
Anne yg berada dalam taxi tak bisa menahan tangisnya, air matanya terus bercucuran.
" Astaga, apa ini! Apa aku tlah jatuh hati pada CEO mesum ini, mengapa melihatnya yg berciuman dengan wanita lain, membuat hatiku sangat sakit " Gumam Anne
Setelah sejam perjalanan akhirnya taxi itu pun berhenti di depan rumah Anne, Anne pun membayar taxi itu segera membuka pintu rumahnya dan berlari menuju kamarnya.
Disana dikamarnya, Anne segera memenuhkan Bath-upnya dan merendam dirinya lalu menangis sejadi-jadinya.
******
Sementara di pantai Nielsen merasa perasaannya sangat buruk
" Entahlah apa yg dipikirkannya setelah melihat semua ini, Kau memang terlalu bodoh Niels " Bathin Nielsen
Nielsen hanya memandangi Sarah yang menyuapi Max dan Zee yg memaksa untuk menyuapinya pun ditolak, hingga wanita itu menjadi sangat geram padanya.
Sementara di rumah, Anne hanya terus menangisi dirinya.
" Jesse, aku merindukannmu " Gumam Anne
" Apa aku berangkat kesana saja untuk menemuinya, sekalian aku refreshing, siapa tahu saja aku bisa melupakannya " Gumam Anne
Anne pun segera bangkit dari bath-up dan membersihkan dirinya dengan shower lalu menuju meja kerjanya dan membuka laptopnya untuk mengecek jadwal penerbangan ke negara B.
" Ahhh dapat,untuk sore ini bisalah! gue ambil kereta dulu ke negara D lalu ambil penerbangan paginya, lo sangat pandai Ne, Let's do this " Ucap Anne bersemangat.
Anne pun mengisi beberapa lembar pakaiannya untuk beberapa hari bersama jesse di ranselnya lalu berjalan keluar dari rumahnya memanggil taxi menuju stasiun kereta.
Saat Anne telah duduk di dalam kereta Anne pun mengirim ke pesan kepada Sarah untuk memberitahu kepergiannya.
📩 From : Ibuk Anne
Sar, gue akan keluar kota untuk beberapa hari
untuk refteshing sekalian beristirahat.
Ga perlu nyariin gue.
__ADS_1
I 🧡 U
Setelah mengirim pesan kepada Sarah, Anne pun mematikan lokasinya dan mengganti sim ponselnya.
Sarah, Max dan Nielsen pun kembali ke dalam mobil untuk mengantar pulang Sarah.
Sarah yg baru mengaktifkan hpnya, hanya terbalak memandangi isi pesan dari Anne.
" Ada apa sayang " tanya Max karena melihat sarahbyg hanya memandangi ponselnya
" Max, itu, itu, anu " Ucap sarah terbata-bata
" Ucapkan dengan benar sayang " Balas Max
" Ini lihatlah sendiri " Ucap Sarah sembari menunjukkan ponselnya pada Max
Max pun dengan tiba² menghentikan mobilnya.
" Ada apa Max, apa kau tak bisa mengatakannya sebelum berhenti " Bentak Nielsen
" Hhhmm maafkan aku, Sayang coba hubungi dia " Ucap Max
" Nomornya tak aktif Max " Ucap Sarah tertunduk
" Arghhh sialan, kemana sahabatmu itu pergi " Ucap Max membanting tangannya di setir mobilmu
" Apa katamu Max " Tanya Nielsen setelah mendengar ucapan Max
" Ini bacalah ini " Ucap max sambil memberikan ponsel Sarah kepada Nielsen
" Astaga, bagaimana ini " Gumam Nielsen setelah membaca isi pesan dari Anne
" Kita antar pulang Sarah dulu " Ucap Max lalu melajukan mobilnya.
" Kenapa dirimu pergi, apa kau akan menyiksaku setelah semua ini, apa setahun ini tak cukup kah, kau menyiksaku! Kini kau akan menyiksaku lagi " Bathin Nielsen
Setelah tiba di rumah, Sarah segera membuka pintu rumah lalu berlari menuju kamar Anne dan mengecek lemarinya.
__ADS_1
" Ya dia benar2 pergi, ranselnya tak ada disini " Ucap Sarah berjalan keluar dari kamar Anne
" Astaga " Gumam Nielsen
" Hhhmmm tetapi baiknya, kalian tak perlu mencarinya. Hargailah keputusannya " Ucap Sarah kepada Max dan Nielsen
" Yo " Sahut Nielsen lalu berjalan keluar menuju mobil Max lalu duduk di dalamnya
Tak lama Max pun masuk mobil dengan menghela nafasnya.
" Bagaimana Nielsen, kau akan mencarinya " Tanya Max
" Entahlah, namun jika aku mencarinya apa hubunganku dengannya" Jawab Nielsen
" Nielsen, kebodohan macam apa ini? " Bentak Max lalu menyalakan mobilnya dan melaju
Nielsen pun mengangkat ponselnya dan menghubungi anak buahnya.
" Beritahu aku, jika sudah ada info tentangnya " ucap Nielsen lalu mengakhiri panggilan di ponselnya.
Max hanya tersenyum melihat tingkah Nielsen
" Senyum paan lo " tanya Nielse kecut
" Akhirnya lo sadar juga, Cari dia sampe dapat, setidaknya kita tahu dimana dia berada " Ucap Max
" Jangan memerintahku seenakmu " Balas Nielsen
" Aku hanya memberitahu Tuan " Ucap Max dan semakin menginjak gas mobil, sehingga mobil melaju begitu kencang
Â
" Minta Votenya Kak "
Â
🧡🧡🧡🧡🧡🧡
__ADS_1
Â
Â