
Setelah menikmati sarapan, mereka pun kembali ke kamar masing-masing untuk melakukan persiapan untuk mengikuti tour sesuai dengan jadwal yang diberikan
" Suamiku, bikini mana yang cocok untukku? " Tanya Anne dengan mengelar semua bikini miliknya
" Baiknya jangan kau gunakan itu " Jawab Nielsen dengan nada ketus
" Sayang, tapi ini kan mau ke pulau, kenapa tidak boleh coba " Gerutu Anne
" Intinya jangan istriku, aku tak ingin pria lain memandangi tubuhmu yang adalah milikku " Lanjut Nielsen
" Apa paan ini, kau sangat egois! " Ucap Anne dan langsung masuk ke dalam selimut
" Whatssss kumat lagi dia, ada apalagi ini " Gumam Nielsen dengan berjalan mendekati Anne
" Kenapa sayang, katakan padaku? " Ucap Nielsen
" Kau pergilah, aku akan tidur saja " Balas Anne
" Hhhmmm benarkah, baiklah kau boleh mengenakannya tapi harus yanh sedikit tertutup ya! " Lanjut Nielsen
" Benarkah? " Tanya Anne dengan penuh semangat dan langsung mengambil bikininya untuk dikenakan
" Ini tak benar " Bathin Nielsen
__ADS_1
Mereka pun menikmati aktifitas pikinik di pulau. Sesekali Nielsen melirik ke arah Anne yang tubuhnya selalu dipandangi oleh pria lain
" Sini fotolah denganku, agar mereka tahu bahwa kau adalah milikku " Ucap Nielsen dengan nada suara tegas
" Astaga nak, kenapa kau begitu posesif pada istrimu akhir-akhir ini? " Seru Erik yang tengah menyaksikan tingkah putra dan juga menantunya itu
" Pa, bagaimana Nielsen tidak posesif! Lihatlah menantumu bahkan menjadi tontonan gratis setiap pria disini " Balas Nielsen
" Nak, ini kan hari terakhir kita liburan! Biarkanlah Anne menikmatinya, sebelum kalian kembali ke kantor " Lanjut Erik sambil menepuk-nepuk bahu Nielsen dan berjalan meninggalkan keduanya
" Benar kata papa Niels, kau juga rehatkan sedikit pikiranmu " Ucap Anne
" Hhmmmm " Gumam Nielsen
" Hoeekk- hoekkk " Terdengar suara muntahan Anne
Dengan segera Nielsen berlarian kembali, untuk menghampiri istrinya
" Lihatlah, ini adalah hasil dari keras kepalamu, kini kau masuk angin! Ayo naik kembali ke kapal " Bentak Nielsen
Anne hanya terdiam dan mengikuti perintah Nielsen. Setibanya mereka di kamar
Anne terus keluar masuk toilet, karena perutnya yang mual membuatnya terus ingin muntah
__ADS_1
" Ada apa dengan istriku " Gumam Nielsen pucat
" Apa yang kau pikirkan Niels " Ucap Anne yang memeluk Nielsen dari belakang
Anne terlihat sangat pucat, karena hampir seharian dirinya keluar masuk toilet
" Sayang! Setelah kita tiba nanti, aku mau kamu periksa ke dokter terhebat yang ada di kota kita " Ucap Nielsen kepada dengan memegang wajahnya
" Suamiku, jangan lebay deh! Aku hanya masuk angin! " Balas Anne terkekeh
" Dasar kau ini, sempatnya menggodaku, aku ini sedang mengkhawatirkanmu " Lanjut Nielsen
" Baiklah, jika itu maumu akan ku turuti " Bisik Anne, membuat bulu kuduk sekujur tubuh Nielsen pun terbangun dari tidurnya
" Kesempatan emas ini, jangan disia-siakan " Bathin Nielsen
Nielsen pun melancarkan aksinya, tanpa mempedulikan kondisi Anne yang kala itu memang sedang tidak fit
Nielsen yang baru saja melepaskan hasratnya pun, kembali merasa gugup karena setelah melakukannya, Anne menjadi tak karuang
Anne hanya menahan bagian perutnya, yang terasa nyeri dan terus berguling-guling di atas ranjang
Keringat jagung bercucuran dari wajah Nielsen, dirinya tak tahu harus berbuat apa
__ADS_1
" Panggil petugas kesehatan kapal? Ah tidak bagaimana kalau keadaan Anne seperti ini, karena aku terlalu kasar padanya! Ya Tuhan bagaimana ini " Gumam Nielsen