Wanita Malam Itu,Milikku!

Wanita Malam Itu,Milikku!
Episode 073


__ADS_3

Mereka kembali terdiam hingga akhirnya tiba di parkiran rumah Anne, dengan segera Nielsen mengambil kursi roda dan membukakan pintu bagi Anne lalu memapah tubuhnya ke kursi roda dan mendorongnya ke rumah.


" Astaga Max, lihatlah Tuan CEO " Ucap Sarah kepada Max yg sedang memperhatikan ponselnya


" Wah, ini moment langkah " Ucap Max lalu mengangkat ponselnya dan memotret Nielsen dan Anne


" Apa yg kau lakukan Max " Tanya Sarah


" Memotret " Jawab Max sambil tersenyum


" Oh ahahha, ya harus dilakukan itu " Balas Sarah


Nielsen dan Anne pun telah sampai rumah.


" Wah Anne kau terlihat sangat baik, apakah Tuan CEO menguruu dengan baik, lebih dariku " Ucap Sarah menggoda Anne


" Hhhmmm, sangat baik " Balas Anne sambil menunjuk ke kursi roda


Sarah pun tertawa terbahak-bahak dan menghampiri Anne untuk memeluknya.


" Baiklah sini, masuklah! Berhubung ini weekend jadi aku dan Max akan memasak untuk kalian, kalian istirahatlah dulu" Ucap sarah sambil memapah tubuh Anne ke sofa.


" Kau terlihat bahagia Nielsen, apa ada yg aku lewatkan " Tanya Max


" Semuanya hanya seperti yg kau lihat, tak ada yg berlebihan " Jawab Nielsen


" Ya sudah jika tak mau mengatakannya, biarkan waktu yg akan menjawabnya " Ucap Max sambil menepuk bahu Nielsen sambil berjalan masuk ke dalam rumah


Nielsen pun berjalan menuju sofa, saat akan duduk,Nielsen melihat Anne yg sedang duduk tertidur dan leher jenjangnya terpampang nyata.


Nielsen hanya menelan salivanya dan berusaha mengontrol dirinya.


" Tuan, tolong jaga Anne, aku dan Max akan pergi untuk berbelanja " Ucap sarah sambil berjalan kelaur dengan Max


" Sialan, mereka meninggalkanku dengan pandangan seperti ini, haishhhh entah sampai kapan aku akan seperti ini " Gumam Nielsen dan mengaruk-garuk kepalanya yg tak gatal


Nielsen hanya berpikir bahwa Anne telah benar² tidur, nyatanya Anne tak tidur. Anne hanya menutup matanya dan tlah mendengarkan perkataan Nielsen


" Apa yg kau katakan tuan " Tanya Anne sembari membuka matanya


" A..a..a..aku, ah tak ada, kau tidurlah " Jawab Nielsen dengan wajah memerah karena gugup


" Baiklah " Balas Anne dengan nada manjah


" Astaga, aku harus segera pergi jika tidak, aku bisa mati berdiri disini " Bathin Nielsen


Saat Nielsen akan melangkahkan kakinya keluar rumah, panggilan Anne menghentikan langkahnya.

__ADS_1


" Mau kemana Tuan " Sahut Anne


" Astaga, aku bahkan tak bosa menyelamatkan diriku sendiri " Gumam Nielsen sambil membalikkan tubuhnya


" Tuan mau kemana " Ucap Anne sembari sengaja berdiri dari sofanya.


Nielsen pun berlari mendekati Anne dan menahan tubuh Anne


" Astaga apa yg kau lakukan, Jangan banyak bergerak! Alu tak suka " Ucap Nielsen spontan


" Apa yg tak kau suka Tuan " Tanya Anne sembari tersenyum


" Astaga mengapa kau harus tersenyum seperti, rasanya aku ingin menerkammu sekarang " Bathin Nielsen


" Tak ada, maafkan aku " Ucap Nielsen sambil menundukkan kepalanya di hadapan Anne


Anne hanya tersenyum melihat tingkah Nielsen dan juga binggung dengan tingkahnya.


"Jika kau bertingkah seperti ini bagaimana aku bisa memarahimu untuk waktu yg lama tuan " Bathin Anne


" Baiklah, lepaskan tubuhku! Aku ingin duduk, Ucap Anne sambil ingin merebahkan tubuhnya ke atas sofa


Nielsen yg belum melepaskan tangannya dari tubuh Anne pun, ikut terjatuh ke atas sofa, lebih tepatnya tubuh Anne.


Keduanya pun saling menatap, hingga bisa merasakan deruan nafas masing²


Nielsen menatap Anne dengan tatapan yg sangat dalam, seperti seekor macam yg siap menerkam mangsanya.


" arhghhhhhh , hampir lagi aku lepasan kontrol " Bathin Nielsen


Nielsen bangkit dari lantai rumah Anne dengan napas ngos-ngosan seperti baru habis melakukan lari marathon.


" Maafkan aku Tuan, apa kau terluka " Tanya Anne sembari ingin mendekati Nielsen.


" Tidak, jangan mendekat! Kau disana saja " Ucap Nielsen lalu menyandarkan tubuhnya pada sofa


Anne hanya kebingungan melihat tingkah Nielsen itu.


" Hhhmm Tuan, soal tugas pembuatan laporan itu, maaf belum bisa mengerjakannya " Ucap Anne sambil menundukkan kepalanya.


" Ah soal itu tak apa, kesehatanmu lebih penting " Jawab Nielsen


Tak lama kemudian Sarah dan Max kembali dari supermaket dengan beberapa kantong belanja.


Nielsen pun berlari membantu Sarah mengangkatnya.


" Apa yg akan kalian masak malam ini " tanya Nielsen kepada Max dan sarah

__ADS_1


" Apa sayang, apa yg ingin kau masak " Tanya Max pada Sarah


" Aku akan membuat, Pasta Carbonara dan lasagna " Jawab Sarah


Anne yg mendengar ucapan sarah pun membalikkan wajahnya dan tersenyum ke arah Sarah.


" Apa pasta carbonara dan Lasagna adalah makanan kesukaanmu Anne " Bathin Nielsen sambil memandangi Anne yg sedang tersenyum ke arah sarah.


" Aku suka itu sarah " Ucap Anne


" Ah ya kami juga memyukainya " ucap max dan Nielsen bersamaan


" Baiklah kalau begitu tunggu apalagi, ayo masak " ucap Sarah lalu berjalan menuju dapur diikuti Max dan Nielsen


Nielsen yg mengikuti mereka ke dapur, pun berjalan kembali dan duduk di sofa dengan memelas


" Ada apa tuan, kau terlihat tak baik " Sahut Anne kepada Nielsen


" Tentu saja, aku merasa seperti obat Nyamuk ketika berada di dapur " Ucap Nielsen sambil memandangi Anne


Anne pun tertawa terkekeh mendengar jawaban Nielsen


" Tentu kau akan merasa seperti itu tuan, makanya jangan jones tuan " Ucap Anne


" Siapa yg jones, aku memiliki pacar kok" Balas Nielsen


" Oh ya benar siapa itu, Zee ya Zee " Jawab Anne


Nielsen hanya menutup mulut dengan tangannya, karena menyadari perkataannya barusan.


" Dasar bodoh, bagaimana bisa kau mendapatkannya jika kebodohanmu sangat alami seperti ini " Bathin Nielsen


Nielsen hanya terdiam seribu bahasa dan tak berani memandangi wajah Anne, mulai dari makan malam hingga Nielsen dan Max berpamitan untuk pulang.


" An, ada apa dengan CEO-mu " Tanya Sarah pada Anne, karena tingkah Nielsen


" Aku pun tak tahu apa penyebabnya Sar, setelah dia kembali tadi dapur karena tak tahan melihat kau dan max, aku hanya mengatakan jika makanya jangan jd jones dan dia mejawabku jika dia memiliki pacar, ya aku tahu Zee tapi tiba² dia menutup mulutnya dan tak berani memandangiku " Balas


" Astaga mungkin dia berpikir kau akan memarahinya mungkin " Ucap Sarah


" Astaga ahahhahaha, mana mungkinlah aku marah, kenyataannya kok " Balas Anne


* **Guys, Jangan Lupa untuk Like & Votenya


Coment, yang membangun monggo!


Untuk perbaikan isi Novel dan juga memuaskan hati readers 🥰

__ADS_1


Jangan Lupa Like dan Vote yang buanyakkkk.....


'K HOU VAN JULLIE 🧡***


__ADS_2