
" Tuan Middelman " Seru dokter kembali menutup pintu ruangan
" Iya Dok " Sahut Erik
" Menantu anda sudah diperbolehkan untuk pulang, tetapi dengan satu syarat " Ucap Dokter
" Apa itu dok? " Tanya Erik dengan cemas
" Menantu anda harus kembali seminggu sekali, untuk melakukan pemeriksaan rutin " Jawab Dokter
" Huh... Baiklah dokter " Balas Erik dengan lega
Sementara disisi itu di kafetaria, Nielsen sedang menyeruput kopinya untuk menenangkan pikiran dan juga hatinya yang sedang kacau.
" Mengapa ini terasa canggung bagiku " Gumam Nielsen
" Apanya yang canggung? " Tanya Erik yang sedari tadi sudah berada disana, tanpa diketahui oleh Nielsen
" Tidak ada pa, ayo kita kembali ke ruangan Anne " Ajak Nielsen
Keduanya pun berjalan kembali menuju ruangan perawatan Anne
Di dalam ruangan Anne telah mengemasi segalanya, dibantu oleh perawat yang bersamanya
" Semuanya sudah beres? " Tanya Nielsen kepada mereka
" Tuan disini! Semuanya telah beres! " Jawab perawat kepada Nielsen
__ADS_1
" Baiklah, kalau begitu! Terimakasih sus " Balas Nielsen
Nielsen pun berjalan mendekati Anne dan Miracle
" Apa kau sudah siap, untuk kembali ke rumah kita? " Tanya Nielsen dengan nada yang terdengar gugup
" Tentu saja! " Jawab Anne dengan santai
" Bisa-bisanya kau, setelah apa yang perbuat padaku, kau masih sesantai ini padaku! " Bathin Nielsen
" Masih ada lagi yang kurang? " Tanya Erik, memecahkan kecanggungan diantara kedua
" Sepertinya menantu papa ini, sudah membereskan segalanya " Jawab Nielsen
" Benarkah itu Anne? " Tanya Erik kembali kepada Anne
" Baiklah, kalau begitu apa yang kalian tunggu? Ayo kita pulang! " Ajak Erik
Dengan mengendong tubuh munggil putranya, segera Anne pun turun dan duduk di kursi rodanua, lalu Nielsen pun endorongnya ke mobil dengan dibantu oleh asisten pribadi Erik yang membawa barang milik mereka.
" Apa sebaiknya papa saja yang mengendong Miracle, nanti di mobil barulah kau gendong lagi dia " Ucap Erik kepada Anne
" Terimakasih papa, tapi biarkanlah Anne yang mengendong Miracle ya pa! Toh kita sudah sampai di mobil" Seru Anne
" Kau ini, baiklah nak " Balas Erik, dengan melangkahkan kakinya masuk ke mobil
Sepanjang jalan kenangan, Miracle yang berada di dalam dekapan ibunya pun terus tertidur, begitu juga dengan Anne
__ADS_1
" Astaga, ada apa dengan anak dan istriku, apakah mereka mengira bahwa aku ini supir uber, beraninya tidur dan meninggalkanku menyetir seorang diri " Gumam Nielsen yang mengira bahwa Anne tak mendengarnya
" Miracle, ayo bangun kita sudah nak di rumah " Seru Nielsen
" Apa kau masih ingat, bahwa ini rumah kita? " Tanya Nielsen kepada Anne
" Ya! Aku masih mengingatnya dengan sangat jelas " Jawab Anne, lalu ia dan Miracle turun dari mobil dan berjalan masuk menuju rumah
" Rumah yang selalu membuatku merasa bahagia, hampir juga merenggut nyawaku! " Bathin Anne
" Nielsen " Panggil Erik
" Ya Pa " Jawab Nielsen
" Sini, papa mau ngomong sebentar " Ucap Erik kembali
" Sepertinya serius, apa ada yang menculik hatimu papa? "
" Anak durhaka kau ini, sini duduk! " Gumam Rrik
" Ya sudah pa, katakanlah " Lanjut Nielsen
" Jadi, setelah melihat kondisi dan keadaannya, ia belum terlalu kuat melakukan segala halnya sendirian " Ucap Erik
" Jadi maksud dan arah ucapan papa apa? " Tanya Nielsen kembali kepada Erik
" Maksud papa adalah soal perusahaan nanti papa yang akan membantu ntuk mengelolanya sementara waktu, sedangkan dirimu fokuslah untuk kesembuhan anak dan istrimu " Ucap Erik
__ADS_1
" Jangan Lupa, Like dan Coment 💜