
" Apa menurutmu Nielsen akan menikahi Anne " Tanya Sarah kepada Max
" Kalau menurut aku sih, gada yang mustahil ya Sar, ayo lanjutin makannya istriku" Jawab Max
DEG
" hhhmm iya max " Jawab Sarah lalu melanjutkan mengunyah makanannya.
" Oh astaga, lihatlah ini semua ini makanan yang sangat mahal, lidahku bahkan tak bisa mengimbangi pak, Aku mau makan di luar saja " Gumam Anne melihat makanan² yang membuatnya tak berselera itu.
" Ada apa An, apa kau tak menyukai makanannya? " Tanya Nielsen karena melihat Anne hanya menatapi makanan yang berjejer di atas meja dengan pandangan tak enak.
" Bukan tak enak pak, tapi bagiku lambung kelas menengah ini tak pantas menerima makanan semahal ini pak " Jawab Anne dengan memegangi perutnya
" Ya Tuhan tolong, ahahhaha Anne! Apa katamu Lambung kelas menengah? Makanlah sepuasmu hari ini! Ini adalah hari bahagia sahabatmu kan, jadi jangan katakan lambung kelas menegah lagi, Sana Makan " Ucap Nielsen dan mendorong tubuh Anne mendekati meja makan.
" Astaga lambung kelas menegah, aku baru mengetahui istilah ini sekarang, Anne mengapa kau begitu mengemaskan " Gumam Nielsen yang berjalan kembali ke meja tempatnya duduk
" Apanya yang lucu dengan perkataanku, kan kami kelas menengah, Hishhh dasar orang kaya selalu saja begitu " Gumam Anne sembari mengisi piringnya dengan makanannya.
Setelah mengisi piringnya, Anne pun berjalan menuju meja Nielsen berharap dapat duduk semeja dengannya.
" Pak, boleh ya aku duduk disini " Sahut Anne
" Oh duduklah An, Wah apa itu yang kau isi " Tanya Nielsen menggoda Anne
" Hhhmm ini pak, Salad sayur " Jawab Anne
" Ya ampun An, dagingnya mana? Tanya Nielsen kepo
" Pak, maaf dagingnya kebanyakan minyak jadi aku tak mengambilnya! " Jawab Anne dengan kepala tertunduk
__ADS_1
" Oh kenapa, apa kau diet? Atau sakit ya ? Tanya Nielsen yang terlihat seperti seorang dokter sedang mengintrogasi pasiennya.
" Tidak pak, aku hanya ingin menjaga tubuhku, kali aja masih bisa laku di pasaran " Jawab Anne terkekeh
" Pasar mana? Pasar Saham ka? " Tanya Nielsen sangat kepo
" Haishhh ingin rasanya aku menamparkan piring ini ke dalam wajahnya " Bathin Anne
" Bukan pasar saham pak tapi " Ucap Anne terhenti
" Tapi apa An " Tanya Nielsen paksa
" Tapi pasar gelap, Ahahhahaha " Jawab Anne dengan tertawa besar
" Dasar wanita iblis, kau mempermainkanku lagi " Gumam Nielsen
" Silahkan lanjutkan makannya pak " Ajak Anne
" Dasar **** kecil, kau sangat mengemaskan ulu lu lu, ingin ku gigit kau " Bathin Nielsen, yang melihat tingkah kekanakan Anne
" Hhhmm An " Panggil Nielsen
" Ya pak " Jawab Anne sembari mengangkat wajahnya yang tertunduk
DEG
" Daebak, kecantikannya, keseksiannya dan segala kepunyaannya tak henti2nya membuatku terpesona " Bathin Nielsen
" Begini, aku ingin mencari aspri bagiku, karena Max.alan pindah. setelah ku pikir², aku akan menanyakanmu dulu, jika kau tak ingin maka barulah ku cari yang lain " Ucap Nielsen
" Bagaimana ini, apakah aku harus kembali ke perusahaan Middelman dan menjadi aspri Nielsen, atau jangan?! Ahhh pusing pala barbie " Barhin Anne
__ADS_1
" Kau boleh menjawabnya besok atau lusa kok, bukan harus sekarang " Ucap Nielsen sembari tersenyum
" Hasihh senyumnya indah sekali " Gumam Anne
Anne dan Nielsen pun sesekali bercanda gurau dan tertawa terbahak-bahak, membuat seluruh perhatian ke arah mereka tanpa mereka sadari.
" Oh iya pak, untuk laporanku itu, aku sudah menyelesaikannya, tinggal bapa ttd dan selesai " Ucap Anne
" Kau memang hebat Anne " Balas Nielsen dengan senyuman manis.
" Apa dia baru saja memujiku, roh kebaikan tetaplah bertumbuh padanya, Amin " Bathin Anne
Waktu telah menunjukkan pukul 21.00 WIB, Anne dan Nielsen pun berjalan menaiki mobil Nielsen.
Sedangkan Max dan Sarah menggunakan mobil Max untuk menuju ke apartemen Max.
" An, gue ga pulang ya malam ini, gue harus bantuhin Max menyiapkan segalanya, setelah punyanya baru barang2 milikku lagi akan ku menyimpan " Ucap Sarah kepada Anne
" Ahhh baiklah, bersenang-senanglah, ini adalah malam pertama kalian kan, pergilah Sar " ucap Anne
" Hhhmm Max, lakukan yang terbaik okay, jangan permalukan aku " Goda Nielsen kepada Max dan Sarah
" Dasar, CEO Mesum! itu otak atau apa sih, kok kotor banget sih " Gumam Anne lalu membanting pintu mobil Nielsen dengan sangat kesal.
" Minta Votenya Kaka "
❤❤❤❤❤
__ADS_1