
" Apa iya ya, aku mabuk laut? Tapi kok rasanya seperti ada kupu-kupu di dalam perutku ya!" Bathin Anne
" Ann, Ann! Anneeee " Teriak Nielsen membuyarkan Anne dari lamunannya
" Arggghh! Ada apa Niels? " Tanya Anne terkejut
" Apa yang sedang kau pikirkan, apa kau mendengarkan aku memanggilmu? " Tanya Nielsen panik
" Aku sedang berpikir, mabuk laut ini membuatku pu8sing dan ingin muntah, suamiku! " Jawab Anne dengan terus memijat dahinya
" Baiklah, nanti aku akan mintakan obat dari petugas kesehatan kapal ini untukmu ya, sayang! " Lanjut Nielsen
" Baiklah Niels " Ucap Anne sembari meletakkan kepalanya pada dada bidang milik Nielsen
" Ada apa dengannya, kenapa tiba-tiba jadi manja begini! Tak seperti biasa tingkahnya ini! " Bathin Nielsen yang terkejut
Anne pun tertidur pulas dalam dekapan Nielsen, hingga Nielsen menggendongnya ke ranjang.
Pagi-pagi benar Anne telah terbangun dari tidurnya, dengan cekatan ia membersihkan dirinya dan duduk dihadapan meja rias untuk mempercantik dirinya.
Nielsen yang kala itu baru saja terbangun dari tidurnya, kembali terkejut melihat pemandangan yang tak biasa baginya
" Selamat pagi istriku, tubuhmu sangat wangi " Ucap Nielsen dengan memeluk Anne dari belakang
" Selamat pagi suamiku, cepatlah mandi kita akan terlambat untuk sarapan " Lanjut Anne
" Astaga ada apa dengan wanita ini, kenapa dirinya begitu berbeda dari yang biasanya! " Bathin Nielsen yang bertanya-tanya atas perubahan istrinya
Dengan segera Nielsen membersihkan dirinya, keduanya pun bersiap-siap untuk sarapan bersama penumpang kapal pesiar itu
__ADS_1
" Sayang, kau terlihat sangat tampang sepagi ini! " Bisik Anne
" Deg!!!! Apa katamu? " Gumam Nielsen yang langkahnya terhenti setelah mendengar ucapan Anne
" Kau sangat tampang pagi ini, suamiku " Bisik Anne kembali kepada Nielsen, membuat bulu kuduk di sekujur tubuhnya berdiri
" Sial! Masih pagi dan istriku membangunkan gairahku ini " Bathin Nielsen
" Kita batal sarapan, aku ingin memakanmu " Ucap Nielsen, lalu menggendong tubuh munggil Anne menuju kamar mereka kembali
Ketika keduanya tiba di kamar, Nielsen mendorong Anne tubuh Anne, ke atas ranjang.
Inci demi inci tubuh Anne, mulai dijelajahi oleh liarnya bibir milik Nielsen
Desahan kenikmatan tak henti-hentinya keluar dari bibir sexy milik Anne, membuat Nielsen semakin menggila dan bersemangat untuk melancarkan aksinya
Erangan kenikmatan pun terdengar dari kedua insan, yang sedang dipenuhi oleh nafsu
" Whatttt, apa katanya? Apa yang baru saja diucapkannya? " Bathin Nielsen
Anne pun pergi menuju kamar mandi, meninggalkan Nielsen yang dipenuhi oleh jutaan pertanyaan di dalam hatinya, karena perubahan sikapnya pada Nielsen
Dengan segera Nielsen mengejar Anne ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan kemudian keduanya kembali, untuk menikmati sarapan setelah melakukan praktek mata pelajaran olahraga ( hihihi author ngasal, peace out ✌🤣 )
Dari jauh Anne telah melihat Erik, yang sedang menikmati sarapan paginya. Anne pun berlajan dengan cepat menuju Erik
" Selamat pagi pa " Sapa Anne kepada Erik
" Selamat pagi, hey putriku! Sini duduklah lalu pesan sarapan untukmu, wajahmu terlihat begitu pucat " Ucap Erik
__ADS_1
" Benarkah papa, apa Anne terlihat sepucat itu? " Tanya Anne dengan nada penasaran
" Iya pucat seperti zombie " Jawab Erik dengan tertawa
Mendengar jawaban Erik, membuat Anne tertawa terbahak-bahak
" Papa, Anne bukan zombie tapi Anne lagi membantu Nielsen bekerja keras agar papa bisa menimang cucu " Ucap Anne
" Benarkah Nak? " Tanya Erik
" Tentu saja papa " Jawab Anne
" Akhirnya aku bisa mati dengan tenang, berarti aku akan menjadi opa gaul dong hahahhaha " Lanjut Erik terkekeh
" Apasih yang kalian bahas? " Tanya Nielsen yang membawa sarapannya dari arah belakang
" Itu nak, tadi papa kan bilang Anne terlihat pucat layaknya zombie, tapi kamu tahu apa balasannya? Katanya ia sedang membantumu bekerja keras agar papa bisa menimang seorang cucu " Jawab Erik tersenyun lebar
" Argghhhh Anne, keanehan apalagi ini " Bathin Nielsen
" Tentu saja pa, kami sedang berusaha agar papa bisa menggendong cucu papa, sebelum papa menghadap yang maha esa " Lanjut Nielsen dengan tertawa
" Kau memang anak kurang ajar, bisanya kau mengutuki papamu " Balas Erik
" Aku hanya bercanda, tetap umur panjang " Ucap Nielsen dengan memeluk Erik
" Jika aku tak melakukannya, aku akan berada dalam masalah besar dengan papa, bisa jadi nyawaku jadi taruhannya, ihhh ngeri " Bathin Nielsen
Author tidak akan meminta VOTE atau COMENT dan juga LIKE 😊
__ADS_1
Intinya adalah, jika ingin terus di Up, maka lakukan saja huruf yang di BOLD 😍
Salam Sehat Readers 💜