
Jesse lalu menarik tangan Anne, lalu berjalan masuk ke dalam rumah milik Raphael.
Anne hanya tercenggang melihat kemegahan rumah Raphael tanpa mengedip matanya.
" Gila Jes, ini mah ga pantas jd rumah, pantasnya jadi kastil gitu Jes " Ucap Anne yg berjalan di belakang Jesse dan Raphael
" Hmmm paan sih lo " Gumam Jesse
Mereka pun berjalan hingga tiba di pintu masuk rumah raphael, terlihat seorang pelayan membukakan pintu bagi mereka dan beberapa pelayan lainnya membungkuk menyambut kedatangan mereka.
" Selamat datang Tuan dan Nona², silahkan " Ucap Pelayan rumah Raphael
" Wadaw gila lu jes, dapet durian runtuh emang lo, gue bangga ama lo " Ucap Anne tersenyum lebar
Di meja makan ibu raphael telah berada disana menunggu kehadiran mereka.
" Kalian sudah datang nak " Ucap Ibu Raphael
" Iya ma " Ucap jesse mendekati ibunya raphael sembari mencium punggung tangannya.
" Eh siapa ni jes " Tanya Vien ( Nama ibu Raphael )
" Ah iya ma, ini Anne sahabat jesse dari jaman bahola " Jawab jesse terkekeh
" Oh itu yg sering jesse cerita ke mama kan, anaknya manisnya " Ucap Vien
" Ah tante perkenalkan aku Anne " Ucap Anne sembari menyalimi Vien
" Ma, kapan makan ni kalau cuap² mulu " Tegur Rapahael yg melihat ketiganya semakin banyak bicara.
" Ah iya ayo duduk, kita makan dulu ya habis itu bru cerita, OK! " Sahut Vien
__ADS_1
Anne dan Jesse hanya saling memandang dan mengangguk untuk mengiyakan ucapannya Ibu Rapahel
Semuanya sibuk dengan makanan masing² , sehingga tak ada suara apapun yg terdengar, terdengar suara Vien memecahkan kesunyian tersebut.
" hhhmm Raph, jadi kapan rencananya lo lamar Jesse, mama udah ga sabar pen punya mantu apalagi cucu " Ucap Vien
Raphael yg mengunyah makanannya pun menghentikan aktifitas makannya dan meminum air karena tersendak.
" Jangan pura² lagi, kalian kan udah sama² besar, ngapain sih tunda² mulu raph kayak lo ga mampu aja buat rayakan pesta nikahan " Gumam Vien
" Mama, pasti Raph akan nikah, tapi belum sekarang! Raph masih harus ngurus perusahaan dulu kan ma, kalau semuanya aman pasti nikahan juga aman " Jawab Raphael
Anne yg mendengar percakapan keduanya hanya terdiam dan memandangi Jesse. Disisi lain dirinya merasakan kesedihan yg begitu mendalam
" Andai saja gue masih punya orgtua, pasti aku juga bakal diperlakuin kek gini,Ya Tuhan! Bantu Anne agar terhindar dari iri hati dan menjaga persahabatan yg Anne miliki ini, karena hanya mereka satu²nya keluarga yg Anne miliki saat ini " Bathin Anne
Setelah makan malam, Anne dan Jesse berjalan ke taman ke belakang rumah raphael.
" Jes, hidup gue ini ga jelas arahnya, masa iya gue jatuh hati pada pria yg udah ngerusak gue, gue mutusin ke lo setelah ngeliat pria mesum itu berciuman dengan wanita lain " Jawab Anne
" Eh wait² maksud lo apaan An " Tanya Jesse kepo
" Jadi lo tau kan Jes, semenjak kejadian² yg gue alami, Si CEO gila itu tiba² berubah sangat manis sama gue, otak gue sih nolak, tapi hati gue selalu berdebar gitu kalau dekat dia " Jawab Anne
" Apa lo beneran jatuh hati padanya An " Gumam Jesse
" Nah itu ug gue takutin Jes, jangan sampailah makanaya gue kabur dari mereka semua kesini " Ucap Anne
" ehhh btw lo tahu kan kalau Raphael itu sahabat dekatnya CEO gila itu kan, lo ga marah kan kalau gue dengan dia " Ucap Jesse denga wajah tertunduk
" Marah? Ngapain coba! Gue ingat kok, Cowok lo itu kan yg pertama kali ngajak gue minum dsn gue trima krna sikapnya beda dengan CEO gila itu kan " Balas Anne
__ADS_1
" Ahahha iya gue ingat, jir lo masih ingat juga ya " Ucap Jesse tertawa
" Iyalah masih bagus ni otak gue " Balas Anne
" Eh tapi btw An, kalau misalnya lo suka dia, gue rasa sih gapapa! Justru baik buat lo An! " Ucap Jesse
" Maksud lo gimana Jes " Tanya Anne kebinggungan
" Gue yakin pasti sarah juga ngomong kek yg gue ngomongin ini " Jawab Jesse
" Ngomongin apa emang? " Tanya Anne
" Maksud gue ya gapapa kalau lo dengan CEO itu kan secara dia yg ngerenggut kesucian lo, jadi kalau lo dengan dia gada tu yg harus lo khawatirin, karena dia bakal nerima lo An " Jawab Jesse
" Hhhmmm iya sih dia emang pernah bilang gitu ke gue Jes " Balas Anne
" Trus ngapain lo kabur, dasar bodoh! Lo kabur cuma mau ninjukin kalau lo cemburu gitu? Anne lo udah 26 Tahun, ufah hampir kepala 3 dan lo masih kekanakan gini, mending lo balik dan hadapin segalanya " Ucap Jesse tegas
" Lah kok malah gue yg disalahin sih " Tanya Anne dengan mata melotot kepada Jesse
" Iyalah, tu otak di pake, jangan buat keputusan yg bakal ngerugiin elo, kalau tu Cowo brengsek udah ngomong gitu ya, hadapin lo jangan kabur kek kucing basah gini " Jawab Jesse emosi
Jesse bulak balik menasihati Anne, emosinya seperti sedang dicobai sahabatnya.
" Rasanya ingin ku gampar, untung lo sahabat gue dan gue sayang ama lo, kalau ga huuuufttt udah gue gampar dari tadi " Gerutu Jesse
Anne hanya tertawa menyesali perbuatannya.
Minta Votenya Kaak
__ADS_1