Wanita Malam Itu,Milikku!

Wanita Malam Itu,Milikku!
Episode 070


__ADS_3

" Malam papa " Ucap Nielsen yg baru saja memasuki rumahnya.


" Kau darimana saja nak, baru pulang jam segini" Tanya Erik


" Biasa om, pertemuan dengan Klien di Club" Balas Max


" Baiklah, kalian pergilah mandi lalu makan, om akan segera tidur " Ucap Erik lalu berjalan menuju kamarnya.


*******


Pagi ini Nielsen benar² bersemangat, dia pun segera mandi dan segera sarapan lalu bersiap untuk berangkat kerja.


" Kau terlihat sangat bersemangat hari ini nak " Ucap Erik yg sedari tadi memperhatikan tingkah anaknya.


" Papa aku jalan dulu,Bye " Ucap Nielsen lalu keluar memasuki mobilnya dan melaju meninggalkan parkirannya


" Ini masih terlalu pagi untuk bekerja " Gumam Erik


Erik pun melihat Max yg baru saja berjalan menuruni tangga menuju meja makan


" Nak, apakah hari ini ada kegiatan yg sangat penting, sehingga Niels sudah berangkat sejak tadi " Ucap Erik


" Ha...benarkah om " Tanya Max


" Ya nak " Balas Erik


" Astaga, aku terlambat " Ucap Max lalu berlari menuju mobilnya dan segera melaju


" Ada apa dengan mereka pagi ini " Ucap Erik sembari meminum kopinya dan membaca koran pagi.


******


Di rumah Anne bangun dan merasakan sakit di kepalanya.


" Haishhhhh aku benar² bodoh, seharusnya aku tak mengatakan segalanya pada Nielsen tadi malam, terus tentang hukuman itu, hishhhhh bodoh aku " Gumam Anne


" An, apa lo udah bangun" Panggil sarah dari luar pintu


" Udah kok sar " Ucap Anne dengan membuka pintu kamarnya


" An, apa lo baik² aja, apa kepala lo sakit " Tanya sarah dengan nada khawatir


" Gak kok sar, gapapa gue malah mau turun buat ngompres ni lalu sarapan " Jawab Anne


" Bagus, kau pun sudah mandi, ga biasanya kamu kek gini" Ucap Sarah


" Duuh sar, gini deh mending kita turun dulu ke bawah kita sarapan dulu, nanti pass sarapan gue ceritain " Ucap Anne


" Ok " Sahut Sarah


Mereka berdua pun berjalan turun dan mulai memakan sarapan mereka


" An apa yg lo mau ceritain" Tanya Sarah


Ting tong suara bell rumah Anne berbunyi.


" Itu yg mau gue ceritain udah datang " Jawab Anne


" Haaa apa An? " Tanya Sarah


Anne pun berjalan dan membukakan pintu, terlihat Nielsen sedang berdiri dengan tumpukan laporan di tangannya dan tersenyum lebar kepada Anne


" Pagi Anne " Sapa Nielsen


" Yo pagi, Masuklah " Ucap Anne


Nielsen pun masuk dan melepaskan tumpukan laporan itu di atas sofa ruang tamu Anne. Sarah yg melihat tingkah Nielsen menjadi kebinggungan.


Tak lama kemudian Max pun muncul dari pintu


" Selamat pagi " Ucap Max

__ADS_1


" Nielsen " Sahut Max terkaget melihat Nielsen sudah berada di rumah Anne sepagi ini.


" Hhmmm, aku sedang menjalankan hukumanku " Sahut Nielsen


Max dan Sarah pun terkejut memdengar ucapan Nielsen, sedangkan Anne dia berjalan menuju dapur untuk membuatkan kopi baginya dan Nielsen


" Ini untukmu " Ucap Anne sembari menyodorkan segelas kopi pada Nielsen


Nielsen pun memandang kopi itu dengan ragu²


" Tenang saja, tak ada sianidanya " Sahut Anne


Nielsen pun mengambil kopi itu dari tangan Anne


" Sar, lo.harus kerja sana, gue akan nyelesain laporan gue ini dulu, sebelum gue benar² resign, soalnya ga ada yg mau mengerjakannya sih " Ucap Anne dengan mata melotot menatap Nielsen


" Sial bahkan waktu melotot pun dia terlihat sangat cantik " Bathin Nielsen


" Jadi anda di hukum Tuan? " Tanya Max terkekeh


" Iya, puas lo " Jawab Nielsen


" Ya udah An, kalau gitu gue kerja dulu, Jaga diri lo hati²! Bisik Sarah pada Anne


" Awas lo, kalau sampe lo apa²in Ipar gue " Ucap Max


sambil berjalan keluar memegang tangan sarah


" Papaan sih, kok semuanya gitu amat ama gue" Gumam Nielsen


" Hhhmmm, mana laporan gue" Tanya Anne


" I.. ini Anne " Jawab Nielsen


" Ini harus gue yg buat atau anda pak? " Tanya Anne


" Kau membuatnya dan aku ttd " Jawab Nielsen


" Benarkah, Kalau begitu besok saja, ketika kepalamu sudah tak sakit " Ucap Nielsen


" Apa kau sungguh² menyesali perbuatanmu, apakah kau tidak membohongiku " bathin Anne


" Anne...Anne " Panggil Nielsen


" Ah iya Tuan " Jawab Anne


" Ahh syukurlah aku pikir " Ucap Nielsen


" Pikir apa tuan " Tanya Anne


" Tidak ada, maafkan aku nona " Ucap Nielsen dengan menundukkan kepalanya.


" Hhmmmm " Sahut Anne dan merebahkan tubuhnya ke atas sofa


" Shits! Tubuhnya sangat sexy, apa aku bisa bertahan jika bersamanya terus" Bathin Nielsen


" Tuan, mungkin hari ini aku tidak bekerja, kau pulanglah dan kembalilah besok agar kita dapat menyelesaikan laporan itu " Ucap Anne


" Tapi aku masih dalam masa penghukuman, mintalah aku melakukan apapun, masak, memijitmu apapun akan ku lakukan asal kau memafkan aku! " Balas Nielsen


" Kau benar² ingin dihukum tuan" Tanya Anne


" Ya hukumlah aku " Jawab Nielsen


" Baiklah, Ayo " Ucap Anne lalu berjalan menaiki tangga rumah menuju kamarnya


Nielsen hanya mengikutinya dari belakang, tanpa bertanya apapun


" Ayo, silahkan masuk " Ucap Anne sembari membuka pintu kamarnya.


" What! dia membawaku ke kamarnya, papaan ini! cukup sudah, riwayatku akan berakhir sampai disini " Bathin Nielsen

__ADS_1


" Kau benar² ingin dihukum kan Tuan " Tanya Anne


" Ya nona " Jawab Nielsen


" Letakkan hpmu disini "Ucap Anne sambil menunjuk ke laci di meja riasnya


Nielsen hanya mengikuti perintahnya tanpa mengeluh sedikit pun, karena dia ingin agar Anne memaafkannya.


" Baiklah tidur disana, tetapi jangan coba² lakukan apapun padaku, ini adalah hukumanmu " Ucap Anne


Sembari berdiri di depan meja riasnya dan menjepit rambut panjangnya sehingga, terlihat jelas jenjang leher miliknya membuat Nielsen hanya menelan salivanya.


Setelah menjepit rambutnya, Anne yg masih mengenakan piyama tidurnya meskipun telah mandi, berjalan mendekati ranjang dan merebahkan tubuhnya tepat di samping Nielsen


" Nielsen William, jika kau tak bisa menahan hasratmu, maka ceritamu tamat sampai disini " Bathin Nielsen


Anne lalu menarik tangan Nielsen dan meletakkannya di pinggulnya. Nielsen pun semakin terkejut dibuatnya dan terasa sesuatu di bawah sana semakin mengeras.


" Mati sudah aku,.haishhhh berhentilah tegang jika kau tak ingin di akhiri " Bathin Nielsen


" Baiklah sekarang jelaskan alasan mengapa kau lakukan itu padaku " Ucap Anne


" Hmmmm aku akan menjelaskannya " Jawab Nielsen


# Flashback On


" Tuan maafkan kami, kami belum menemukan gadis yg tuan inginkan itu" Ucap Anak buah Nielsen


" Pergi dan carikan bagiku " Balas Nielsen


Tiba-tiba seorang anak buahnya menghampirinya


" Tuan, kami dengar di kota C ada seorang gadis yg masih per*** yg dikerjar oleh debtcolector " Ucapnya


" Benarkah, pergi dan bayar hutangnya dan bawakan dia untukku " Ucap Nielsen


" Baik Tuan " Jawabnya


Tetapi setelah meremgut kesucian Anne, Nielsen selalu merasa bersalah dan selalu memimpikan Anne setiap malam, membuat hidupnya terasa begitu tak nyaman.


Setelah kejadian itu, Nielsen sudah tak pernah lagi mencari gadis yang masih per**** untuk ditiduri, karena pikirannya hanya tertuju pada Anne, untuk mengalihkan segalanya Nielsen membuka perusahaan Cabang Middelman dimana-mana agar dia memiliki kesibukan untuk dilakukan dengan berkunjung ke perusahaan cabanya.


# Flashback Off


" Itulah kebenarannya Nona " Ucap Nielsen


" Baiklah,.aku mendengarkannya tetapi tetap kau akan menerima hukumanmu, atas apa yg kau perbuat padaku! Bentak Anne


" Aku siap menerima segala konsekuensinya Nona " Ucap Nielsen


" Baiklah, aku ingin tidur! Kau pergilah jika ingin pergi pak! Balas Anne


" Selamat aku, terimakasih Tuhan! Arghhh kau! Nilelsen kecil, berhentilah berdiri, tidurlah! Berdirliah jika kau telah memilikinya " Bathin Nielsen


Anne pun berpura-pura tidur sembari terlihat senyuman tipis di bibirnya.


Nielsen pun turun ke lantai bawah dan menuju toilet, untuk menuntaskan sesuatu yg belum tuntas


" Sialan kau, lain kali kau berdirilah di saat yg tepat, jika tidak aku yg menderita! " Ucap Nielsen


Setelah menuntaskannya, Nielsen pun merebahkan tubuh lemasnya di atas sofa hingga tertidur ruang tamu Anne


Sedangkan Anne sedang tertidur di kamarnya.


* ***Guys, Jangan Lupa untuk Like & Votenya*


Coment, yang membangun monggo!


Untuk perbaikan isi Novel dan juga memuaskan hati readers 🥰


Jangan Lupa Like dan Vote yang buanyakkkk.....

__ADS_1


'K HOU VAN JULLIE 🧡***


__ADS_2