
Sebulan t'lah berlalu Anne dan Nielsen tak pernah bertemu sapa sebagai boss dan atasan, mereka hanya berjumpa melalui via medsos.
" Astaga hal ini sangat menyiksaku, aku bahkan tak pernah menatap matanya lagi " Gumam Anne
" Bagaimana wajahnya sekarang, apa dia semakin berkeriput atau semakin tampan, Ya Tuhan! Aku memang ingin menghapusnya dari ingatanku, tetapi setiap hari yang ku pikirkan hanyalah dia seorang " Ucap Anne
Sementara di sisi lain, Nielsen pun sangat menderita mengigat Anne, namun dia harus melakukannya agar dapt mengetahui apakah Anne pun menginginkannya sepertinya yang sangat menginginkan Anne atau tidak.
Derrrt
Derrrt
" Halo " Sahut Anne
(.....)
" Baiklah kebetulan, aku pun tak ada kegiatan apapun tuan " Jawab Anne
(......)
" Baiklah Tuan Alex, selamat sore " Ucap Anne lalu menutup ponselnya.
Daripada galau tak berkesudahan, mending aku ikut aja undangan Tuan Alex ini.
Anne di ajak Alex untuk mendampinginya menghadiri malam gala dinner di sebuah Hotel terbesar di Kota C.
" Pake baju mana ya, mmm yang ini saja deh " Gumam Anne yang memilah milah dress yang akan ia gunakan malam ini.
Anne memilih sebuah gaun berwarna gold untuk ia gunakan pada malam ini.
Anne pun segera membersihkan tubuhnya dan segera bersiap.
__ADS_1
" Apa kau juga disana Boss " Gumam Anne mengigat Nielsen
setelah bersiap Anne pun keluar dan melajukan mobilnya ke arah hotel tersebut.
" Tuan, apa kau sudah lama menungguku " Sahut Anne kepada Alex
Alex yang melihat kecantikan Anne tak dapat mengedipkan matanya.
Bagaimana tidak, Anne yang mengenakan Gaun Gold, Heels hitam dan Lipstick Merah bold sangat mendukung kecantikkanya yang hakiki pada malam itu.
" Mari kita masuk " Ucap Alex sembari memberi lenggang tangannya pada Anne untuk digandeng.
Pada saat memasuki ruangan tersebut seluruh mata hanya mengarah kepada Alex dan Anne, semua undangan tercenggang melihat kecantikan yang di miliki Anne.
Nielsen yang menyaksikan segalanya hanya dapat tersenyum sinis karena ia sangat membenci pria bernama Alex itu.
" Baiklah kita akan menuju ke saat yang paling di nantikan yaitu dansa, carilah dan temukan pasanganmu sekarang juga " Ucap pemandu acara.
" Andai saja kau ada ini sini boss " Bathin Anne
Alex yang meminta Anne untuk berdansa dengannya sellau ditolak olehnya.
Hingga akhirnya sebuah lagu dimainkan, lagu yang memiliki kenangan dekat dengan hati Anne dan Nielsen pun berbunyi.
Anne hanya menahan air matanya mendengar alunan lagu, yang mengigatkannya akan cintanya pada Nielsen.
Tiba-tiba seorang mengulurkan tangannya padanya, Anne mengangkat wajahnya dan memandangi wajah pria itu yang adalah Nielsen dengan tatapan yang sangat dalam lalu mengulurkan jemarinya ke dalam tangan Nielsen
Keduanya pun berdansa tanpa sepata-kata pun, hadirin undangan yang menyaksikan Anne dan Nielsen pun dapat memgetahui bahwa keduanya sedang dimabuk cinta.
" Apa kau merindukanku " Bisik Nielsen di telinga Anne
__ADS_1
Membuat seluruh tubuh Anne menjadi merinding.
" Apa boss tak merindukanku " Tanya Anne berbalik kepada Nielsen
" Tidak, ngapain aku merindukan assisten yang sudah memiliki kekasih sepertimu " Jawab Nielsen
" Apa katamu boss, Bahkan ini adalah hari pertamaku keluar rumah semenjak kau memberiku perintah untuk bekerja di rumah " Balas Anne
" Benarkah " Gumam Nielsen
" Tentu saja " Ucap Anne dengan mengerutkan bibirnya.
" Ingin ku cabik2 bibir mungil itu " Bathin Nielsen yang melihat Anne mengerutkan bibirnya.
" Aku ingin kembali bekerja ke kantor boss " Pinta Anne
" Hmmm baiklah besok kau boleh kembali " Jawab Nielsen
" Benarkah " Tanya Anne bersemangat
" Hhhhmmm '' Sahut Nielsen
" Hore " Teriak Anne lalu memeluk erat Nielsen, seakan tak ada orang lain di sekitar mereka.
" Ehhh maaf boss, aku hanya terlalu senang " Gumam Anne
" Pulanglah, sampai bertemu besok di kantor " Perintah Nielsen.
Tanpa banyak kata, Anne pun melepaskan pelukannya dan berjalan keluar memasuki mobilnya lalu segera melaju pulang.
" Minta Votenya Kaka "
__ADS_1