Wanita Malam Itu,Milikku!

Wanita Malam Itu,Milikku!
Episode 065


__ADS_3

Dengan segera Max melangkahkan kakinya menuju ruang kerja milik Nielsen, terlihat tumpukkan laporan di meja lainnya, sedangkan Nielsen baru saja mengacak-acak mejanya.


" Apa yg lo lakuin Nielsen " Tanya Max


" Ga ada, lo bisa ke ruang kerja lo" Jawab Nielsen


" Apa nona Anne, mengerjakan laporannya bersamamu " Tanya Max sembari berdiri memengangi tumpukkan laporan milik Anne


Nielsen hanya memandangi Max dengan tatapan ingin sekali memakannya.


" Ku bilang kau keluarlah Max " Bentak Nielsen


" Apa kau gila Nielsen, kau telah mengusirnya! Kini kau ingin mengusirku juga " Ucap Max


Nielsen pun terduduk dan memengangi kepalanya dengan kedua tangannya.


" Iya Max, lo benar gue baru aja ngusir dia dan dia benar² meninggalkanku Max " Ucap Nielsen


" Oh jadi tadi lo di luar karena mencarinya dan berharap dia masih di luar " Ucap Max


" Hmmmm " Sahut Nielsen


" Apa mau di kata, anda adalah CEO, permisi Tuan " Ucap Max lalu berjalan keluar dari ruangan Nielsen dan menuju ruangannya.


" Kenapa aku bisa sebodoh ini" Gumam Nielsen


*****


Sorenya, Anne.yg sedang berada di rumah dan tak tahu harus berbuat apa itu pun berpikir untuk ke Club W, tempatnya biasa bekerja.


" Iya deh, gue kesana aja, kali aja bisa kerja kembali, aishhh tapi paling ga boleh lagi gegara kejadian waktu itu, gapapa deh, minum aja! Lagian pusing pala gue" Gumam Anne


Anne pun membersihkan dirinya dan segera berjalan keluar rumahnya, terlihat Max dan Sarah disana.


" Sar kalian udah balik" Tanya Anne


" Lo papaan sih An, kenapa lu minta resign lagi " Tanya Sarah


" Lo kan tahu sar, gue ga tahan dengan tingkah CEO Jahat itu, Dia tidak manusiawi Sar, lo kalau mau kerja, kerja aja, gue ga akan ngajak lo resign kok! Udah ya gue mau pergi dulu! Ucap Anne sembari menaiki taxi meninggalkan Max dan Sarah yg memandanginya.


Sarah pun berbalik dan memandangi Max, dengan wajah lemas

__ADS_1


" Ayo masuk, akan ku buatkan teh " Ucap Sarah


" Baiklah" Jawab Max lalu mereka pun berjalan masuk ke dalam rumah


Dengan segera Sarah membuatkan teh baginya dan Max dan memberikannya pada Max


" Max, apa menurutmu Anne berlebihan gak " Tanya Sarah


" Ga kok itu wajar, dia lebih memilih membebaskan dirinya daripada di kekang" Jawab Max


" Tapi, aku ga ikhlas kalau dia harus kerja ke Club itu lagi" Ucap Sarah


" Sar, yg namanya pekerjaan pasti ada resikonya, percaya deh, apapun keputusan Anne itu adalah yg terbaik baginya" Balas Max


" Baiklah, maafkan sobatku ya, jika sengaja menyakitimu" Ucap Sarah sembari tersenyum


" Justru sobatkulah yg telah menyakiti sobatmu itu" Bathin Max


*******


Anne sudah berjalan masuk ke Club, pak manager club itu pun datang dan mendekatinya


" Hehehe pak, apakabar pak?" Tanya Anne


" Kalau saya mah selalu baik, situ yg apakabar?" Tanya Manager


" Biasa pak, baru resign lagi pak " Jawab Anne sambil menunduk


" Kebetulan banget, kami lagi membutuhkan karyawan ni, mau ya kerja kembali ya" Pinta Manager


" Dengan senang hati pak" jawab Anne


Anne pun berjalan ke ruang ganti dan menganti pakaiannya dengan pakaian karyawan Club dan mulai melayani tamu


Nielsen pun datang dan duduk di meja bar lalu memesan minuman, dia tak mengetahui bahwa Anne telah bekerja kembali disana.


" Berikan aku sebotol bir Corona Extra" Ucap Nielsen


" Baik tuan" Jawab pelayan


Anne hanya bertugas untuk mengantarkan minuman kepada tamu yg memesan, saat akan mengambil pesanan, Anne kaget karna melihat Nielsen sedang duduk di kursi bar.

__ADS_1


" Apa yg dilakukakannya disini lagi, dia benar2 tak memiliki urat malu" Bathin Anne


" Pandangilah aku sepuasmu, umpatlah aku sepuasmu" Ucap Nielsen yg mengetahui keberadaan Anne


Tanpa membalas perkatannya Anne pun pergi dengan membawa pesanan tamu, Nielsen pun dengan segera menahan lengannya.


" Kau lepaskan tanganku, Dasar pembuat onar! pergi dari sini, biarkan aku hidup dengan tenang" Ucap Anne


Anne berkata begitu keras, namun Nielsen seperti tak mendrngar perkataanya. Lalu Anne pun membalikkan badannya menaruh nampan yg ada di tangannya dan melepaskan genggaman Nielsen.


" Ku peringatkan padamu, berhenti menyentuh tubuhku ini , dengan tangan kotormu,Permisi! " Ucap Anne lalu mengambil kembali nampannya dan berjalan meninggalkan Nielsen


" Sialan, lagi² aku dipermalukannya disini" Gumam Nielsen sambil memgacak-acak rambutnya.


Nielsen pun meminum birnya hingga 10 botol bir Corona Extra pun telah habis


" Sebenarnya aku tak ingin minum, tapi wanita itu membuatku ingin minum semalaman" Gumam Nielsen


Tak lama kemudian Anne melihat langkah seorang perempuan berjalan masuk.


" Cih kau dan kekasihmu adalah sepasang iblis, yg satunya iblis jantang dan satunya lagi iblis betina, benar² pasangan yang serasih " Gumam Anne yg menatap Zee dengan mata sampingnya.


" Sayangku, apa yg kau lakukan disini, aku telah menunggumu berhari-hari dan kau tak datang padaku" Ucap Zee sambil memeluk tubuh Nielsen dari belakang disaksikan oleh Anne


" Apa yg kau lakukan lepaskan aku, dasar sialan" Balas Nielsen, setelah mengetahui bahwa Anne pun berada di Club


" Mengapa kau menolakku, biasanya kau yg mencariku" sahut Zee dengan nada manja.


" Zee ku katakan padamu, lebih baik kau pulang sebelum aku menendangmu keluar" Bentak Nielsen


" Jahh, pacar sendiri saja dia perlakuin bgt apalagi kita yg orang lain, dasar sakit jiwa" Bathin Anne


* Guys, Jangan Lupa untuk Like & Votenya*


Coment, yang membangun monggo!


Untuk perbaikan isi Novel dan juga memuaskan hati readers 🥰


Jangan Lupa Like dan Vote yang buanyakkkk.....


'K HOU VAN JULLIE 🧡

__ADS_1


__ADS_2