Wanita Malam Itu,Milikku!

Wanita Malam Itu,Milikku!
Episode 098


__ADS_3

Keesokan harinya dengan penuh semangat, Anne melajukan mobilnya menuju perusahaan.


" Astaga rasanya aku sangat bahagia hari ini, aku akan menjaga agar boss tak marah lagi padaku " Gumam Anne lalu turun dari mobilnya dan berjalan masuk menuju ruangan kerjanya.


" Hhhmmmm akhirnya kembali juga ke ruangan kerja ini " Gumam Anne lalu merebahkan tubuhnya ke atas sofa di ruangannya.


" Hampir aku lupa, hari ini kan ada rapat klien dengan Tuan Alex dan Ayahnya lagi " Gumam Anne, lalu bangkit dari sofanya dan berjalan menuju ruangan Nielsen


Tok, Tok! Anne mengetuk pintu ruangan kerja Nielsen


" Masuklah " Ucap Nielsen


" Permisi boss, aku hanya ingin mengigatkan jika hari ini ada meeting dengan pak Jhoony Kamphuis " Ucap Anne


" Baiklah, kau siapkan semua berkasnya dan segera lakukan reservasi di kafe yang tempo lalu kita datangi itu, makanannya enak kan menurutmu " Balas Nielsen


" Siap boss " Jawab Anne lalu kembali ke ruangannya.


" Ada apa dengannya, baru sebulan tak bertemu sikapnya sudah sangat sedingin ini " Gumam Anne


Waktu pertemuan pun t'lah tiba, Anne kembali ke ruangan Nielsen, lalu mereka pergi bersama.


" Kali ini jangan tinggalkan seperti yang lalu ya " sahut Nielsen kepada Anne


" Mmm maafkan aku pak " Gumam Anne

__ADS_1


" Yo " Balas Nielsen


Mobil mereka pun telah terparkir di depan kafe Z


Keduanya pun berjalan masuk ke dalam Kafe untuk mencari Jhoony dan Alex


" Anne " Panggil Alex


" Lama² ku putuskan juga kerjasama ini, macam tak ada pria lain saja " Gerutu Nielsen


" Apa katamu boss, kenapa kau sangat jahat boss " Ucap Anne


" Ah sudahlah diam, jangan mengaturku! Aku adalah bossnya " Balas Nielsen kecut kepada Anne


" hhmm " Gumam Anne lalu duduk di sebelah Nielsen


Setelah melakukan pertemuan. Anne dan Nielsen pun kembali ke perusahaan. Anne pun benar² tak menegur Alex, hal itu membuat Nielsen sangat bahagia.


" Andai kau selalu dengar²an aku takkan mengancammu seperti tadi " Bathin Nielsen


Anne dan Nielsen pun segera masuk ke ruang kerja mereka masing² dengan perasaan bahagia.


" Astaga, pekerjaanku sangat banyak! Huuftt " Gumam Anne yang sakit kepala melihat tumpukkan laporan miliknya.


" Apa sebaiknya aku buatkan kopi bagiku dan Boss dan mengatarkannya ke ruangan boss " Ucap Anne

__ADS_1


Anne pun berjalan menuju ruang minum, lalu membuatkan kopi baginya dan Nielsen.


Saat berjalan menuju ruang kerja Nielsen. Anne dikejutkan dengan pandangan yang tak seindah khayalannya.


Zee terlihat duduk di atas pangkuan Nielsen dan mengalungkan lengannya pada leher Nielsen.


" Aku sangat merindukanmu Sayang " Bisik Zee kepada Nielsen


" Kau benar² wanita tak beretika pindah dari tubuhku, kau bukan siapa²ku lagi, Pergilah sebelum aku berlaku kasar padamu " Bentak Nielsen.


Anne yang hanya melihat segalanya tanpa mengetahui kebenarannya, pun shock dan melepaskan kopi di tangannya sehingga Nielsen pun terkaget.


Anne berlari ke ruangannya lalu mengambil tasnya dengan segera menaiki lift lalu turun menuju parkiran dan melaju pergi dengan mobilnya.


Nielsen yang memgejarnya tak dapat menghentikannya.


" Arghghghg sialan " Teriak Nielsen


" Wah ternyata Wanita malam itulah penyebab kau selalu menolakku, Cihhh dia bahkan tak pantas untukmu, akulah yang pantas bagimu sayang " Ucap Zee dari belakang Nielsen yang terlihat frustasi


" Zee, enyahlah dari hadapanku, sebelum kesabaranku benar² habis " Bentak Nielsen kepada Zee


" Bagaimana bisa aku meninggalkanmu sayang, kau adalah kekasihku, aku takkan pernah melepaskanmu " Balas Zee


" Cihhh dasar wanita mata duitan, apa kau sungguh² mencintaiku atau kau hanya mencintai harta kelayaanku " Tanya Nielsen kepada Zee

__ADS_1


Zee pun terdiam, tak dapat menjawab pertanyaan Nielsen


" Dasar Wanita Matre, sekarang mendingan siapa? Kau atau Wanita Malam itu, kau rela mengemis demi uang, sedangkan wanita malam itu, dia bahkan berkerja keras untuknya! Bukannya lebih pantas jika kau yang di sebut sebagai WANITA MALAM " Ucap Nielsen dengan nada sinis


__ADS_2