Wanita Malam Itu,Milikku!

Wanita Malam Itu,Milikku!
Episode 180


__ADS_3

Erik pun kembali dengan memegang segelas kopi di tangannya, sedangkan Nielsen telah selesai menyuapi Miracle.


" Pa, apakah baiknya aku kembali ke ruangan saja untuk menemani Anne? " Tanya Nielsen kepada Erik


" Baiklah nak, kau pergilah untik menemani Anne " Jawab Erik


Setelah mendengar ucapan Erik, dengan segera Nielsen melangkahkan kakinya menuju ruangan tempat dirawatnya Anne.


Saat membuka pintu ruangan, Nielsen tak mendapati Anne di atas ranjangnya.


Dengan penuh kepanikan Nielsen memanggil-manggil perawat, yang bertugas untuk menjaga istrinya


" Tuan, Nyonya Anne sedang berada di toilet " Ucap seorang perawat kepadanya


" Benarkah? " Tanya Nielsen seolah tak percaya dengan ucapan perawat itu yang baru saja ia dengar


" Silahkan tuan periksa sendiri " Jawab perawat kepada Nielsen


Dengan segera Nielsen membuka pintu toilet.


" Oh My " Ucap Nielsen yang terkejut melihat pemandangan yang ada dihadapannya


Nielsen pun mendekati Anne, dan memeluknya sekuat tenaga.


" Hey " Sahut Anne


" Istriku " Ucap Nielsen


" Aku tidak bisa bernafas dengan baik, jika engkau memelukku dengan sangat kencang seperti ini " Balas Anne


" Maaf, maafkan aku tapi aku tak bisa menahan perasaanku " Lanjut Nielsen


" Tolong dorong aku keluar, aku sudah menunggumu begitu lama " Ucap Anne


" Siap laksanakan tugas nyonya " Seru Nielsen


" Dimana putraku? " Tanya Anne kepada Nielsen


" Really? Lalu aku ini apa? " Tanya Nielsen menggoda Anne


" Kamu? Biar aku putuskan! " Ucap Anne kembali menggoda Nielsen

__ADS_1


Ketika Nielsen membuka pintu toilet, ruang itu terlihat Erik dan Miracle sudah berada disana


" Mama " Seru Miracle


" Ah That's my son " Ucap Anne dengan membuka kedua tangannya untuk menggapai Miracle kedalam dekapannya


Dengan segera Erik menyerahkan Miracle, kedalam pelukan Anne


" Miracle! maafkan mama yang telah egois dan hampir saja menjadikanmu sebagai korban dari keegoisan mama " Bisik Anne di telinga Miracle


Nielsen yang ikut mendengarkan ucapan Anne, hanya tertegun diam tanpa sepataka pun.


" Yang sebenarnya adalah itu karena keegoisan papamu ini " Bathin Nielsen


" Suster " Seru Erik


" Ya Tuan " Jawab perawat yang berada disana


" Jadi kapan putri saya boleh pulang? " Tanya Erik


" Tuan, sehubungan dengan hal itu akan saya tanyakan langsung kepada dokter menangani Nyonya Anne " Jawab perawat itu kepada Erik


" Baiklah, tolong dikoordinasikan dengan baik. Agar putri saya bisa cepat kembali pulang ke rumah " Balas Erik


" Papa, apakah selama ini Miracle mempersulitmu? " Seru Anne memecahkan kesunyian diantara mereka


" Tidak nak! Miracle sama sekali tidak mempersulit papa, justru kebalikannya putra papa yang sebesar dia " Ucap Erik dengan menunjuk ke arah Nielsen


" Apa pa? kenapa menujuk ke arahku? " Tanya Nielsen kebinggungan


" Lihat saja sendiri, dia bahkan lebih terlihat seperti mayat hidup, bagaimana tidak? kerjanya tiap hari hanya menangis dan menyesali segala perbuatannya terhadapmu " Ucap Erik kepada Anne


" Astaga papa ini, membuat aku malu tiada kepalang dihadapan istriku sendiri " Gumam Nielsen


" Benarkah seperti itu papa? " Tanya Anne dengan nada menggoda


" Iya nak, papamu ini saja hampir kehilangan akal. Bagaimana tidak, ia terus saja menangis, makan saja ia tak mau makan nak! " Jawab Erik semakin memanas-manasi Nielsen


" Benarkah begitu Niels? " Tanya Anne


DEG

__ADS_1


DEG


DEG


" Mampus aku, aku harus jawab apa? Ya Tuhan bantulah anakmu ini, please! " Bathin Nielsen


" Kenapa terdiam Niels? Apakah yang dikatakan oleh papa itu benar adanya? " Tanya Anne kembali membuat detakan Nielsen semakin kencang, karena gugup


" Ya! Apa boleh buat, aku tak ingin putraku kehilangan kasih sayang ibunya, hanya karena aku! Keegoisanku, bagaimana pun semua hal yang terjadi padamu dan menimpa keluarga kita, semuanya adalah ulahku, penyebab semuanya adalah aku, bagaimana rasanya aku bisa menikmati hari-hariku, melihat putraku terus menangis memanggil ibunya dan istriku hanya terbaring kaku diatas ranjang, apa kau pikir aku akan tega, aku akan tega seperti yang kau lakukan kepada kami? " Teriak Nielsen dan ia pun keluar dari ruangan itu


Melihat Nielsen yang keluar dari ruangan, membuat Anne tertegun diam, mengigat segalanya ketidaksempurnaan yang mereka miliki, membuat putra mereka yang harus menanggungnya


" Ini takkan terulang lagi, aku janji " Bathin Anne




Hello beloved readers, selamat tahun baru 💜



Author mohon maaf baru kembali, author baru saja berjuang untuk bangkit dari keterpurukan author.


Kegagalan author dalam percintaan, membuat author sangat kehilangan fokus untuk menulis.



Tetapi...


Author takkan membiarkan kegagalan cinta author, mengagalkan cerita yang sudah author tulis selama ini.



Stay Safe semuanya 💜💜💜💜💜



Much Love


__ADS_1


Author xxx


__ADS_2