
Hari ini Anne ke perusahaan menggunakan mobil pribadinya.
Saat memasuki perusahaan semua mata memandanginya, tak sedikit juga yang membahas kejadian kemarin.
“ Lihatlah wanita itu, dia bahkan tak memiliki malu sehingga berani kembali kesini lagi “ Ucap para karyawan
“ Semangat Anne, jangan biarkan mereka menghancurkan harimu “ Bathin Anne berusaha menguatkan dirinya sendiri.
Nielsen yang baru saja datang sudah sejak tadi memperhatikan mereka namun ia pun beusaha menahan emosinya.
“ Anne, cepat ke ruanganku! “ Ucap Nielsen lalu berjalan
meninggalkannya
“ Baik Boss “ Jawab Anne dan mengikuti Nielsen dari belakang.
“ Cihhh pasti boss ingin meninggalkannya, dengar saja dari
nadanya berbicara “ Sahut karyawan lainnya
*****
Sementara di ruangan kerja Nielsen, Anne hanya tertunduk
diam.
“ Apa kau akan terus mendengarkan mereka? “ Sahut Nielsen
“ Jawab aku Anne “ Bentak Nielsen karena pertanyaannya tak digubris oleh Anne
“ Apa yang harus aku jawab, aku pun tak memikirkannya kau saja yang berlebihan boss “ Jawab Anne ketus
“ Berhentilah memanggilku boss aku tak menyukainya “ Ucap Nielsen
“ Maumu apa dong “ Tanya Anne kecut
“ Panggil aku sayang kek apa kek “ Gumam Nielsen tertawa
“ Aku ingin menikahimu sesegera mungkin An, Ayo kita temui papaku “ Ucap Nielsen dengan tatapan mata yang sangat serius
DEG
“ Apa tidak terlalu terburu-buru “ Tanya Anne terkejut
“ Maunya sih gitu, cuman kamunya selalu di tindas dan aku ga bisa apa* jadi untuk itu aku harus segera menikahimu agar aku memiliki alasan untuk melindungimu An “ Jawab Nielsen
Anne hanya terdiam setelah mendengar Jawaban Nielsen atas pertanyaannya itu.
“ Baiklah aku bersedia menemui ayahmu Tuan yang agung “ Balas Anne
“ Apa katamu “ Tanya Nielsen dan mulai mengelitiki Anne
Anne berlarian di dalam ruangan kerja milik Nielsen sambil
tertawa karena tingkah Nielsen
__ADS_1
“ Aku akan menemui papamu asal kau berhenti mengelitikku “ Jawab Anne
“ Baiklah jika itu maumu, pulanglah dan bersiaplah aku akan menjemputmu untuk bertemu papa“ Ucap Nielsen lalu menghentikan sikap konyolnya itu.
*****
Nielsen datang untuk menjemputnya dan keduanya pun melajukan mobilnya menuju Kota D tempat tinggal Erik Middelman, papa Nielsen.
Saat hampir mendekati rumah Nielsen, tiba-tiba ban mobil
milik Nielsen pecah dan mereka harus pergi ke bengkel untuk memperbaikinya.
Karena menunggu begitu lama dan antriannya masih panjang membuat Anne merasa haus dan bosan.
“ Boss aku haus, bolehkah kita minum kopi di kedai itu “
Ucap Anne sembari menunjuk ke arah Kedai Kopi di seberang jalan
“ Kau pergilah sayang, aku akan menunggu disini, jika sudah selesai aku akan menemuimu “ Balas Nielsen
“ Kau sungguh lembut boss, baiklah sampai nanti “ Sahut Anne lalu ia pun berjalan pergi
Anne pun berjalan memasuki kedai dan memesan segelas kopi untuknya.
“ Astaga tempat ini sangat ramai dengan pengunjung “ Gumam Anne karena tidak mendapat tempat duduk
“ Duduklah disini saja nona muda “ Seru seorang pria paruh baya dari belakang Anne yang adalah Erik, papa Nielsen
Tanpa menunggu lama, Anne pun segera duduk bersamanya.
“ Kau benar nona sangat rame, bukan karena kopinya ena tapi kebanyakan orang membutuhkan kopi untuk melewati siang yang begitu dingin “ Ucap Erik
“ Gadis ini sepertinya aku pernah bertemu dengannya, tapi dimana ya “ Bathin Erik
“ Anda sangat benar Tuan, akhir* ini cuaca sangat dinginn “ Balas Anne
“ Lalu nona sendiri baru dari kota mana, anda terlihat
seperti bukan dari kota ini “ Tanya Erik
“ Wohhh anda sangat hebat Tuan, benar aku bukan dari kota ini aku dan kekasihku datang untuk menemui kerabat kami, lebih tepatnya ayahnya “ Jawab Anne
“ Benarkah? Wah sangat menyenangkan pastinya! “ Seru Erik
“ Ya aku pun berharap seperti itu, tetapi aku merasa gugup
karena ini adalah pertama kalinya bagiku untuk menemui ayahnya dan sebelum ini pun aku tak memiliki pengalaman dalam sebuah hubungan, aku sangat takut jika membuat kesalahan dan lagi aku bukan berasal dari keluarga kaya hanya seorang anak yatim piatu “ Ucap Anne dengan nada sedih
“ Nak, kau harus percaya pada dirimu sendiri dan kuatkan
hatimu bahwa semuanya akan baik* saja, lagipula kau terlihat sangat manis, andai putraku belum memiliki kekasih akan ku jodohkan dirimu dirinya “ Ucap Erik sembari tersenyum
Anne yang tadi terlihat sedih menjadi tertawa terbahak-bahak
“ Terimakasih Tuan, aku sungguh lega setelah mendengar ucapanmu, aku jadi semakin berani untuk menemui ayah mertuaku, ku pastikan akan menyayanginya sepenuh hatiku, karena hanya dialah yang akan ku miliki sebagai
__ADS_1
orgtua di dunia ini “ Balas Anne dengan senyuman manis yang menghiasi wajahnya.
Setelah sekian lama bercerita dengan Erik, Anne memutuskan untuk kembali kepada Nielsen di bengkel seberang kedai kopi.
Saat menemui Nielsen, Anne hanya terus tersenyum mengingat perkataan Erik tadi.
“ Cih wanita ini, apa dia baru saja bertemu dengan pria yang memiliki roti sobek di sekujur tubuh apa ya, senyum terus dari tadi “ Gumam Nielsen emosi
“ Idih kenapa ni cemberut “ Tanya Anne
“ Kamu kok tersenyum terus dari tadi, ketemu siapa disana
sih “ Jawab Nielsen dengan nada sinis
“ Mau tahu, aku bertemu dengan seorang Pria dan dia sangat baik padaku astaga! “ Balas Anne menggoda Nielsen
“ Jangan berani menyebut pria lain di hadapanku, aku akan marah “ Seru Nielsen lalu berjalan memasuki mobilnya.
“ Cih ngambek, gak ketemu siapa* kok “ Gumam Anne
Saat memasuki mobil tiba-tiba ponsel Nielsen berdering.
Itu adalah panggilan dari ayahnya yang memberitahukan kepada mereka, jika dirinya berada di kedai kopi di seberang jalan bengkel.
“ Siapa “ Tanya Anne kepo pake banget
“ Ada seorang gadis di kota ini menemuiku di kedai kopi yang tadi kau kunjungi “ Jawab Nielsen
“ Benarkah “ Tanya Anne kecut
“ Ialah “ Jawab Nielsen santai macam di pantai
“ Ya sudah pergi sana, aku akan menunggu disini, kita
seimbangkan jadinya “ Balas Anne dengan nada sinis
“ Cih kau harus ikut denganku, agar kau dapat melihat
kemesraan kami “ Ucap Nielsen
Nielsen yang sudah melihat perubahan wajah Anne pun semakin tergoda untuk menggodanya.
“ Kau pergi sana dasar pria mesum “ Balas Anne sambil
mendorong tubuh Nielsen keluar
“ Hati-hati loh An, kamu bisa di kenai UU KDRT ini “ Ucap
Nielsen terkekeh
Dengan penuh emosi, Anne pun turun dan mengikuti Nielsen dari belakang menuju kedai tadi.
Saat tiba disana, Nielsen pun berjalan mendekati Erik
sedangkan Anne memilih untuk duduk jauh dari Nielsen, karena dirinya mengira bahwa ucapan Nielsen yang ingin bertemu dengan seorang gadis adalah benar.
__ADS_1
“ Minta Vote Kaka Sekalian “