
" Selamat sore pak manager, Sapa Anne
° Ah iya sore Anne, langsung kerja ya! Jangan buang* waktu, Jawab Manager
* Baik, Pak! Balas Jesse
- Dengan segera, Jesse dan Anne berjalan menuju ruang ganti untuk mengganti pakaiannya. Tak terasa waktu tlah berlalu, dan malam ini rasanya Anne sangat senang karna Tuan Nielsen tak terlihat di sudut Club W.
- Pada saat Anne dan Jesse akan bersiap-siap untuk pulang terdengar suara seseorang memanggil Anne
▪︎ Hey lo... Panggil pria itu.
" Hhhmmm maaf Tuan, ada yang bisa saya bantu? Tanya Anne
▪︎ Iya ada, Apakah kau bisa duduk untuk menemaniku minum, Tanya pria itu lagi.
- Anne tak merasa risih, karena Anne merasa Pria ini adalah seorang yang baik.
" Hhhmmm, baiklah Tuan, Saya dan teman saya akan menemani Tuan, berhubung jam kerja kami telah selesai, Balas Anne
▪︎ Baiklah, Oh iya perkenalkan nama Raphael( Sambil memberikan tangan kepada Anne dan Jesse)
* Senang berkenalan dengan anda Tuan Raphael, Ucap Jesse
" Senang berkenalan dengan anda juga Tuan, Balas Anne.
- Anne dan Jesse hanya menemani Raphael, hingga minumannya habis dan mereka pun bergegas untuk pergi.
- Namun disisi lain, Anne tak menyadari ada sepasang mata yang telah memperhatikannya.
- Ketika mereka akan keluar pintu Club W, Nielsen pun memanggil Anne dengan nada Kasar dan sangat keras
__ADS_1
• Anne..... Panggil Nielsen
- Dengan cepat Anne membalikkan tubuhnya dan melihat sekitarnya.
" Suara siapa itu ya Jes? tanya Anne
* Meneketehe, suaranya sih kedengaran banget tapi kaga ada wijudnya cin, Balas Jesse
" Ihhh merinding cuy, Jawab Anne.
* Ya udah, ah kita jalan ya ne, Ajak Jesse
- saat akan berjalan tiba-tiba ada seorang yang menahan lengan Anne
* Ann... Ann... Anne.... Ucap Jesse terbata-bata
- Anne pun membalikkan badanya dan melihat sosok yang berdiri di hadapannya yang terlihat sangat menakutkan, seolah akan menerkam Anne dalam keadaan hidup.
• Oh, sahabatmu ya? Jawab Nielsen sinis
* Ia kenapa? mau kau apakan dia? Tanya jesse kembali
• Tidak ada, hanya saja, sesuai perjanjian dia akan menemaniku minum malam ini, Ucap Nielsen
- Anne, tak bersuara Anne hanya terdiam mematung, mebayangkan betapa buruk nasib yang menimpanya.
* Ne, Anne bicaralah.... Panggil Jesse
" Iya Jesse, gue harus menemani tuan ini minum Jes, Balas Anne
* Ehh, lo seriusan ne? Tanya Jesse panik
__ADS_1
" Iya jes, Seriusan jes, kamu pulang duluan saja ya, jangan kunci pintu rumah, aku bakal nyusul lo, Jawab Anne
- Jesse sangat memahami, keadaan Anne, sehingga jesse tak banyak tanya dan langsung melajukan mobilnya menuju rumah
* Ya Tuhan, Ne ku harap kau bisa menjaga dirimu, Guman Jesse
- Disisi lain, Anne berjalan mengikuti Nielsen dari belakang hingga tiba di tempat duduknya.
• Kau duduklah, Ucap Nielsen
" Ba..ba..baik Tuan, Jawab Anne terbata-bata
• Kau akan menemaniku minum, untuk itu kau juga harus minum, Ucap Nielsen lagi
" Ba...ba..baik Tuan, Jawab Anne
- Manager Club W yang melihat Anne disana pun tak dapat berkutik, karena sang manager mengetahui bahwa Nielsen dapat mengubahya menjadi debu dalam sekejap.
° Maafkan saya Anne, saya tak dapat membantumu, Gumam manager dengan nada sedih
- Nielsen yang telah menuangkan minuman pun menyodorkan segelas Black Label kepada Anne.
• Ini kau minumlah ini, Kata Nielsen
" Tapi Tuan, apa ini Tuan? Baunya sangat tidak enak, Ucap Anne
• Jangan banyak tanya, ikuti Perintahku saja, Minumlah itu dan Habiskan, Gertak Nielsen
- Anne yang semula tenang tiba-tiba tubuhnya bergetar tak karuan
" Ba. ba..baik Tuan, Jawab Anne dengan suara gementar
__ADS_1