Wanita Malam Itu,Milikku!

Wanita Malam Itu,Milikku!
Episode 153


__ADS_3

Melihat Erik yang tak membalas ucapan mereka, perasaan Anne menjadi gundah gulana


" Niels, apa papa akan memarahi kita, Maksudku adalah apa papa marah padaku? " Tanya Anne dengan tangan tengkulap di wajahnya


" Sayangku, kamu tenang saja! Karena tidak mungkin papa marah pada kita, OK! " Ucap Nielsen dengan mengelus lembut rambut milik Anne


"Aku merasa begitu bersalah, karena belum juga memberimu keturunan " Gumam Anne


" Ya sudah, kalau merasa tidak enak ya, dienakin sayang " Seru Nielsen cengegesan


" Dasar otak mesum" Gerutu Anne


" Biar saja, mesumku pada istriku! Tak ada yang salah ' Balas Nielsen dengan terus mencumbui leher milik Anne


" Hentikan tingkah mesummu ini Niels, aku malu nanti dilihat " Gumam Anne


" Siapa yang melihat kita, katakan aku akan memarahinya " Balas Nielsen dengan terus mencium leher jenjang milik Anne


" Dasar kau ini " Seru Anne dengan mengecup kening Nielsen lalu berjalan meninggalkan meja makan menuju ruang Tv


Erik yang terus menyerupit kopi miliknya dan menyaksikan program Tv pun tak menyadari kehadiran Anne


" Papa " Sahut Anne

__ADS_1


" Ya, Astaga kau mengagetkan Papa " Seru Erik yang langsung memalingkan wajahnya kepada Anne


" Paa, jadi kita akan berlibur kemana? " Tanya Anne dengan penuh antusias


" Kemana saja, asal kalian senang " Jawab Erik


" Pa, Gimana kalau kita berlibur di kapal, maksud Anne Kapal Pesiar " Balas Anne


" Wah ide yang sangat bagus Ann, sekalian papa juga bisa menyegarkan mata papa ini " Goda Erik kepada Anne


" Kita akan sewa kapal saja " Potong Nielsen yang berjalan mendekati keduanya


" Astaga Nielsen kau ini, mengertilah " Gumam Anne


" Itu hanya alasan papa, agar papa bisa melihat wanita-wanita tua yang menggunakan bikini kan? " Ucap Nielsen terbahak-bahak


" Suamiku, biarkanlah papa yang menentukannya untuk kali ini " Sahut Anne dengan mendekap lengan Nielsen


" Baiklah, karena istriku yang memintanya maka akan kukabulkan " Balas Nielsen dengan tersenyum lebar


" Iya aku harus mengabulkannya agar jatahku semakin banyak " Bathin Nielsen


Setelah bersenda gurau, mereka pun kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat

__ADS_1


Anne yang kala itu merasa kelelahan pun langsung membersihkan dirinya, sedangkan Nielsen membuka laptopnya untuk memeriksa laporan pekerjaan-pekerjaannya


Setelah membersihkan diri, Anne membaringkan dirinya pada ranjang dan hanya memandangi Nielsen yang sedang fokus dengan laptop yang ada di hadapannya


" Apa kau akan tidur dan meninggalkanmu suamimu sendirian dengan laptop ini? " Gumam Nielsen yang terdengar jelas di telinga Anne


" Apa katamu " Tanya Anne dengan nada lemas


" Mengapa suaramu begitu terdengar menggoda ditelingaku" Ucap Nielsen dengan menutup laptopnya dan beranjak dari kursi menuju Anne yang sedang terbaring di atas ranjang


Tanpa menunggu Nielsen pun mulai melancarkan aksinya, cumbuan-cumbuan demi cumbuan dihamburkan pada tubuh Anne


Anne hanya terkulai lemah tanpa penolakan sedikitpun, hingga Nielsen menyelesaikan aksinya dan tertidur lemas disisinya


" Kau bahkan terlihat hyper suamiku" Bisik Anne


" Biar saja, kan katamu tadi kamu tidak enak jadi biar aku enakin istriku " Balas Nielsen dengan memeluk erat tubuh Anne. Keduanya pun tertidur pulas


*****


Kicauan burung pagi pun telah terdengar, cahaya mentari mulai bersinar, Anne terbangun dari tidurnya dan hanya memandangi wajah tampan milik Nielsen yang masih tertidur pulas.


" Maafkan aku yang belum bisa memberikanmu keturunan, tapi ketahuilah ini bukan keinginanku. Tapi aku takkan menyerah begitu saja aku akan berjuang demi keinginan tulus juga demi cinta kita " Bathin Anne

__ADS_1


__ADS_2