
Setelah berpelukan mereka pun berpisah, kini hanyalah Anne sendiri yang berdiri dan memandangi kepergian sahabat serta keluarganya dari jauh, hingga mobil mereka tak terlihat, lalu Anne pun masuk dan menutup pintu rumahnya.
****
Keesokan harinya saat Anne akan bersiap untuk bekerja, bel pintu rumahnya berbunyi, dengan segera Anne bergegas membukanya.
" Hhhmm siapa yang datang sepagi ini " Gumam Anne sambil membuka pintu rumahnya.
" Good morning bride to be " Ucap Sarah dan Jesse bersamaan, membuat Anne sangat terkejut.
" Astaga, kalian mengagetkanku sepagi ini " Sahut Anne sambil tersenyum dan menyambut kedua sahabatnya itu.
" An, mau kemana kamu? " Tanya Jesse dan Sarah dengan wajah kebingungan.
" Aku akan ke kantor untuk bekerja " Jawab Anne santai
" Astaga, mboknye seminggu lagi kau bakalan nikah, kok masih mikirin ke kantor sih " Gumam Jesse
" Lah emang kenapa Jess? " Tanya Anne kebingungan.
" Anneku, Cintaku, Sayangku, kita berdua itu datang kemari, buat nemanin kamu untuk mempersiapkan keperluanmu sayang " Jawab Jesse dengan nada gemas kepada Anne.
" Benarkah, tapi kalian tahu sendiri kan, bossku calon suamiku, aku juga kan tidak ingin disebut staf yang kerjanya makan gaji buta doang " Ucap Anne terbatah-batah
Ketika mereka sedang asik berbincang, tanpa sadar Nielsen tengah mendengarkan percakapan mereka.
" Hmmmm " Gumam Nielsen, membuat semua orang terkaget dan berbalik ke arahnya.
__ADS_1
" Nielsen " Sahut ketiganya spontan.
" Anne, kau belum ke kantor? " Tanya Nielsen menggoda Anne
" Ini udah siap kol, bentar lagi otw! " Jawab Anne.
" Hahaha, aku bercanda kok, apa yang disampaikan oleh kedua sahabatmu adalah kebenarannya, kau diliburkan hingga kita menikah " Ucap Nielsen sembari mengecup pucuk kepala Anne
Anne pin tertunduk malu dengan wajahnya yang terlihat merah merona seperti udang rebus.
" Astaga, berani sekali kau Niels! Beraninya kau melakukan ini dihadapan mereka, malunya aku! " Bathin Anne
" Cieee ciee ciee, hhhmmm Sarah, sepertinya kita berdua hanya menyewa di dunia ini, merekalah pemilik dunia ini sesungguhnya " Sahut Jesse menggoda Anne yang terlihat malu.
" Husshh, paan sih, malu tau " Balas Anne dengan nada sedikit berbisik kepada sahabatnya.
" Sar, liat deh Anne lagi malu, wkwkwkwkwk " Ucap Jesse sambil terbahak-bahak
" Sudahlah, hentikan godaan kalian terhadap calon istriku " Sahit Nielsen,menghancurkan keheningan diantara mereka.
" paan sih " Gumam Anne
" Habisnya kamu juga diam bae sih " Seru Nielsen
" Sudahlah, waktunya bermain telah habis, apa kalian tak membutuhkan kopi " Ucap Anne
" Mau banget " Jawab Sarah dan Jesse
__ADS_1
Setelah saling menggoda, mereka pun menuju ruang makan untuk membuat sarapan sebelum bergegas menuju WO yang telah dihubungi oleh Jesse dan Sarah.
" Ann, emang lu tau model baju pengantinmu? " Tanya Jesse dengan nada menggoda.
" Hentikan permainan licikmu ini Jes, aku sungguh mengenalmu " Balas Anne dengan nada gemas.
" Apakah kau sungguh-sungguh telah mengetahuinya Ann? " Tanya Jesse dengan wajah serius.
" Hentikan drama busuk kalian, aku tak tahan lagi " Ucap Sarah kepada Anne dan Jesse sambil terrawa terbahak-bahak
Tingkah ketiga sahabat ini membuat, Nielsen yang sedang menunggu mereka pun, berjalan menuju ruang makan dan melihat tingkah ketiganya.
" Ya Tuhan, calon istriku sungguh mempesona " Bathin Nielsen.
Anne yang sedang bercengkrama dengan kedua sahabatnya pun, menyadari kehadiran calon suaminya.
" Calon suamiku, terlihat sangat manis ketika sedang tenang, hahhaha apa yang kau pikirkan Anne " Bathin Anne
" Eh calon mempelai pria sedang berada disini " Ucap Jesse yang telah mengetahui kehadiran Nielsen.
" Duduklah mempelai pria, sarapan telah tersedia " Lanjut sarah sambil tersenyum lebar ke arah Anne yang sedang tersipu malu
" Baiklah, terimakasih putri-putri! Kalian sangat luarbiasa " Ucap Nielsen dengan wajah tersenyum.
Author POV : Beloved Readers, Thankyou!
Maafkan author yang menghilang hingga 2bulan, dikarenakan Laptop author yang rusak.
__ADS_1
Terimakasih Author hantarkan atas kesabarannya 🙏
Author usahakan untuk Up setiap harinya lagi 😇