
Jesse memang sangat mahir dalam mengendarai mobil, hingga tak perlu memakan banyak waktu untuk tiba di restaurant yang ingin ditujui oleh Anne.
“ Thankyou guys, wish me luck! “ Ucap Anne sambil turun dari dalam mobil.
“ Good Luck Love “ Balas Jesse dan Sarah dan mereka pun segera meninggalkan Anne
Nielsen yang masih berada di dalam mobilnya pun telah menyadari kehadiran Anne.
“ Astaga, calon istriku memang sangat cantik, tidak sia-sia diriku menunggunya selama ini “ Ucap Nielsen dan dengan segera ia pun turun dari mobilnya dan berjalan menuju Anne.
“ Ada yang bisa dibantu nona “ Tanya Nielsen menggoda Anne
“ Ahhh iy... “ Ucapan Anne pun terputus karena mengetahui bahwa suara itu berasal dari Nielsen.
“ Mari “ Ucap Nielsen sembari memberikan lengannya untuk digapai oleh Anne.
Keduanya pun berjalan masuk menuju restaurant, sepanjang perjalanan mereka diperhatikan oleh berbagai mata dari pengujung lainnya.
Saat memasuki restaurant, Anne terkejut melihat seluruh restaurant tersebut dihiasi oleh bungan rose berwarna merah.
Pelayan restaurant tersebut pun tercenggang sekaligus terpesona oleh kecantikan Anne malam itu.
“ Astaga, Tuan dan Nyonya memang pasangan yang sangat cocok ya “ Ucap salah seorang pelayan kepada yang lainnya.
“ Selamat Datang Tuan dan Nyonya di Restaurant kami “ Sambut pelayan
“ Wah istimewa sekali tuan “ Ucap Anne tepat di telinga Nielsen membuat bulu kuduk sekujur tubuhnya berdiri.
“ Astaga, jangan sekarang Nielsen! Kontrol boleh dong! “ Bathin Nielsen terporak-poranda.
“ Iya kamu yang istimewa, makanya jadi se-istimewa ini “ Balas Nielsen kepada Anne dengan senyuman manisnya.
“ Kamu terlihat sangat tampan malam ini Niels “ Ucap Anne dengan tatapan mata yang sangat dalam kepada Nielsen
“ Terimakasih! Kau pun terlihat sangat cantik malam ini Anne “ Balas Nielsen
“ Astaga, mengapa jadi kaku seperti begini, sedikit lagi kita kan mau nikah kok rasanya baru pertama kali date ya “ Bathin Anne
“ Calon istriku, mengapa malam ini kau terlihat sangat menggoda! Arghhh I Hate My Mind “ Bathin Nielsen
Keduanya hanya saling berbalas tatapan, tanpa sepata kata pun, hingga akhirnya datanglah seorang pelayan dan menyadarkan mereka dari tatapan maut itu.
__ADS_1
Nielsen dan Anne, menghabiskan makan malam dengan penuh tawa dankebahagiaan juga dengan membahas kesiapan pernikahan mereka, hingga kemana mereka akan melakukan honey moon.
“ Menghabiskan waktu bersamamu kenapa rasanay begitu cepat ya “ Gumam Nielsen.
“ Jangan menggodaku atau kau akan menyanyi disini, hahaha “ Ucap Anne setelah mendengar gumaman Nielsen.
Pada saat keduanya sedang bersenda gurau, datanglah bencana besar. Zee si wanita gila yang sangat membenci Anne itu berdiri tepat dihadapan keduanya, wajah mereka pun berubah setelah melihatnya.
“ Mau apalagi kau “ Tanya Nielsen dengan nada sinis.
“ Cihhh, biasa saja kau! Aku pun dulu kau pakai karena kecantikanku “ Jawab Zee
Anne yang mendengar ucapan Zee, hanya terdiam seribu bahasa. Entah sial apalagi yang akan dialaminya kini.
“ Zee, hentikan omongkosongmu ini, apa kau tak punya otak sehingga perkataanmu selalu ngaur? Tanya Nielsen
“ Ngaur? Cihhh kata siapa ngaur, semua orang disini pun tahu, siapakah kamu, dan apa yang bisa kamu lakukan ketika kau sudah bosan dengan seorang wanita “ Jawab Zee dengan nada tegas.
Semua mata pengunjung pun memandang ke arah mereka, Anne hanya terdiam dan sesekali menitihkan air matanya setelah mendengar perkataan pedas dan tak masuk akal yang dolontarkan oleh Zee.
Nielsen yang sudah mengetahui bahwa, Anne sedang menitihkan air mata pun menarik lengannya dan pergi dihadapan Zee.
Zee hanya memandangi kepergian mereka dengan pandangan sinis.
“ Bagaimana ini, apa ini juga termasuk petunjuk dari Tuhan untuk menikahinya” Bathin Anne terasa bimbang setelah mendengar ucapan Zee tadi.
Nielsen pun dengan segera membukakan pintu mobilnya bagi Anne
“ Ann, apakah ada yang harus kita bicarakan sebelum kau ku antar ke rumahmu? “ Tanya Nielsen dengan nada suara terdengar gugup.
Anne pun menarik nafasnya dalam-dalam sembari berpikir
“ Aku rasa tak ada yang perlu jika bicarakan, semuanya telah jelas! “ Jawab Anne
“ Apanya jelas Ann, jangan membuatku panik? “ Tanya Nielsen
“ Bagaimana ya, setelah mendengar semua penjelasan Zee tadi, aku menjadi ragu untuk menikahimu Niels “ Jawab Anne
“ Aku percaya padamu Niels! tapi alangkah lucu jika sekali-kali kau juga aku prank, biar seru “ Bathin Anne.
“ Tuhan, Ann tidak bisa begini dong, kamu juga tahu bagaimana persaanku kepadamu, betapa aku sangat menginginkanmu dan tiba-tiba hanya karena perkataan seorang wanita gila yang jelas tidak aku inginkan
__ADS_1
mengubah pikiranmu dengan cepat? “ Tanya Nielsen
“ Kan kamu bersamanya sebelum bersamaku, jadi apa boleh dibuat? Kita batal nikah! “ Ucap Anne dengan nada yang terdengar sangat tegas.
Dalam sekejap Nielsen pun terdiam dan hamya menatap wajah Anne, lalu membuka pintu mobilnya lalu keluar dengan hatinya yang hancur.
Anne hanya menahan tawanya, terlihat dari balik kaca Nielsen yang sedang berteriak sekerasnya dan juga mengusap air matanya, membuat Anne semakin yakin untuk menikahinya.
Saat Nielsen tertunduk duduk, Anne pun keluar dari mobil dan berjalan menuju Nielsen lalu mengulurkan jemarinya kepada Nielsen.
Nielsen pun mengangkat kepalanya dan memandang wajah Anne dengan air mata yang berlinang di pipinya.
“ Hentikanlah tangisanmu, apakah pantas seorang CEO ternama sepertimu, menjatuhkan airmatanya demi seorang wanita yang bisa ia jumpai dimana saja “ Ucap Anne sambil mengusap air matanya.
“ Apa kau tidak pernah menyadari dan tak pernah sadar atau pura-pura buta, bahwa aku hanya tergila-gila padamu Ann? “ Tanya Nielsen kepada Anne
“ Hentikanlah drama klasikmu ini Tuan, aku tak bisa menikahimu “ Jawab Anne dengan nada serius, hingga Nielsen tak menyadari bahwa Anne sedang menggodanya.
“ Kenapa kau memperlakukanku seperti ini Ann, kau sangat melukaiku Ann “ Ucap Nielsen dengan suara tangisannya sudah tak bisa ia pendam lagi.
Seketika pun Anne memeluk tubuh bidan itu dari belakang, Nielsen pun berbalik dan menatapnya.
“ Kau takkan meninggalkanku kan Ann “ Ucap Nielsen
“ Kata siapa aku akan meninggalkanmu? “ Tanya Anne
“ Lah tadi katanya kau tak bisa menikahiku? “ Tanya Nielsen kebingungan
“ Iya aku memang berkata seperti itu, tapi aku tak mengatakan akan meninggalkanmu “ Jawab Anne dengan nada santuy.
“ Ann, kau tahu, betapa sedihnya hatiku hatiku ini, apa kau bisa merasakanny? “ Tanya Nielsen
“ Lah kok jadi playing victim sih, Aku yang sakit hati atas tingkah mantanmu itu “ Balas Anne
“ Baiklah, tolong maafkan aku dan jangan batalkan pernikahan kita karena aku sungguh sudah sangat bergantung padamu, jangan hancurkan hatiku! “ Ucap Nielsen dengan tatapan matanya yang begitu dalam kepada Anne
“ Tanpa kau menjabarkan segalanya, aku pun mengetahuinya Niels. Jika suatu saat ada seorang yang ingin memisahkan kita maka, itu adalah kesalahan orang tersebut “ Bathin Anne
“ Niels, ayo antarkan aku pulang, aku sungguh lelah “ Pinta Anne
“ Siap “ Jawab Nielsen dengan singkat, lalu dengan segera ia membopong tubuh mungil Anne dan memasukkanya ke dalam mobil, lalu mereka pun melaju pergi dengan hati yang gembira tak terbeban.
__ADS_1
#AuthorPOV : Kaka-kaka, jangan lupa Like, coment dan Votenya, Mkasih :*