya.
》 Apa yang kau katakan? TIDAK!!! teriak Sarah dan berlari mendekati tempat tidur Anne
- Nielsen yang melihat sikap sarah pun memanggil Max.
• Ada apa dengannya, katakan dengan cepat, Ucap Nielsen
) Maaf tuan tetapi menurut dokter Anne sudah tak dapat bertahan, jika bukan hari ini maka besok, belum menyelesaikan ucapannya Nielsen pun turun dan mendorong tubuh Max dari hadapan, Ada apa tuan, Tanya Max
• Kau pindahlah! Ucap Nielsen
- Nielsen pun berjalan compang camping dan menjatuhkan botol infusnya tepat di atas tubuh Anne.
• Hey kau Wanita Malam sialan? Ucap Nielsen
- Max dan Sarah hanya menatapi sikap Nielsen
• Hey lo budeg ya, gue sebut lo Wanita Malam, dan lo ga nampar gue wuhhh emang lu dasarnya penakut, cemen lo, nyali lo emang cetek, Btw gue bahagia banget udah ngerengut kesucian loe dan gue juga hampir ngerengut nyawa loe, dan kali ini hahhaha nyawa loe beneran akan terengut itu pun karena gue, gue ga becus ngebantuin lu, Gue bahagia banget akhirnya lo akan mati, Ucap Nielsen dengan wajah sinis, namun hatinya sedang menangis
\* **JANGAN LUPA LIKE DAN VOTENYA \*
__ADS_1
COMENT YANG MEMBANGUN, MONGGO**!