
Anne yg ketiduran di kamarnya tak menyadari, bahwa Nielsen belum pulang dan tertidur di sofa rumahnya.
Hingga jam pulang kerja, Sarah yang telah pulang dan di antar oleh kekasihnya Max, terkejut dengan pemandangan yg ditemukan mereka.
Terlihat jelas Nielsen terlelap bagaikan seorang yg kelelehan, sehabis mencangkul sawah untuk menanam padi.
" Max lihatlah, Tuanmu tertidur sangat lelap, apa dia kurang tidur" Sahut Anne
" Seperti yg kau lihat sarah, aku juga kadang binggung, entah apa yg dipikirkan oleh pria ini, sehingga tak pernah tidur di saat malam hari " Jawab Max
" Benarkah, apa dia banyak pikiran, wajahnya terlihat lelah" Ucap Sarah
" Entahlah, kau naiklah! Aku akan membangunkannya! Ucap Max
" Baiklah" Jawab Sarah dan kemudian berjalan naik ke kamarnya.
Saat sarah hendak naik ke kamarnya, dia singgah untuk mengecek keadaan Anne. Anne pun masih terlelap.
" Apa dia masih tidur" Sahut Sarah sembari berjalan mendekati Anne yg sedang tertidur.
Sarah pun merabah dahi Anne, terasa tangannya seperti berendam dalam air panas karena deman pada tubuh Anne.
" Astaga, Ne bangun Ne, badanmu sangat deman " Panggil Sarah sambil mengoyang-goyangkan badan Anne
Namun karena Anne tak juga kunjung bangun, Sarah pun berlari turun untuk meminta tolong Max
" Nielsen bangun " Panggil Max, yg duduk menepuk² lengan Nielsen untuk membangunkannya.
Derap Langkah sarah membunyikan anak tangga, membuat Nielsen terkaget dari tidurnya, Max pun membalikkan pandangannya ke arah Sarah
" Astaga sar, apa yg sedang kau lakukan " Ucap Max
" Tolong aku Max, Anne! Anne! Ucap Sarah gugup
" Astaga bicara yg jelas, sayang! Balas Max
" Anne demam dan tak sadarkan diri" Ucap Sarah
" Astaga" Ucap Nielsen panik dan berlari menaiki tangga dan menuju kamar Anne
__ADS_1
" Sial, ini panas banget, Max cepat nyalakan mobilku, kita harus membawanya ke rumah sakit " Ucap Nielsen
Max pun menyalakan mobil milik Nielsen, sedangkan Nielsen sedang menggendong tubuh Anne yg demam itu dan membaringkannya di kursi tengah mobil Nielsen.
" Kalian jangan lupa kunci pintu rumahnya dan segera mengejarku ke rumah sakit " Ucap Nielsen sambil melajukan mobilnya menunu rumah sakit.
" Astaga, aku terkejut melihat sosok Nielsen yg ini " Ucap Max kepada sarah dengan tatapan masih memandangi mobil Nielsen
" Emangnya kenapa dengan Tuan CEO itu " Tanya Sarah
" Dia bahkan tak pernah terlihat sepanik ini sebelumnya " Jawab Max
" Benarkah " Ucap Sarah dengan membalakkan mata
" Hhhmm " Sahut Max
" Apa iya, Tuan CEO sudah mulai jatuh hati pada Anne " Gumam Sarah
" Mungkin saja kau benar sar, ayolah segera kau kunci pintu rumah dan kita harus segera mengejar mereka " Sahut Max sambil berjalan menuju mobilnya.
" Sudah " Ucap Sarah. Lalu Max pun menyalakan mobilnya dan melajukannya menuju rumah sakit
*******
" Tuan, apa anda keluarga pasien " Tanya seorang dokter
" Iya dok, saya! " Jawab Nielsen
" Sepertinya nona ini dalam hidupnya terlalu banyak mengonsumsi minuman alkohol dan juga sepertinya pada saat mengonsumsinya dia selalu menggunakan pil anti manuk " Ucap Dokter
" Benarkah dok, Lalu " Tanya Nielsen
" Iya tuan, sehingga jangan biarkan dia untuk menggunakan pil tersebut lagi, jika ya maka itu akan membahayakan nyawanya " Jawab Dokter
" Tapi dok, apakah dia baik² saja dok" Tanya Nielsen
" Ya, untuk saat ini dia masih baik² saja, karena anda datang tepat waktu, jadi tak ada yg perlu di khawatirkan tuan, baiklah saya permisi Tuan " Balas Dokter
" Terimakasih dok " Ucap Nielsen
__ADS_1
" Ah iya Tuan, nanti tolong tebus resepnya ya" Ucap dokter sembari berjalan pergi.
Tanpa Nielsen sadari, Sarah dan Max pun telah tiba sedari tadi dan tlah mendengarkan penjelasan dari dokter itu.
Safah yang mendengar kata2 dokter itu pun langsung terduduk ke lantai dengan kedua tangan memegang kepalanya.
" Kamu kenapa sar " Tanya Max, karena melihat kekasihnya
" Siapa yg harus aku salahkan Max, selama ini dia bekerja sebagai pelayan di Club dan Pria itu( menunjuk Nielsen) selalu menyuruhnya untuk menemaninya minum2 setiap hari, setiap harinya Anne kembali dengan badan mau minuman tetapi tak mabuk itu karena pil itu " Ucap Sarah sambil menangis
" Sudah² kamu jangan menangis, tadi dokter bilang semuanya baik² saja " Bujuk Max
" Kasihan dia Max, aku pun tak sanggup melihat keadaannya seperti begini terus² " Balas Anne dengan air mata bagaikan air mancur yg menetes dari pipinya.
" Sudahlah jangan menangis lagi sayang " Ucap Max sembati memeluk Sarah
Nielsen yg berdiri sejak tadi dan hanya mendengarkan ucapan Sarah, semakin merasa buruk dan merasa bersalah kepada Anne.
" Aku memang yg telah membuatnya seperti ini! Apa aku lari saja darinya! agar dia terbebas dari semuanya? Bodoh Niels, apa yg kau pikirkan! Tanggung Jawablah! " Bathin Nielsen
Nielsen pun berjalan mendekati Max dan Sarah.
" Sarah, pulanglah dan istirahatlah. Max antarlah dia " Ucap Nielsen
" Jika aku pulang, siapa yg akan menjaganya " Tanya Sarah kepada Nielsen dengan pandangan tak senang
" Aku, aku yg akan menjaganya, kalian pulanglah! " Jawab Nielsen sembari berjalan masuk ke dalam ruangan untuk menemani Anne
Sarah hanya memandang Max dengan tatapan tak percaya.
" Sudahlah, ayo kita pulang! Tuan pasti akan mengatasi segalanya " ucap Max sembari memapah tubuh Sarah berdiri, dan mereka berjalan keluar menuju parkiran dan melajukan mobil menuju rumah.
" Anne, maafkanlah aku, aku tak henti²nya menggangu hidupmu " Ucap Nielsen yg sedang duduk di sampingnya sembari memegang lembut tangannya dan menatap wajahnya.
* **Guys, Jangan Lupa untuk Like & Votenya
Coment, yang membangun monggo!
Untuk perbaikan isi Novel dan juga memuaskan hati readers 🥰
__ADS_1
Jangan Lupa Like dan Vote yang buanyakkkk.....
'K HOU VAN JULLIE 🧡***