
Anne hanya terbahak-bahak saat melihat, Nielsen yang salah tingkah atas ucapan David sebelumnya
" Niels, apa yang dikatakan oleh David benar? " Tanya Anne menggoda Nielsen sepanjang perjalanan mereka menuju pusat perbelajaan untuk membeli keperluan dapur mereka
" Sayangnya itu adalah kenyataannya istriku, aku mengancam mereka, jika mereka ingin untuk tetap bekerjasama dengan Perusahaan Middelman, maka mereka tak boleh menggangumu, karena kau adalah milikku! " Jawab Nielsen dengan nada santai tetapi terdengar tegas
" Wooowww betapa berartinya diriku untukmu, hingga nyawa orang lain menjadi taruhannya " Ucap Anne sambil terus tertawa
" Tertawalah! Aku akan menghukummu untuk itu " Balas Nielsen
" Sejak kapan kau menjadi se-agresif ini Tuan Middelman? " Tanya Anne sambil berlarian-larian menuju rak sayur yang berada di hadapannya
" Ya Tuhan, aku menikahi seorang wanita atau remaja ya " Gumam Nielsen gemas melihat tingkah konyol Anne
Keduanya pun mulai berbelanja untuk kebutuhan rumah mereka. Sebenarnya Nielsen bisa saja meminta anak buahnya untuk melakukannya
Namun baginya quality time, bersama istrinya adalah segalanya, hingga ia takkan melewati sekecil apapun itu jika hal itu berkaitan dengan Anne
" Niels " Seru Anne
" Ya " Sahut Nielsen
" Aku merindukan papa Erik, kapan kita berkunjung ke rumah papa? Semenjak kau keluar dari rumah sakit kita sudah tak bertemu dengannya " Ucap Anne dengan nada suara melemas
" Iya Ann, kau benar kita belum bertemu papa lagi, aku coba hubungi papa ya sayang! " Balas Nielsen, langsung mengambil ponsel dari sakunya dan menghubungi
Sementara Nielsen sedang memgobrol dengan ayahnya melalui ponsel, Anne berkeliling mengambil stok kebutuhannya
__ADS_1
Setelah berkeliling Anne kembali menemui Nielsen untuk menanyakan apa saja yang dibahas oleh keduanya
" Niels, gimana kata papa? " Tanya Anne
" Tadi papa bilang, kalau dia juga merindukan kita, tapi kaka capek kalau harus nyetir pulang balik dari kota B kesini Ann " Jawab Nielsen
" Ya sudah, kita saja yang kunjungi papa! Masalah selesai, ah iya aku lupa tapi perusahaan gimana ya, kalau kamu terus meninggalkan perusahaan! " Ucap Anne kebingungan
" Ya sudah, kunjungannya di weekend saja kan sayang, kan biar nginap semalam sama papa dulu, baru balik lagi kita " Lanjut Nielsen sambil menggemas hidung Anne
" Baiklah, aku lega! Ini sudah kan semuanya atau ada lagi tambahan yang mau ditambahin? " Tanya Anne sembari menunjukkan belanjaannya
" Sudah, ini saja nanti kalau kurang baru ditambah lagi sayang, nanti nyimpannya dimana kalau semuanya mau kau beli " Jawab Nielsen
Keduanya pun mendorong troli belanjaan mereka, menuju kasir
Ketika kedyanya tiba di kasir, Nielsen pun mengeluarkan black card-nya, petugas kasir pun dibuat terdiam dan hanya melototi kartu tersebut
Anne pun kebingungan melihat tingkah petugas kasir tersebut
" Maaf mbak, kenapa ya? Apa kartunya tidak bisa digunakan untuk membayar belanjaan saya? " Tanya Anne karena penasaran melihat tingkah petugas kasir tersebut
" Bisa banget mbak, malah mart ini tidak sebanding dengan kartu anda " Jawab sang petugas dengan nada canggung
Setelah membayar Anne pun menarik tangan Nielsen dengan kencang, untuk meminta klarifikasi terkait dengan black card miliknya yang meninggalkan begitu banyak pertanyaan di benaknya
Nielsen hanya tertawa dengan tingkah konyol Anne, baginya Anne begitu polos dan satu hal yang pasti tujuan Anne menikahinya pun bukan karena kemewahan dan kekayaannya, melainkan ketulusannya.
__ADS_1
Sehingga kartu bergengsi yang sudah seharusnya dimiliki seorang pengusaha, bahkan seorang CEO sepertinya pun tidak diketahuinya
" Sudahlah istriku, tak usah dipikirkan lagi! Mbaknya sungguh berlebihan, membuat istriku akan mati penasaran " Canda Nielsen kepada Anne yang terlihat begitu serius
Keduanya pun membawa belanjaan mereka, menuju mobil untuk melaju pulang
Anne yang membuka pintu mobil pun langsung turun menuju ruang keluarga, lalu mengambil ponsel untuk segera mencari tahu tentang black card
Saat Anne mengetahui apa itu black card, dirinya pun hanya terdiam tanpa sepata kata pun sambil
Nielsen yang sedang berdiri di depan pintu dengan memegang beberapa kantong belanjaan pun terdiam melihat aksi istrinya
Anne pun melengak-lengok menuju Nielsen dan mengambil sebuah kantong dari tangannya dan diletakkannya di dapur, diikuti Nielsen yang kebingungan
" Setan apa yang merasukinya " Bathin Nielsen
" Hhhmm suamiku, mau makan malam apa nanti? " Tanya Anne dengan nada suara yang terdengar manis
" Ann, kamu tidak sedang sakit kan? " Tanya Nielsen sambil meraba dahi miliknya
" Enak saja! Sehat begini kok dibilang sakit " Jawab Anne sembari melerai tangan Nielsen
" Hahhaha istriku, apa yang merasukimu? Mengapa tingkahmu sangat konyol seperti ini! " Ucap Nielsen yang terbahak-bahak
" Biar terhindar hukuman " Jawab Anne menutup kedua matanya
" Hhhmm biar ku pertimbangkan lagi " Balas Nielsen
__ADS_1
" Tuan, ini perusahaanku akau adalah CEO di rumah ini " Lanjut Anne
Mendengar ucapan Anne itu, membuat hati Nielsen begitu geli-geli