
Jesse merasa sangat sedih melihat keadaan sahabatnya yangsemenjak menikah, bukannya merasakan kebagiaan sebagai seorang pengantin baru melainkan hidupnya selalu dipenuhi oleh cobaan.
“ Anne aku tak tahu harus berkata apa lagi padamu, namun Demi Tuhan yang kau percayai itu, pergi dan lihatlah suamimu. Sekalipun itu untuk terakhir kalinya “ Ucap Jesse dengan air mata yang tiada henti menetes
Karena merasa iba dengan tingkah sahabatnya, Anne pun mengiyakan permintaan Jesse, untuk melihat suaminya untuk terakhir kalinya.
Saat berjalan masuk kembali ke dalam ruangan itu, Erik pun berlarian menuju Anne dan memeluknya dan memohon maaf atas kesalahan yang telah mereka lakukan kepadanya.
“ Aku sungguh tak mengapa pa, semuanya ada kesalahan yang dilakukannya dan ia tak dapat mempertanggung jawabkannya “ Balas Anne dengan wajah tegas
Anne pun berjalan maju mendekati Nielsen, lalu meletakkan tangan kanannya pada dada Nielsen
“ Aku tak akan menangis, tak akan juga mengutuk! Tetapi aku akan meminta kepada Tuhan yang aku percaya, jika Nielsen memang adalah suami yang pantas bersanding denganku, maka kembalikanlah dia kepadaku agar dia dapat mempertanggung jawabkan keluarga kami kelak nanti, tetapi jika bukan maka berbuatlah sesuai dengan kehendak-Mu “ Seru Anne, seraya mendoakan suaminya.
Anne pun berbalik dan berjalan keluar untuk menunggu di ruang tunggu, diikuti Jesse.
__ADS_1
“ Ann, apakah kau sungguh sudah tak mencintainya? “ Tanya Jesse kebingungan setelah Anne melihat tingkah barusan
“ Aku bukan tidak mencintainya, tetapi karena kebodohannya semuanya terjadi seperti ini, siapa yang akan kita salahkan? Dokter atau kalian karena telah mengikuti keinginannya? “ Tanya Anne yang terlihat begitu emosi dengan keadaan yang sedang menimpanya
“ Maafkan kami Anne, kami pun tak tahu jika semua ini akan terjadi dengan ketidaksengajaan “ Ucap Jesse
“ Sudahlah Jess, saat ini takkan ada yang menuntut karena ini bukanlah kesalahan siapapun dan lagipula ia pun sudah tak bernyawa, mari kita pulang “ Ajak Anne
Jesse hanya memandangi Anne dan meneteskan air matanya, Jesse pun tahu bahwa apa yang dialami oleh Anne, bukanlah sesuatu yang mudah dirinya hanya terlihat kuat diluarannya saja, sementara didalam hati dan batinnya hancur berkeping-keping, cintanya kepada Nielsen bukanlah sesuatu yang mudah, cinta mereka adalah sesuatu yang rumit, tetapi dengan menikah keduanya telah memenangkan cinta mereka.
Namun terkadang waktu-Nya, tak ada seorang pun yang mengetahuinya, awalnya yang adalah sebuah drama berakhir tragis tanpa sebuah drama percintaan yang menghiasi kisah tersebut. Drama tersebut sangat datar,air mata pun tak dapat menyatukan sebuah gelas yang telah hancur berkeping-keping, begitu pula dengan hati yang dimiliki oleh Anne yang kini telah membeku.
Nielsen sedang berjalan-jalan disebuah kota yang baru dan terasa asing baginya, tampak seorang pria paruh baya dan seorang wanita berjalan bergandengan sembari tersenyum dan saling menatap satu sama lain.
Nielsen yang menatap keduanya, merasa bahwa wajah mereka begitu familiar dengannya, untuk menghilangkan kegundahan di dalam jiwanya, akhirnya Nielsen pun memutuskan untuk mengejar keduanya.
__ADS_1
“ Permisi Tuan dan Nyonya “ Seru Nielsen kepada keduanya
Mendengar seruan Nielsen, keduanya pun berhenti dan menatapnya
“ Sayang, lihatlah wajahnya begitu mirip denganmu ketika kau muda dulu “ Ucap wanita itu kepada pria yang berada disebelahnya
***Jangan lupa untuk meninggalkan jejak seperti : like, coment dan vote***
***Karena itu semua yang akan membuat author untuk semakin bersemangat dalam menulis***
xxx Author ❤❤
__ADS_1