Wanita Malam Itu,Milikku!

Wanita Malam Itu,Milikku!
Episode 090


__ADS_3

Setelah mengganti pakaiannya, Anne pun berjalan keluar mendekati Nielsen untuk segera pergi


" Pak, Pak " panggil Anne kepada Nielsen


Nielsen yang mendengar panggilannya tak menghiraukannya, lalu berjalan mendekatinya.


" Apa yang bapak lakukan " Tanya Anne panik melihat tingkah Nielsen


" Sssttt diamlah, Vampir lagi kelaparan " Ucap Nielsen menggunakan telunjuknya pada bibir Anne


Nielsen mendekati Anne dengan kedua tangannya menahannya di tembok.


" Pak, Bapak, sadarlah " Gumam Anne


" Aku selalu mencoba untuk menjaga kesadaranku tetapi kau selalu membuatku kehilangan kesadaranku " Balas Nielsen


Nielsen pun mulai menciumi leher jenjang milik Anne bergantian lalu mendaratkan sebuah ciuman yang sangat dalam di bibir milik Anne


" Em, em pak " Ucapan Anne bahkan terbata-bata karena tak berdaya untuk mendorong tubuh Nielsen.


Nielsen menciumi dan menjelajahi mulut milik Anne dengan menggunakan lidahnya.


" Astaga ini sangat nikmat, bahkan aku ingin lebih " Bathin Nielsen menikmati permainannya.


" Bagaimana ini, bagaimana pun aku harus bisa menyelamatkan diriku " Bathin Anne*


Nielsen mulai menjulurkan kedua tangannya menuju gunung kembar milik Anne.


Anne pun tak berdaya untuk menolaknya dan tengelam dalam kenikmatan yang diberikan Nielsen, membuatnya hanya bisa mengerang kenikmatan.


" Jangan menahannya, lepaskanlah! aku ingin mendengarnya " Bisik Nielsen di telinga Anne


" Ahhhh Emmm emm Ahhh emmm, pak sud..emmm ahh " Anne tak berdaya dibuat Nielsen


Saat Nielsen akan memasukkan tangannya mengarah ke bagian inti milik Anne pun tiba2 melepaskan tubuhnya dari Anne


" Sialan, apa yang telah ku lakukan " Bathin Nielsen


Anne hanya kebinggungan dan juga bersyukur karena tanpa meminta Nielsen melepaskannya dengan sendiri.


" An, maafkan aku, aku tak dapat mengontrol diriku " Ucap Nielsen demgan nada memohon kepada Anne


" Pak, ayolah kita akan terlambat ke kafe, tapi mengapa pegawaimu begitu lama " Gumam Anne


" Apa dia berpura-pura tidak mendengarku " Bathin Nielsen


Anne dan Nielsen pun berjalan tutun tangga dan menuju mobil Nielsen untuk menuju sebuah Kafe di sekitar lingkungan tempat tinggal Anne


" Ah itu, kita telah sampai, turunlah " Sahut Nielsen kepada Anne


" mmm baiklah pak " Jawab Anne lalu turun dari mobil Nielsen dan berjalan menuju kafe itu tanpa menunggu Nielsen


" Dia bahkan tak menoleh untuk memandangku, sedih apa bilang " gumam Nielsen lalu dengan segera ia pun turun dan mengejar Anne


*********

__ADS_1


Sementara di Apartemen Max, Sarah sedang membereskan barang² milik Max untuk di masukkan ke dalam koper, sedangkan Max sedang menikmati kopinya.


" Istriku, kamu pasti capek, biar sebentar aku memijatmu " Sahut Max yang berjalan mendekati Sarah yang sedang terlihat sibuk.


" Benarkah suamiku? " tanya Sarah menggoda Max


" Tentu saja, aku memberikan gaya pijatan terbaikku hanya untukmu seorang " Jawab Max dengan tatapan nakalnya kepada Sarah


" Isss dasar suami mesum, berhentilah berpikir jorok " gumam Sarah lalu berjalan menuju kamar mandi


Max pun mengikuti Sarah dari belakanv


" Berhentilah Max, aku ingin mandi, tubuhku sangat gerah " Gumam Sarah


" Benarkah, maka aku akan membantu memandikanmu " Ucap Max sambil membuka helaian pakaian yang dikenakanya hingga tak ada sehelai benang yang menutupi tubuh kekar miliknya.


" Astaga, apa ini " Teriak Sarah sembari menutup matanya dengan telapak tangannya


" Kau adalah istriku, kau milikku " Ucap Max dan mulai memeluk tubuh sarah dan membuka piyama yang dikenakan Sarah.


Mereka berdua membersihkan diri mereka, Sarah yang merasakan gugup pun hanya menahannya.


" Ayo sayang, keringkan badanmu, aku akan memijatmu " Bisik Max pada Sarah


" Aku gak capek, aku ingin tidur " Balas Sarah berjalan pergi meninggalkan Max


" Oh ya, apa kau berani menolak suamimu ini? " Ucap Max lalu menarik lengan milik Sarah melemparkan tubuhnya ke atas ranjang.


" Kau takkan bisa lepas.dari gengamanku Sar " Gumam Max


" Terimakasih istriku, ayo kita tidur " Ucap Max sembari mengecup kening sarah


" mmmm " Gumam Sarah dan mereka pun tertidur.


*********


Sementara di rumah Anne, Nielsen menemaninya sembari menunggu pegawainya memperbaiki aliran listrik di rumahnya.


" Pak, jika kau ingin pulang maka pulanglah, lihatlah hampir jam 3 dini hari pak " Ucap Anne kepada Nielsen


" Ahhh tak apa, berhubung mereka adalah pegawaiku, maka aku harus memastikan bahwa mereka melakukannya dengan benar " Balas Nielsen yang menyandarkan dirinya di sofa


" Baiklah jika begitu pak " Gumam Anne


" Enak saja, emang kau kira aku rela melihatmu bersama pria lain selain aku " Bathin Nielsen


Tanpa sadar keduanya tertidur, Anne bersandar pada dada milik Nielsen dan Nielsen bersandar kepala Anne, hingga matahari terbit.


Nielsen yang sudah terbangun sejak tadi, berpura-pura kembali tidur setelah melihat Anne tertidur di sandarannya.


" Astaga aku tertidur dalam pelukannya " Gumam Anne dan menarik kepalanya dari dada milik Nielsen dengan lembut


" Selamat pagi, Sudah Bangun ya " Ucap Nielsen tersenyum ke arah Anne


" Haishhhhhh " Gumam Anne dan menutup wajahnya.

__ADS_1


" Kau tertidur sangat pulas hingga aku tak berani membangunkanmu " Ucap Nielsen


" Maafkan aku pak, Bapa ingin langsung pulang atau mau aku bikinkan kopi " Ucap Anne sembari ingin berdiri


Nielsen menarik lengannya kembali ke pangkuannya " Kalau minta di cium sama kamu boleh tak " Sahut Nielsen


Wajah Anne pun menjadi merah merona, setelah mendengar ucapan Nielsen


" Nielsen, Anne " Panggil Max


Ternyata tanpa disadari Max dan Sarah telah berada disana memperhatikan mereka sejak tadi.


" Aishhhhhh " Teriak Anne lalu berlari menuju dapur


" Eh kalian, bagaimana malam pertamanya, Sarah apa Max memuaskanmu " tanya Nielsen dengan penasaran


" Eh pak, aku akan bertemu dengan Anne dulu " Jawab Sarah lalu menghindari Nielsen dan menemui Anne di dapur


" Hhhmmm biar ku tebak, kau tak pulang semalaman dan tinggal disini kan " Sahut Max


" Yaaaa, aku tak pulang, gimana dong aku juga harus mencuri kesempatan dalam kesempitan untuk mencapai keinginanku kan, apa kau pikir kau saja yang bisa menikah " Jawab Nielsen santai


" Kau memang pria Nielsen " balas Max sembari tersenyum lebar


" Saya lahhh " Ucap Nielsen terkekeh


Anne yang merasa gugup bercampur malu hanya menahannya dan membuatkan kopi baginya dan juga Nielsen


" Hhhmmmm " Dehem Sarah melihat Anne yang salting di dapur


" Kau, arhhh sar pagi banget datang " Tanya Anne gugup


" mata lo pagi, ini udah jam 10 tahu " Jawab Sarah sambil mengutik dahi Anne


" Whatttttssss jam 10, ya ampun aku tidur sangat lama " Gumam Anne


" Apa yang kalian lakukan semalam An " Tanya Sarah kepo


" Semalam kami menunggu pegawai untuk memperbaiki listrik rumah ini hingga jam 3 pagi sar dan karena kami ketiduran mereka pun pergi tanpa berpamitan " Jawab Anne


" ahhh iya benar listrik kita selalu bermasalah " Balas Sarah


" Hhhmmm lalu, bagaimana malam pertamanya, duhhh apa kau menikmatinya " tanya Anne kepo pake banget


" Sakit An, ketika selaput lo terlepas gitu kan, tapi gapapa toh dia suami gue kan " Jawab Sarah


" benar dia adalah suami lo, suami sah! " Balas Anne


" Ah udah deh cepat sana antarin kopi, mereka pasti ningguhin, gue bakal ke kamar dolo " Ucap Sarah lalu berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.


 


" Minta Votenya Kaka "


🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡

__ADS_1


 


__ADS_2