Wanita Malam Itu,Milikku!

Wanita Malam Itu,Milikku!
Episode 072


__ADS_3

Nielsen yg duduk dengan memegangi tangan pun tertidur, Jarum jam di dinding pun telah menunjukkan pukul 03.00 dini hari.


Anne pun telah sadarkan diri, saat akan mengerakkan tangannya, Anne merasa lengan kirinya berat, lalu Anne memalingkan wajahnya dan ia sangat terkejut, karena itu adalah Nielsen yg sedang tertidur dengan mengengam tangannya.


" Apa dia semalaman disini, astaga dia begitu manis saat tertidur, andai saja pertemuan awalmu denganku baik² saja " Bathin Anne


Anne hanya tersenyum lalu kembali tidur, karena tak ingin menggangu Nielsen yg sedang tertidur.


*****


Keesokan paginya, dokter yg merawat Anne pun kembali memeriksannya. Nielsen pun juga telah bangun dan Anne juga telah membuka matanya dan duduk bersandar pada ranjangnya.


" Pagi Tuan dan Nona " Sapa Dokter


" Pagi dok " Jawab Anne dan Nielsen bersamaan


" Nona, anda boleh pulang hari ini, aki harap jangan lagi bekerja sebagai pelayan Club ya " Ucap Dokter sambil tersenyum


" Tak kan dilakukannya lagi dok " Balas Nielsen dengan menatap dokter


" Baiklah Tuan, jangan lupa urus prosedurnya sebelum meninggalkan rumah sakit ya " Balas dokter pada Nielsen lalu berjalan pergi


" Cihhh Tentu saja akan ku bayar, harga dirimu pun juga bisa ku beli " Gumam Nielsen


" Ada apa dengan pria ini, kenapa dia terlihat seperti ingin memakan dokter itu, Ada² saja kau Tuan CEO, ternyata melihatmu sepagi ini kau sangat manis dengan wajah tidurmu! " Bathin Anne


" Anne, Anne, Jawab Aku An " Panggil Nielsen khawatir


" Jahahah aku sudah baik² saja pak, hilangkan wajah khawatirmu itu " Ucap Anne tertawa sembari ingin turun dari ranjang


Nielsen pun dengan cepat menahan kembali ke ranjang


" Papaan ini, apa kau lakukan, duduk saja disini " Bentak Nielsen


" Kenapa tuan, bukannya aku sudah boleh pulang " Tanya Anne


" Iya memang boleh, tapi tunggu dulu sebentar lagi perawat akan datang membawakan kursi rodanya " Jawab Nielsen sambil menatap pintu, karena perawat tak kunjung datang.


" Apa katamu Pak, Kursi roda? Apa aku lumpuh " Tanya Anne panik

__ADS_1


" Tidak, hanya saja kau tak boleh kecapekkan " Jawab Nielsen


" Ya Tuhan pak, Jalan sedikit ya tak apa toh wong deket kok " Balas Anne


" Sudah, jangan banyak omong! Tenang disitu aku akan pergi mengecek kursi rodanya " Ucap Nielsen lalu berjalan keluar


" Astaga Tuan, ada apa denganmu, kenapa kau begitu lucu hari ini " Gumam Anne sambil tertawa


Nielsen yg keluar pun telah kembali dan mendapati Anne sedang berbaring di ranjang. Hasratnya pun membara kembali dan sesuatu seperti keras di bawah sana.


" Astaga apa kau ingin di potong, mengapa selalu berdiri di saat tidak tepat" Bathin Nielsen


Nielsen pun mengeluarkan kemejanya keluar agar dapat menutupi saudaranya yg jauh di bawah sana, agar tak terlihat oleh Anne.


" Anne " Sahut Nielsen


" Eh Tuan, kau sudah kembali " Ucap Anne


" Ayo kita pulang " Balas Nielsen sambil memapah tubuh Anne dari ranjang ke kursi roda.


Lagi² mata Nielsen harus terbalak karena tak sengaja melihat gunung kembar milik Anne dari balik baju yg dikenakangnya.


" Anne, kau tunggulah disini, perutku sangat sakit, aku akan ke toilet sebentar " Ucap Nielsen lalu berlari terbirit-birit ke toilet


" Astaga, kenapa dia sangat aneh pagi ini " Ucap Anne yg melihat tingkah Nielsen


Di dalam toilet Nielsen hanya mengerang karena tak bisa mengontrol hasratnya saat memandangi kemolekan tubuh Anne.


Anne yg mendengar desahan Nielsen pun mendorong kursi rodanya dan mendekati pintu toilet


" Astaga, mesum sekali pria ini! Masih jam berapa ini dan sudah melakukan hal itu " Gumam Anne


Tok...tok..Anne pun sengaja mengetuk pintu toilet, meski mengetahui apa yg dilakulan Nielsen di dalam.


" Sabar, sedikit lagi " Jawab Nielsen dari dalam


" Astaga pak, apa yg kau lakukan, apa kau baik² saja " Tanya Anne


" Apanya yg baik² saja, kau membuatku sangat menderita " Gumam Nielsen dalam toilet dengan kesibukannya.

__ADS_1


Karena Anne tak kunjung mendapatkan jawaban dari Nielsen, Anne pun mendorong kursi itu kembali dan naik ke ranjang untuk berbaring.


Nielsen pun telah menuntaskan pergulatannya dan keluar dari toilet dan kembali membalakkan matanya karena melihat kemolekan tubuh Anne yg sedang berbaring di atas ranjang.


" Astaga, Nielsen Willian junior, tolong bantu Seniormu ini jika kau masih ingin hidup dan memiliki keturunan, tolong kontrol dirimu " Bathin Nielsen


Nielsen pun menarik napasnya dalam² dan berjalan mendekati Anne


" Ah Tuan, apa kau telah selesai " tanya Anne dengan sekilas senyum di bibirnya


" Ah ya sudah " Sini kembalilah ke kursinya agar kita pulang.


" Sialan, wanita ini bahkan terlihat seperti candu bagiku, senyumnya,.haishhhh manis sekali " Bathin Nielsen


Nielsen pun mendorong kursi roda Anne ke luar ruangan menuju mobilnya, lalu memapah tubuhnya untuk duduk tepat di kursi seblah Nielsen menyetir dan menyimpan kursi roda ke bagasi mobil.


Selama perjalanan balik ke rumah, Anne hanya menatap ke luar kaca dan Nielsen fokus menyetir sambil sesekali memandangi wajah Anne.


" Tuan, terimakasih ya" Sahut Anne


Nielsen pun kaget dan menginjak rem mobilnya.


" Astaga, maafkan aku " Ucap Nielsen


" Apa kau baik2 saja Tuan " Tanya Anne


" Ya aku takpapa " Jawab Nielsen


" Baiklah " Balas Anne lalu kembali memandang ke luar kaca.


" Apa dia baru saja mengucapkan terimakasih kepadaku" Bathin Nielsen


* **Guys, Jangan Lupa untuk Like & Votenya


Coment, yang membangun monggo!


Untuk perbaikan isi Novel dan juga memuaskan hati readers 🥰


Jangan Lupa Like dan Vote yang buanyakkkk.....

__ADS_1


'K HOU VAN JULLIE 🧡***


__ADS_2