
Nielsen hanya memandangi Erik yg beranjak pergi setelah menamparnya, sembari tersenyum karena ucapan Erik yg mengatakan Anne adalah menantunya.
" Tenanglah kini hatiku, kau sudah bertemu papaku, ya walau tak sengaja, tapi suatu hari ku akan pertemukan kalian " Gumam Nielsen sembari melanjutkan meminum kopi milik Erik
" Dasar anak itu, entah kenapa sifatnya sangat bertolak belakang denganku, tapi aku senang bahwa aku tlah melihat calon menantuku itu! Semoga kau berhasil mendapatkannya Niels " Gumam Erik di dalam kamarnya.
********
Sementara di negara B, Anne sedang bersiap-siap untuk penerbangan malamnya kembali ke kota C
" Jess, makasih lo ya buat semuanya selama gue disini, Gue bakalan rindu banget sama lo " Ucap Anne sembari memeluk Jesse
" Apa sih lo, mau gue gampar! Gue ga mau tau pokoknya pass lo balik, gue mau dengar kabar yg baik² aja dari lo bosan ama yg buruk² " Balas Jesse sambil mengelus pipi sahabatnya itu.
" Nona Anne, nikmatilah penerbangan balikmu ya! kami pasti akan merindukanmu " Ucap Raphael
" Iya Ipar, sampaikan salamku untuk tante vien ya, makasih buat semuanya, Gue bakal datang lagi pass nikahan kalian lo " Balas Anne kepada Raphael
Jesse hanya tersenyum melihat kelakuan Anne yg tak pernah berubah meskipun cobaan bertubi-tubi dalam hidupnya, tetapi Anne selalu tersenyum bahagia ketika melihat sahabatnya berbahagia.
" Baiklah, lo mau tiket lo hangus An, buruan naik mobil " Perintah Jesse
Anne pun memasuki mobil, Raphael melajukan mobilnya menuju bandara Negara B, hingga akhirnya mereka pun tiba di bandara.
Jesse dan Raohael pun memeluk Anne, Anne pun mengendong ranselnya dan berjalan masuk airport menuju ruang check-in dan menuju ruang tunggu menunggu waktunya Boarding.
Setelah 5 menit, penerbangan menuju kota C pun tiba, penumpang pun di persilahkan boarding.
Anne pun berjalan menaiki pesawat, karena mendapatkan tempat duduk dekat kaca, membuat Anne sangat menikmati penerbangan malamnya.
Anne begitu bahagia karena menyaksikan keindahan kelap kelipnya negara B dari atas dan juga melihat bintang dan bulan dari dekat, hingga Anne pun terlelap.
********
" Nielsen, ayo makan Nielsen " Panggil Erik
Karena Nielsen tak kunjung menjawab panggilan Erik. Erik pun berjalan menuju kamarnya di lantai atas, tetapi Erik tercenggang karena mendengar dengkuran Nielsen.
" Astaga putraku, apa kau sangat lelah, baiklah kau istirahatlah, Papa tak akan menggangumu " Gumam Erik lalu menutup kembali pintu kamar Nielsen.
********
Disebuah Kafe di kota C, Sarah dan Max sedang menikmati makan malam mereka.
" Sayang, apa kau sama sekali tak mendengar kabar dari Anne " tanya Max sambil mengunyah
" Hingga saat ini tak ada Max " Jawab Sarah
" Hhhmm aku sungguh merasa kasihan kepada Nielsen sayang, dia bahkan tak tahu dimana sekarang " Ucap Max
__ADS_1
" Benarkah, kemana dia " tanya Sarah
" Ya, entahlah! Pagi tadi dia menghubungiku untuk membatalkan semua meeting dengan klien dari hari ini hingga hari yg tak diketahui " Jawab Max
" Astaga, sampe segitunya ya! Ehhh lalu si Zee itu bagaimana " Tanya Sarah kepo
" Tau ahhh gelap " Balas Max terkekeh
" Hishhh, buruan makannya, trus anterin aku balik " Gumam Sarah
" hhhmmm " sahut Max
*******
Keesokan harinya, Pesawat yg ditumpangi Anne telah mendarat di Kota C dengan selamat.
Anne berjalan keluar dengan wajah baru bangun tidur, lalu berjalan memasuki sebuah kedai kopi untuk meminum kopi
" Ahhh enak banget ini kopi " Gumam Anne yg terus meneguk kopi miliknya.
" Baiklah gue akan ngulur waktu sampai sarah udah kerja baru gue pulang, lagi malas ngomong gue, pen bobo aja " Ucap Anne
Anne yg telah tiba dari jam jam 06.00 pagi harus menunggu pukul 08.00, dan akhirnya Anne memanggil taxi dan melaju menuju rumahnya.
Saat menuruni taxi, buibu yg selalu menggangunya sedang membeli sayur di tukang sayur keliling dan menatap ke arahnya.
" Bicaralah sepuas kalian, dasar mak² mulut comberan " Gumam Anne lalu berjalan membuka pintu rumahnya dan menuju kamarnya.
" Ahhh gada makanan lagi, adanya tinggal pop mie ini lagi, ya udah sikat aja sikon lagi darurat " Gumam Anne
Anne pun merebus pop mie dan memakannya hingga habis dan kembali ke kamarnya untuk melanjutkan tidurnya.
********
" Papa, aku pulang ya pa! Terimakasih " Ucap Nielsen sembari memeluk ayahnya
" Baiklah nak, kamu hati² ya nyetirnya! Ingat temukan mantunya papa itu ya, Awas kau" Balas Erik kepada Nielsen
Erik pun menemani Nielsen hingga parkiran dan memandangi mobil milik putranya hingga hilang dari pandangannya.
********
" Sayang, malam ini makan di rumah ya, kamu yg masak " Ajak Max
" Baiklah, Ajaklah Tuanmu juga jangan biarkan dia merasa sendiri " Ucap Sarah mengigatkan Max tentang sahabatnya itu.
" Kau benar ya " Balas max lalu mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Nielsen
Tak menunggu lama Nielsen pun menjawab panggilan Max dan mengiyakan ajakan Sarah dan Max.
__ADS_1
Max dan Sarah pun segera menuju supermaket untuk berbelanja setelah pulang kerja.
******
Malam harinya, Anne yg tertidur pulas tak mengetahui jika di rumahnya lagi kedatangan tamu, mereka pun tak menyadari keberadaannya.
Anne pun bangun dari ranjangnya menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, setelah mandi Anne pin memakai piyama tidurnya.
Lalu keluar kamarnya dan berjalan turun untuk mencari makan, karena perutnya terasa sangat lapar.
" Wah aromanya sangat lezat " Ucap Anne yg menuruni tangga
Max, Nielsen dan sarah yg mendengar ucapan tersebut pun balik lalu memandangi asal suara itu.
" Anne " Ucap ketiganya serentak
" Mengapa, kalian tak suka dengan kehadiranku " Gumam Anne lalu berjalan mendekati meja makan
Sarah pun segera mendekati dan memeluk Anne dengan erat.
" Astaga An, Gue kangen pake banget ama lo " Ucap Sarah
" Welcome back Home An " Sahut Max
" Hmmm kau telah kembali " Gumam Nielsen
" Iya terimakasih semuanya, aku lagi tdk ingin berbicara! Aku lapar " Ucap Anne mengambil piring lalu mengisi makannan
" Astaga, tambah cantik sekali dirimu, aduh bagaimana ini " Bathin Nielsen
Nielsen hanya menelan salivanya karena melihat kemolekan tubuh Anne yg terbalut piyama merah miliknya.
Anne hanya memakan makanan miliknya dengan tenang hingga habis, lalu mencuci piring miliknya.
" Gue tidur duluan semuanya, Sar sampe jumpa besok " Ucap Anne sembari mengusap pucuk kepala Sarah
" Ahsiap dia bahkan tak memandangku " Bathin Nielsen
Setelah makan malam, Max dan Nielsen pun kembali ke rumah Nielsen, di dalam mobil Max tak berani mempertanyakan apapun kepada Nielsen.
Keduanya hanya terdiam, hingga mobil Max memasuki parkiran rumah Nielsen
" Gue tidur duluan ya Max, oh iya Jangan lupa jadwalkan meeting kita besok ya " Ucap Nielsen sambil berjalan menuju kamarnya
" Hhhmm mentang² semangat hidupnya udah balik, seenaknya aja kan jadinya " Gumam Max lalu menuju kamarnya
" ***Jangan Lupa Like dan Votenya, Agar Author makin semangat "
__ADS_1