Wanita Malam Itu,Milikku!

Wanita Malam Itu,Milikku!
Episode 194


__ADS_3

" Senang sekali akhirnya Nielsen, mengajak kami untuk makan malam bersama, di restoran kesukaanku " Bathin Anne


Dengan penuh semangat, Anne melakukan apa saja yang bisa ia kerjakan sembari, Nielsen menemani Miracle yang sejak tadi tertidur dikamar mereka


" Kira-kira apa ya, yang akan aku kenakan malam ini? Beli baru? terlalu boros " Gumam Anne terhadap dirinua sendiri


Drrrtt


Drrrtt


Drrtt


Suara ponsel Anne berdering, sejak tadi namun Anne tak kunjung juga mengangkatnya


" Eh nomor siapa ini, yang sejak tadi menghubungiku? telpon balik? sepertinya tidak perlu " Gerutu Anne


Saat Anne sedang disibukkan dengan pekerjaannya membereskan rumah, tiba-tiba bel rumah mereka berbunyi


ting tong


ting tong


" Iya, sabar sebentar aku datang " Seru Anne dari balik pintu


" Selamat siang apakah benar ini dengan rumah Ny. Middelman? " Tanya petugas yang berdiri dihadapannya


" Benar, saya sendiri. Ada yang bisa saya bantu? " Tanya Anne kembali kepada petugas tersebut


" Ya benar sekali, tolong berikan cap jempol anda disini, dan silahkan terima paketnya " Jawab petugas itu kembali kepada Anne

__ADS_1


" Ouw oke! Ini sudah selesai, Terimakasih! Semoga harimu menyenangkan " Balas Anne kepada petugas


Tak lama kemudian petugas itu pun pergi meninggalkan Anne dan paketnya


Dengan bersemangat Anne, menutup kembali pintu rumahnya dan dengan perlahan Anne membuka paket yang diterimanya


Betapa Anne sangat terkejut, ketika yang ditemuinya dari dalam paket itu adalah sebuah gaun, yang selama ini selalu diinginkannya dan seseorang telah mengirimkan itu untuknya


" Siapa yang mengirimkannya untuk, bagaimana dia mengetahuinya, kalau gaun ini adalah gaun yang selalu aku idam-idamkan? " Gumam Anne dengan terus mengelus-elus gaun tersebut


" Apa kau menyukainya sayang? " Tanya Nielsen dari tangga


" What? Apa kau yang membelikannya untukku suamiku? " Tanya Anne dengan wajah terkejut


" Tentu saja, sebelum kau mengalami koma. Aku sering melihatmu menatapi gaun itu baik di layar komputer ataupun laptop, apa kau berharap agar orang lain yang mengirimkannya untukmu sayang? " Tanya Nielsen kembali kepada Anne


" Terimakasih suamiku, kau tak tahu betapa hal ini sangat berarti bagiku " Sahut Anne kepada Nielsen


" Kau pun tak tahu dengan melihatmu tersenyum bahagia, itu juga sangat berarti bagiku " Bathin Nielsen


" So, jam berapa kita akan berangkat untuk makan malam suamiku, karena aku harus menyiapkan seorang tuan muda, sebelum mengurus tuan tua " Ucap Anne cengegesan


" Apa katamu, tuan tua? Apa kau tak melihat ketampananku ini tak lekang oleh waktu? meskipun aku telah memiliki seorang anak, tapi ketampananku terlihat abadi " Ucap Nielsen dengan suar terdengar sangat bangga akan dirinya sendiri


Anne yang mendengar ucapan Nielsen, tak hentinya terus tertawa


" Apa kau mengejekku istriku? " Tanya Nielsen


" Tidak, aku hanya merasa kita harus memiliki beberapa anak lagi, untuk membuktikan ucapanmu suamiku " Jawab Anne dengan terus tertawa

__ADS_1


" Baiklah, jika itu maumu istriku! Aku akan terus bekerja keras demi beberapa anak kita lagi " Balas Nielsen


" Astaga sepertinya Nielsen, menanggapi ucapanku huuft " Bathin Anne yang gugup


" Suamiku, aku rasa aku akan pergi mengunjungi sebuah butik untuk membelikanmu sepasang pakaian dan juga untuk Miracle " Ucap Anne


" Tentu saja sayang, tapi aku dan Miracle harus ikut untuk menemanimu, supaya dikala engkau bosan kami ada disana untuk menghiburmu " Balas Nielsen


" Apa-paan ini suamiku, sejak kapan kau seperti ini, aku bahkan tak tahu jika suamiku telah mengambil kelas komedi, ketika aku sedang koma " Lanjut Anne


Mendengar ucapan Anne, Nielsen tak bisa menahan tawanya, keduanya pun tertawa lepas dengan terbahak-bahak di ruang keluarga




Hallo, apakabar readers semuanya?



Author harap, kabarnya sehat dan bahagia 💗



Mohon maaf, author baru update lagi, soalnya kerjaannya author lagi benar-benar banyak dan author kebingungan untuk memanagenya 🥺



Salam Sehat 🥰

__ADS_1


__ADS_2