Wanita Malam Itu,Milikku!

Wanita Malam Itu,Milikku!
Episode 055


__ADS_3

- Nielsen yg memandangi kedua wanita itu pun menghela napasnya, untuk mengambil ponselnya untuk menghubungi asprinya yg tak lain adalah Max.


• Max, tolong kau ke Club X aku tak sanggup menyetir mobilku balik, Ucap Nielsen


) Baik Tuan, Tunggu Aku, Jawab Max dari balik telepon


- Tak lama kemudian Max pun berjalan masuk, Max adalah Aspri Nielsen yg sangat tampan, bahkan hampir seluruh karyawan wanita di perusahaan Middelman sangat menggilainya, namun tak satu pun yg bisa mendapatkan hatinya.


) Tuan, apa yg kau lakukan disini? Tanya Max


• Menurutmu aku sedang apa? Tanya Nielsen


) Baiklah, Ayo tuan, Ucap Max sembari membungkukkan tubuhnya


- Nielsen pun berdiri dari mejanya dan berjalan keluar club diikuti Max yg memiliki banyak pertanyaan dalam lubuk hatinya, karena sore tadi Sarah memberitahunya jika akan ke Club X dekat rumah mereka.


) Apa tuan membuntuti, Nona Anne dan Sarah, arhhh papaan sih, gak mungkinlah, Gumam Max


• Berhentilah menerka-nerka kau menyetirlah, Ucap Nielsen


) Ah iya Tuan, Balas Max


- Sepanjang jalan kenangan Max dan Nielsen hanya terdiam, tak tahu apa yg harus di bahas


• Max, tolong re-check lagi jadwal² kunjunganku ke perusahaan baru kita, dan jika ada pertemuan dengan klien, suruh saja mereka menemui di kantor! Ucap Max


BAMMMM


BAMMMM


BAMMMM

__ADS_1


) What, gila! sejak kapan tuan ingin tenang di kantor, astaga aku kaget, tapi ini juga baik untukku, Bathin Max


• Apa kau akan selalu memikirkan perkataanku dan terus terdiam, Tanya Nielsen


) Tidak tuan, akan ku lakukan sesuai perintahmu, Jawab Max


• Oh ya, bagaimana kelanjutan hubunganmu dengan wanita itu, Tanya Nielsen


) Tuan, mengapa tiba² menanyakan itu tuan? Tanya Max


• Menurutku dia gadis yg baik, terlihat jelas dari caranya memperhatikan dan memperdulikan Anne, Ucap Nielsen


) Ehhhh tuan pun sudah menyebut nama nona Anne dengan sangat jelas, WoW kemajuan yg sangat pesat, Bathin Max


• Terdiamlah selama kau mau, Ucap Nielsen mengagetkan Max


) Iya Tuan benar, tapi juga kadang dia mengerikan ketika sedang mengomeli sahabatnya itu, ih merinding rasanya sekelilingku menjadi horor, Ucap Max


) Lalu tuan, apakah tuan masih menginginkan buburnya? Tanya Max menggoda Nielsen


• Eh gilak, iya juga sih, buburnya sangat enak, aku bahkan berharap dapat menikmatinya setiap pagi, Jawab Nielsen


) Nikahi saja dia tuan, Dia adalah wanita yg kuat dan berjiwa keibuan, aku yakin tuan pasti bahagia bersamanya, Balas Max


• Eh gila, lo panggil gue Tuan udah hampir seminggu cuy, sok banget lu, Ucap Nielsen


) Lah kan emang iya, lo boss gue jadi udah seharusnya gue manggil lo boss.


- Max dan Nielsen adalah sahabat semenjak dari smp, ketika Nielsen menghadapi masalah Max yg selalu membelanya, hingga kini karena sifat Max hingga Nielsen menjadikannya Asprinya dan Max lah yg Nielsen miliki selain ayahnya.


• Gila lo, eh btw namanya si Anne tu bagus banget terdengar di telinga gue, Ucap Nielsen

__ADS_1


) Emang lo dah tau namanya? Tanya Max


• Jelas, lu inget kan tadi siang gue panggil dia buat temuin gua itu, gue cuma tanyain namanya doang trus gue suruh pergi deh, Ucap Nielsen terkekeh


) Gila lo coy, lo ngusir dia udah 3x anja* lo kok tega amat sih jadi pria, dewasa dikit napa! Segalanya udah lo renggut, sekarang lo perlakuin dia kek gitu, lu pikir lu udah jago coy? Ucap Max geram.


• Lo marah Max? Tanya Nielsen


) Gue marah sama lo, gue marah ama diri gue sendiri juga, Ucap Max dan membantingkan tanganya pada stir mobil, Lo kok jadi gini banget sih Coy, sadar coy, lu udah kepala 3, kapan lagi lo bakal berubah kalau lo kayak gini terus Coy, Ucap Max kesal


• Ya maafin, gue! Ucap Nielsen sambil menundukkan wajahnya terlihat seperti seekor kucing basah.


- Jika mengenai posisi, Nielsen adalah seorang CEO dan Max adalah Asprinya, namun dari segi umur Max memiliki umur 2 tahun lebih tua di bandingkan Nielsen,


sehingga mengenai keputusan apapun itu yg akan diambil Nielsen harus melalui pertimbangan Max.


) Jadilah baik Nielsen, Ucap Max


- Lalu memutarkan stir mobil untuk memarkirkan mobil di parkiran rumah Nielsen


) Gue antar sampe disini aja, ga mau masuk gue! Ucap Max lalu berjalan menaiki mobilnya dan melaju pergi meninggalkan Nielsen yg berdiri mematung.


• Hhhmm apa gue berlebihan ya, Bahkan Max pun memarahiku, Gumam Nielsen


* **GUYS, JANGAN LUPA LIKE DAN VOTENYA


COMENT, YANG MEMBANGUN MONGGO,


UNTUK PERBAIKAN ISI NOVEL DAN MEMUASKAN HATI READERS 🥰


'K HOU VAN JULLIE 🧡***

__ADS_1


__ADS_2