Wanita Malam Itu,Milikku!

Wanita Malam Itu,Milikku!
Episode 152


__ADS_3

Anne tertawa terkekeh mendengar ucapan Nielsen " Aku baik-baik saja suamiku, selama kau berada disisiku " Ucap Anne dengan terus menyeruput Cappucino yang berada di tangannya


" Dasar kau ini, apanya yang baik-baik saja? Lihatlah sekujur tubuhmu yang penuh dengan lebam " Balas Nielsen dengan mengelus pipinya


Anne dikabarkan akan keluar hari ini, dokter mengatakan bahwa tak ada luka dalam yang membuat keadaan serius, sehingga Anne boleh pulang dan mendapatkan perawatan di rumah saja


Hari hari berlalu kehidupan Nielsen dan Anne berjalan membaik semenjak kejadian yang menimpa Anne kala itu, lebam pada tubuhnya pun berangsur menghilang


Akhir pekan ini keduanya akan mengunjungi Erik, Anne terlihat begitu bahagia karena akhirnya ia akan menjenguk Erik


" Niels, kita akan menginap di rumah papa kan? " Tanya Anne dengan wajahnya yang terlihat ceria


" Tentu saja, aku harus beristirahat setelah seharian menyetir. Karena tidak mungkin aku membiarkan istriku yang cantik ini menyetir dalam keadaan seperti ini " Jawab Nielsen dengan sebuah kecupan di dahi Anne


Nielsen dan Anne pun pergi mulai melajukan mobil milik mereka menuku rumah milik Erik


Saat ini keduanya tengah menikmati pepohonan indah sepanjang jalan yang mereka lalui, namun jauh di dalam batin Anne sedang terjadi pergulatan batin


Anne merasa sedih melihat Nielsen, karena baginya ia belum bisa memberikan keturunan bagi Nielsen karena kondisinya


Perjalanan menuju kota tempat ayah Nielsen tak begitu jauh, sehingga dengan kelajuan mobil sport milik Nielsen dapat mencapai tujuan mereka dalam waktu singkat


Sebenarnya Nielsen bisa saja menggunakan pesawat pribadinya, namun ia berpikir bahwa dengan menggunakan mobil Anne dapat menikmati pemandangan dan juga menyegarkan pikirannya setelah berhari hari hanya berada di dalam rumah selama masa pemulihannya


" Istriku, apa kau sudah tahu bahwa Raphael akan segera menjadi ayah? " Tanya Nielsen membuyarkan lamunan Anne


" Iya, aku sangat bahagia untuk Jesse Niels, akhirnya mereka dikaruani anak " Jawab Anne dengan suara yang terdengar lemas


Nielsen menjadi bingung karena mendengar jawaban yang begitu singkat dan juga suaranya terdengar lemas


" Apa ada yang sakit sayang? " Tanya Nielsen cemas melihat keadaan istrinya


" Tidak ada, aku hanya sedih karena telah berbulan bulan menikah denganmu, tetapi kita belum juga dikaruani seorang anak " Jawab Anne dengan mata berkaca kaca


Anne merasa kepedihan didalam lubuk hatinya, karena meskipun berkata demikian. Anne pun juga telah mengetahui penyebabnya


" Sayangku, anak adalah anugerah dari Tuhan. Jika kita belum juga memilikinya berarti belum waktunya bagi kita untuk mendapatkan tanggung jawab itu " Balas Nielsen yang mencoba untuk menghibur hati Anne


" Maafkan Aku suamiku " Lanjut Anne yang tak sadar bulir air mata telah membasahi wajah cantiknya


Tak lama kemudian mobil Nielsen pun berhenti di sebuah parkiran rumah mewah sambil memberikan klakson, sebagai tanda kedatangan keduanya


Erik yang kala itu sudah terlihat semakin menua dan menggunakan tongkat itu keluar dari balik pintu untuk menyambut kedatangan mereka

__ADS_1


" Papa " Ucap Anne sambil berlarian dan menghamburkan pelukannya kepada Erik


Nielsen yang baru saja turun dari mobil pun tersenyum sinis, antara senang antara kedakatan ayah dan menantunya dan juga cemburu


" Ann, putriku! Lihatlah sepertinya suamimu sedang cemburu kepadaku " Seru Erik kepada Anne


Anne hanya terkekeh dan terus memeluk tubuh pria paruh baya yang adalah mertuanya dan juga telah ia anggap sebagai orangtuanya


" Hai, Papa! " Sahut Nielsen dengan terus berjalan masuk dan membuang tubuhnya ke atas sofa


Erik dan Anne berjalan berdampingan dan ikut duduk di sofa tempat Nielsen


Anne dan Nielsen melakukan perjalanan dari siang harinya dan mereka pun tiba di rumah Erik pada sore hari, perjalanan yang panjang dan memakan banyak tenaga, membuat Nielsen merasa seluruh tubuhnya hampir saja remuk


" Kalian ke kamar dulu, istirahat sebentar! Kalian tentu sangat kelelahan, setelah melakukan perjalan panjang ini, maafkan papa yang tak bisa mengunjungi kalian " Seru Erik kepada kedua anaknya


" Tidak mengapa papa, kami akan istirahat dan papa tidak perlu mengucapkan maaf. Ini adalah kewajiban kami sebagai anak untuk mengunjungi orangtuanya " Balas Anne dengan wajah tersenyum


Anne pun berdiri dan memapah tubuh Nielsen menuju kamar mereka untuk sedikit beristirahat


" Papa akan panggil kalian jika malam malam telah tersedia " Teriak Erik bagi keduanya


Anne yang membopong tubuh Nielsen pun mengambrukannya di ranjang


" Apa katamu? " Tanya Nielsen menggoda


" Aku bilang, pergi dan mandilah tubuhmu sangat bau " Balas Anne menggoda Nielsen


" Oh kau sedang menggodaku, ayo mandi bersama " Ucap Nielsen dengan menarik tangan Anne menuju kamar mandi


Keduanya pun menikmati berendam di dalam bath up, sambil sesekali Anne terus menggoda Nielsen


Akhirnya keduanya pun tengelam dalam suasana romatis yang diciptkan keduanya dan diakhiri dengan penyatuan kedua insan tersebut


Anne yang tak menyetir sedikit pun kewalahan dan kelelahan menghadapi kehausan Nielsen akan dirinya


" Terimakasih ìstriku, kini aku tak kelelahan lagi " Bisik Nielsen


Anne hanya tersenyum puas, setelah mendengar ucapan Nielsen


Saat keduanya ingin beristirahat, suara teriakan Erik telah bergema di seluruh rumah, menandakan bahwa waktunya untuk makan malam


Keduanya hanya saling bertatapan dengan menghela nafas lalu keluar untuk menuju meja makan

__ADS_1


" Apa kalian telah puas beristirahat " Tanya Erik sengaja kepada keduanya


" Iya pa, istirahat kali ini sangat menyenangkan " Jawab Anne tersipu malu


" Baiklah, duduklah kita makan malam " Lanjut Erik


Nielsen hanya terdiam tak tahu harus berkata apa, karena dirinya sangat kelelahan berbeda dengan Anne yang terlihat begitu bahagia


" Pa, kapan kita bisa liburan bersama? " Tanya Anne sambil mengunyah makanannya


" Apa kamu yakin Nielsen akan mengijinkan papa untuk ikut liburan dengan kalian? " Ucap Erik


" Tentu saja papa " Balas Anne terkekeh melihat wajah Nielsen yang selalu berubah ubah


" Boleh pa " Sahut Nielsen ditengah percakapan Keduanya


" Benarkah Niels " Tanya Erik menggoda Nielsen yang terlihat begitu tegang dari raut wajahnya


" Apapun itu pa, selama istriku bahagia, lagipula kau adalah orangtua kami " Jawab Nielsen sembari terus melanjutkan aktifitas mengunyahnya


Erik pun terdiam seribu bahasa dan kagum saat mendengar jawaban Nielsen


" Baiklah, berarti kita deal bahwa kita akan berlibur bersama " Seru Anne dengan wajah ceria


Makan malam pun telah ketiganya pun berganti tempat menuju ruang tv


" Niels kapan papa akan menjadi opa? " Tanya Erik


Mendengar ucapan Erik perasaan Anne semakin terpukul, namun dia berusaha agar tetap tegar dihadapan mereka


" Segera pa, tapi semua itu kembali lagi pada yang diatas " Balas Nielse seolah mengetahui perasaan Anne


" Benar kata Nielsen pa, kami akan segera memilikinya ketika waktunya telah tepat bagi kami " Lanjut Anne


Erik pun melanjutkan kegiatannya dengan meminum secangkir kopi dan juga menonton tv


***Jangan Lupa untuk Like, Coment dan Vote.


Karena itu sangat berarti bagi Author


Love You Guys ❤***


 

__ADS_1


__ADS_2