Wanita Malam Itu,Milikku!

Wanita Malam Itu,Milikku!
Episode 175


__ADS_3

Kepala Dokter dan Perawat yang bertugas disana hanya tertunduk, menyaksikan apa yang ada dihadapan mereka


Nielsen hanya mendekap Miracle dalam pelukannya, meski putranya terus saja menangis dan memanggil-manggil Anne


" Tuan, kami benar-benar minta maaf kepada anda " Ucap dokter Nielsen


" Sudahlah Dok, toh ini juga bukan salahmu dok " Ucap Erik, sambil berdiri dari tempat duduknya untuk menuju Nielsen


" Nak, sudahlah kita ikhlaskan saja Anne biar dia bisa tenang disana! " Ucap Erik


DEG


DEG


DEG


" Apa yang papa katakan? " Tanya Nielsen dengan wajah terkejut


" Kita biarkan saja, Anne mengikuti prosedur yang berlaku di RS ini nak! " Jawab Erik tak tega


" Tidak akan pa, tidak akan ku biarkan! Bagaimana nasib Nielsen dan Miracle tanpa Anne disisi kami? Aku tak sanggup pa! " Lanjut Nielsen


Nielsen kini terlihat begitu lemah, air matanya terus saja mengalir berharap Anne akan bangkit dan menyapanya seperti sebelumnya


" Papa, tolong pegang Miracle sebentar! Aku akan kembali " Seru Nielsen kepada Erik, lalu ia pun berjalan keluar


Saat berjalan keluar Nielsen melihat seorang wanita tua, sedang terduduk diam dengan terus meneteskan air matanya


Karena merasa iba, Nielsen berjalan mendekatinya


" Nek, ada apa! Kenapa anda terus menangis? " Tanya Nielsen


Pertanyaan Nielsen pun tak dihiraukan oleh nenek itu


" Aku bingung, apa aku harus meninggalkan suami dan anakku? " Ucap nenek itu dengan terus menangis

__ADS_1


" Suami dan anak? " Tanya Nielsen penasaran


" Ya, aku sangat mencintai mereka! Suamiku dan Putraku, aku ingin sekali kembali mereka tapi apakah dengan kembali akan mengubah segalanya yang pernah yang terjadi? Apa suamiku akan menyayangiku seperti sebelumnya! " Ucapnya


Nielsen yang mendengar ucapan nenek tersebut, menjadi kebingungan, karena nenek tersebut memiliki wajah yang sangat familiar dengan orang yang dikenalnya


" Mungkin aku terlalu banyak fokus kepadamu, sampai-sampai semua orang terlihat sepertimu " Bathin Nielsen


" Nek, kalau boleh tahu siapa suami anda? " Tanya Nielsen


" Suamiku? Dia seorang CEO tampan yang banyak digemari oleh jutaan wanita, namun akulah wanita yang ia pilih untuk menjadi pendampingnya, tapi kamu tahu apa? " Ucap wanita itu lagi


" Apa itu nek? " Tanya Nielsen


" Dia mendiamiku selama berbulan-bulan, hingga kini tapi ketika ia menyadari kesalahannya aku tak mungkin kembali " Jawab Nenek itu


" DEG Mendiami? Mengapa, kau tak ingin kembali nek? " Tanya Nielsen lagi


" Kenapa kasusnya sama seperti yang terjadi diantara aku dan Anne? " Bathin Nielsen


" Karena mencintainya aku selalu kembali, tapi kali ini agak berbeda aku juga memikirkan putraku juga " Jawabnya


" Tentu saja! aku sedang memikirkannya! Aku sangat sedih melihat suamiku yang tampan itu terus saja menangis disampingku dengan mengendong putra kami " Ucapnya


DEG


DEG


" Mengendong? Suami Tampan? Menangis? " Nielsen mengulangi setiap perkataan wanita tua itu


Saat akan berbalik untuk menanyakan segalanya, rupanya wanita tua itu telah tiada disampingnya


" Anne! " Gumam Nielsen


Nielsen berlarian dengan air mata yang berderai di wajahnya, untuk menghampiri tubuh Anne yang terbaring disana

__ADS_1


" Anne " Seru Nielsen menguncangkan tubuhnya dengan kuat


" Tuan, tolong hati-hati dengan tubuh nyonya, takutnya bisa merusak sarafnya, mengigat tubuh nyonya saat ini sedang berada dalam keadaan kaku! " Seru dokter yang menangani Anne


" Dia tidak mati! " Teriak Nielsen


" Maksudmu apa Niels? " Tanya Erik terkejut


" Aku baru saja bertemu dengannya di luar pa, dia akan kembali! Dia menyayangiku dan Miracle " Jawab Nielsen


" Nak " Seru Erik merangkul pundak putranya


" Papa, aku mengatakan yang sebenarnya " Seru Nielsen


" Nak, papa tahu ini masa yang sulit bagimu Tapi tolong berpikirlah layaknya seorang CEO jangan mengada-ngada seperti tadi nak " Ucap Erik


" Papa, tapi aku seorang suami dan ayah. Kebahagiaan putraku pun sama pentingnya bahkan lebih penting dari perusahaan kita pa, aku harus memperjuangkan hak Miracle untuk mendapatkan kasih sayang seorang ibu " Ucap Nielsen dan ia pun kembali ke ranjang milik Anne dan duduk disana sambik meratapi wajah Anne




***Kadang menyayangi seorang itu butuh pengorbanan : berkorban waktu, hati dan perasaabnbahkan isi dompet***.



***Tapi itu yang namanya berkorbanlah, apalagi berkorban untuk seorang anak agar mendapatkan kasih sayang seorang ibu, berat cin author rasa***



***💔💔💔💔💔***



**Jangan Lupa Untuk : Like, Coment dan Vote**

__ADS_1



**Tolong ratingnya dunk, Vote yang banyak, kalau punya ide untuk nulis alurnya, boleh ditulis yaaa dikolom komentar atau Group Chat atau Private Chat juga boleh ya 💜💜💜💜**


__ADS_2