
》 Iya pak terimakasih, hanya saja Anne adalah teman terbaikku selama ini, sejak awal bekerja di perusahaan Middelman, tak ada yang ingin berteman denganku, hanya Anne yg bersedia berteman denganku, Ucap Sarah
) Baik dong si Anne, Jawab Max
》 Sangat Pak, maka dari itu aku tak ikhlas jika sesuatu terjadi padanya, Aku tahu Anne pasti ingin membantu nenek itu, tetapi dialah yang tertabrak, Ucap Sarah sembari menutupi wajahnya agar tangisannya tak terlihat oleh Max aspri Nielsen
) Kenyataan hidup kadang menyakitkan, kamu yang sabar, Ucap Max sambil mengusap pucuk kepala Sarah.
》 Ya Tuhan, ada apa dengan pria ini? dia begitu manis sebagai seorang Pria*meler* Bathin Sarah
- Max dan Sarah yang menunggu untuk melihat kondisi Anne, pun telah menghabiskan setengah hari mereka di rumah sakit, jarum jam dinding yang berada di ruangan pun sudah menunjukkan pukul 02 dini hari.
- Dokter yang bertugas disana pun berjalan mendekati keduanya.
¤ Permisi tuan dan nona, untuk saat ini pasien belum menunjukkan gejala apapun, sehingga jika boleh menyarankan, ada baiknya tuan dan nona kembali saja, Kami akan menghubungi kalian, jika pasien sudah menyadarkan diri, Ucap Dokter
) Benar juga, baiklah dokter, Kami ijin permisi, Jawab Max dan menarik lengan sarah dan keduanya berjalan keliar.
》 P....paaa....pak, Apa yang bapak lakukan? tanya Sarah
) Apa kau tak mendengar kata dokter itu nona, lebih baik kita pulang, sekarang beritahu dimana alamatmu, aku akan mengantarmu kesana, Ucap Max
__ADS_1
- Sarah pun hanya terdiam dan memberitahukan alamat apartemennya pada Max, dan mengikuti max dari belakangnya hingga memasuki mobil Max.
) Hhmmm nona, apa kau pikir bahwa aku adalah sopir pribadimu? Tanya Max
》 Ma...maa...maaf pak, saya salah, Ucap Sarah sambil berpindah dari kursi belakang ke tepat sebelah Max
》 Ya Tuhan rasanya jantungku akan meledak, ada apa ini, Bathin Sarah.
- Sementara di dalam tahanan, Nielsen tak berhenti mengumpati Anne.
• Dasar wanita sialan, betapa berharganya nyawamu hingga posisiku tak dapat menyelamatkanku dan aku harus mendekam disini untuk menunggu kebangkitanmu, Umpat Nielsen
- Tak lama kemudian petugas tahanan datang membuka pintu tahanan Nielsen dan mengatakan padanya bahwa kerabatnya berkunjung.
) Maaf tuan, gadis itu belum menunjukkan gejala apapun dia masih belum sadar tuan, Jawab Max
BRAKKKKKK
- Suara gebrakan meja yang dilakukan Nielsen
• Dasar wanita malam itu, sialan kau, Umpat Nielsen
__ADS_1
) Sabarlah tuan, Ucap Max
• hhhmm Max, Sahut Nielsen
- Max yang melihat wajah Nielsen pun memahami maksud Nielsen
) Tidak tuan, aku takkan melakukannya karena itu sama saja aku membuatmu mendekam di dalam penjara selamanya, Ucap Max
• Gak akan, kau suntik mati saja dia dan hilangkan semua bukti bahwa akulah yg tlah menabraknya, Apa kau mengerti, lakukan saja dan jangan membantah! Ucap Nielsen
) Ya Tuhan, apa Tuan Nielsen bersungguh-sungguh, aku bahkan tak berani melakukannya, Bathin Max
• Apaan lo max, apa yg lu pikirin? jangan blng lu mau nolak perintah gue! Ucap Nielsen
) Tidak tuan, aku lagi memikirkan caranya masuk ke ruangan gadis itu tuan, Jawab Max
• Hmmmm bagus, jika bisa lakukan hari ini juga, aku benar² muak dengan semua ini, Sahut Nielsen
) Baiklah tuan, jika hanya itu, sebaiknya aku pergi dan kau istirahatlah tuan, serahkan saja semuanya padaku, Ucap Max sambil berdiri dan meninggalkan tuannya.
) gilak, Nielsen memang berhati hewan buas, bahkan mangsanya yang sudah tak bernyawa pun harus dia cabik² tubuhnya, edan tu bocah, Gumam Max
__ADS_1
- **Guys jika ada saran atau masukkan yang ingin disampaikan buat author demi penulisan novel ini maka, jangan lupa untuk bergabung di Group Chat ya, apapun sarannya akan Author terima.
'K hou van jullie 🧡**