
# Falshback On
Saat berada di dalam ruangan Nielsen, Max mengatakan sebuah rencana kepada Nielsen, agar hari ini Nielsen menjemput dan mengantarkan Anne ke Club tempatnya bekerja. Disana Max dan Sarah akan menunggu mereka.
Lalu Sarah dan Max akan menemani mereka minum, tapi haruslah Anne yg benar² minum, kemudian untuk mengetahui isi hatinya, Kau dan Sarah akan berbicara pada Anne.
Di saat itulah semua ketakutan Nielsen akan terjawab, apakah Anne membencinya atau tidak.
# Flashback Off
" Ga papa An, ayolah An bawakan pesanan kami" Ajak Sarah
" Baiklah kau tunggu disini" Ucap Anne lalu dengan segera Anne beranjak pergi meninggalkan mereka.
Tak lama kemudian Anne pun kembali dengan membawa beberapa botol minuman, Anne pun juga telah meminta ijin kepada Manager Club untuk menemani mereka minum.
" Aku kembali " Ucap Anne
" Ayo An, tuangkan buat kami" Ucap Sarah
" Sungguh Sarah, aku bahkan tak tahu caranya membuka botol minuman ini Sar " Balas Anne sambil tertawa
Max dan Nielsen yg melihat tingkah kedua wanita itu hanya tersenyum dan saling memandang satu sama lain
" Benarkah An, kalau begitu bukalah dengan menggunakan gigimu " Ucap sarah
" Apa yg kau katakab sayang? Apa kau menyuruhnya membuka botol iti dengan gigi" Tanya Max
" Iya, Anne bisa membuka botol dengan gigi" Jawab Sarah
" Benarkah?" Tanya Nielsen
" Tentu saja Tuan" Jawab Anne lalu mulai membuka satu per sati botol minuman itu dengan giginya.
" Kan sudah bilang, Anne bisa kan" Ucap Sarah sambil tersenyum
" Hail to the Queen" Ucap Max
" Baiklah ayo kita minum, Cheers semuanya" Ucap Sarah sembari mengangkat botolnya untuk Cheers
Mereka pun minum sangat banyak, namun Sarah telah membawa pil mabuk baginya dan untuk Max, hingga apapun yg terjadi mereka tak akan mabuk.
Max, Sarah dan juga Nielsen mulai menjalankan rencana mereka, karena melihat Anne sudah begitu teller.
" Anne, apa kau baik² saja" Tanya Max
" Iya Tuan, aku baik² saja" Jawab Anne
" Benarkah" Balas Sarah
" U know me better sar " Ucap Anne kepada Sarah
" Namun kau terlihat tidak sedang baik² saja" Ucap Nielsen
Anne pun terdiam dan memandang wajah Nielsen, Sarah dan Max pun bertatapan, merasakan debaran di dada mereka.
" Apakah ini akan berhasil Max" Bisik Sarah pada Max
" Semoga saja, aku berharap banyak untuk itu" Balas Max berbisik pada Sarah
Tak lama kemudian terdengar suara tegukan minuman, ternyata itu adalah Anne yg meminum sebotol minuman yg berada tepat di depan matanya.
" Kau, kau pria biadap itu, Pria yg menghancurkan masa depanku" Ucap Anne dengan pandangan tertuju pada Nielsen
Sedangkan Nielsen tak berani memandangi wajah Anne, sehingga Nielsen hanya menundukkan kepalanya.
" HEY KAU, TATAP AKU, AKU SEDANG BERBICARA PADAMU " Teriak Anne pada Nielsen
Dengan berat Nielsen mengangkat wajahnya dan mentap wajah Anne
" Biar kalian semua tahu, Aku adalah wanita yg telah di nodai oleh pria ini " Ucap Anne sambil menunjuk pada Nielsen
" Dia mengatakan bahwa orgtuaku memiliki hutang padanya dan belum melunasinya, sehingga dia menyuruh anak buahnya untuk menculikku dan membawaku padanya" Ucap Anne dengan suara yg begitu keras
__ADS_1
" Mereka mungunciku dalam sebuah kamar yg sangat gelap, dan tak lama kemudian pria ini" Ucap Anne geram melihat Nielsen
PLAK
PLAK
PLAK
PLAK
Beberapa tamparan mendarat di pipi Nielsen berulang kali dilakukan oleh Anne
" Cihhh bahkan aku sangat ingin membunuhmu, tamparan ini saja tak cukup bagiku" Ucap Anne
Lalu Anne pun terduduk ke lantai, menggunakan kedua tangannya dan menutup wajahnya. Max dan Sarah pun memilih leluar dari ruangan tersebut dan membiarkan Nielsen mengurusnya.
HIKS
HIKS
HIKS
Terdengar suara tangisan Anne
" Apakah anda berpikir bahwa menjadi diriku yg sekarang menyenangkan, kau tahu betapa aku menderita dengan keadaanku ini " Ucap Anne
" Ya, aku berterimakasih karena kau tak membuatku hamil dan mengandung anak dari pria bejat sepertimu, bagaimana nasibku, pasti akan lebih buruk dari sekarang ini! " Ucap Anne
Nielsen sama sekali tak dapat berkata apapun, karena dia menyadari bahwa memang dia telah bersalah.
" Aku bahkan tak bisa menyukai pria lain, karena aku takut mereka takkan menerima keadaanku, Apakah kau akan menerimaku" Tanya Anne
" Ya aku pasti menerimamu" Jawab Nielsen
" Cihh, sampah! Tentu saja kau akan menerimaku, kamulah yg menodaiku, merasakan kesucianku! " Ucap Anne
" Apa kau akan terus memarahiku" Tanya Nielsen
" Tentu akan ku lakukan hingga aku puas " Jawab Anne
" Benarkah" Tanya Anne
" Hhmmm akan ku beritahu jika kau sudah sadar, tetapi aku akan menerima semua hukuman yg akan kau berikan padaku" Jawab Nielsen
" Hmmmm baiklah" Balas Anne
" Bolehkah kau kembali bekerja di perusahaan, laporanmu tak ada yg ingin mengerjakannya" Ucap Nielsen
" Benarkah, tetapi aku telah berjanji untuk tidak kembali pada perusahaanmu" Ucap Anne
" Apa kau bersungguh-sungguh" Tanya Nielsen
" hhhmmm" Jawab Anne
" Arghhh kenapa dia terlihat sangat imut, huftttt andai semuanya baik² saja dari awalnya " Bathin Nielsen
" Baiklah, hukuman apa yg kau akan kau berikan padaku" Tanya Nielsen
" Hhmmmm, besok aku akan menunggumu di rumahku beserta dengan laporanku " Jawab Anne
" Benarkah, Jam Berapa " Tanya Nielsen
" Tentu saja, apa tampanku seperti sedang berbohong, terserah anda, asal jangan menggangu jam kerjaku " Jawab Anne kecut
" Baiklah jika itu maumu, Boleh kah kita pulang sekarang? " Tanya Nielsen
" Baiklah " Jawab Anne
Anne pun berjalan compang camping menuju ruang ganti dan mengganti pakaiannya, membawa tasnya dan segera keluar menemui Nielsen di parkiran.
" Aku telah siap" Ucap Anne
" Hhmmmm dia sungguh menarik, takkan ku lepaskan kau! " Bathin Nielsen
__ADS_1
" Baiklah ayo " Ucap Nielsen lalu menarik lengan Anne dan menduduknya kursinya depan
Nielsen dan Anne tak saling bicara mereka hanya terdiam sambil menatap jalan di depan mereka.
KRUKKKK
KRUKKKK
KRUKKKK
Terdengar suara nyanyian keroncongan dari perut Anne, Nielsen pun berbalik dan memandang
" Apa yg kau pandang, lihat ke depan sana" Teriak Anne pada Nielsen
" Apa kau lapar " Tanya Nielsen
" Tidak! Aku hanya terlalu mabuk " Bentak Anne
Nielsen pun melajukan mobilnya dan berhenti di restaurant cepat saji yaitu Mac D dan membelikan beberapa makanan dan juga tak lupa Macflurry Oreo dan Coklat.
" Ini makanlah ini " Ucap Nielsen sembari memberikan burger juga nasi dan ayam kepada Anne
" Wah aku suka, baiklah pinggirkan mobilnya, aku ingin makan dengan tenang" Teriak Anne kepada Nielsen
" Sabar..sabar " Bathin Nielsen
" Baiklah, kau bisa makan dengan tenang sekarang" Ucap Nielsen
Dengan cepat Anne memakan semua makanan yg diberikan kepadanya, Nielsen sedang memakan Macflurry coklatnya, Anne yg melihatnya pun menelan ludah
" Bolehkah aku minta sedikit macflurry coklatmu " Ucap Anne pelan
" Boleh, kau ambillah sesukamu " Balas Nielsen menyodorkan macflurrynya pada Anne
" Terimakasih " Ucap Anne dengan senyuman lebar
" Hufttr akhirnya dia tersenyum juga, setidaknya ada sedikit ketenangan di hatiku " Bathin Nielsen
" Sudah, ayo pulang! Aku ingin muntah! " Ucap Anne
" Hhmmmm" Balas Nielsen lalu menyalakan mesin mobil dan melajukannya menuju rumah Anne
Sesampainya mereka disana, terlihat Max dan Sarah yg sedang panik, menunggu kedatangan mereka kembali ke rumah, Sedangkan Nielsen menggendong Anne karena dia sudah tertidur.
" Jangan banyak tanya dulu, tunjukkan dimana kamarnya" Ucap Nielsen kepada Sarah
" Disini tuan" Jawab Sarah mengikuti Nielsen dari belakang
Nielsen pun menaruh tubuh Anne ke atas ranjangnya dan berjalan keluar, saat akan berjalan keluar tiba² Anne menahan tangannya.
Sarah yg melihatnya pun dengan segere berjalan turun ke bawah.
" Jangan tinggalkan aku, aku takut" Gumam Anne
" Apa ini, aku harus bagaimana, sudahlah dia pasti sedang ngigau." Bathin Nielsen
Nielsen pun melepaskan tangannya dan berjalan turun ke bawah menemui Max dan Sarah
" Apa semuanya baik² Nielsen" Tanya Max
" Aku tidak tahu, namun aku berharap begitu" Balas Nielsen
" Syukurlah jika begitu" Ucap Max lalu merebahkan tubuhnya ke atas sofa
" Apa kau akan camping disini? Ayo kita pulang, mereka butuh istrahat! " Ucap Nielsen
" Baiklah sayangku, aku pulang dulu " Ucap Max sembari mengecup kening Sarah dan berjalan mengikuti Nielsen dari belakang.
" Apa kau memanasiku, dengan menciumnya di depanku " Ucap Nielsen
" Itulah kenyataannya brow, bukan ingin memanasimu, Eh btw aku akan segera melamarnya " Ucap Max
" Apa katamu Max? " Tanya Nielsen dengan mata terbalak
__ADS_1
" Ya, jadi mari kita pulang tuanku" Ucap Max menggoda Nielsen
" Haishhh kau memang keterlaluan, apa yg akan dikatakan papa padaku, Gumam Nielsen lalu memasuki mobilnya dan melaju menuju rumah.