
" Ahahhahaha lihatlah dirinya, bahkan dia sangat imut ketika marah seperti itu " Bathin Nielsen
" Apa kau baik² saja An " Tanya Nielsen dengan tatapan nakal
" Jangan menatapku seperti itu, atau kau akan ku hajar hingga pingsan " Jawab Anne
" Ahahahahaha benarkah? Coba pukul aku, aku ingin merasakannya " Balas Nielsen
" Jisss dasar pria mesum, cepat antarkan aku pulang, aku ingin tidur " Gumam Anne
Nielsen pun semakin cengegesan di buat Anne. Lalu melajukan mobilnya menuju rumah Anne.
Anne melihat keadaan rumahnya gelap dari kejauhan, bertanya dalam hatinya apa yang terjadi disana.
" Astaga, ada apa dengan rumahku, kenapa terlihat begitu gelap " Bathin Anne
" An, ada apa dengan rumahmu? Kenapa terlihat begitu dark disana " Ucap Nielsen
" Gelap pak, sok2an Dark " Gumam Anne emosi dengan tingkah Nielsen
" Oh iya maaf, terbawa suasana kebaratan " Balas Nielsen tertawa
"Berhentilah menertawakanku dan pergilah cek apa yang terjadi disana " perintah Anne kepada Nielsen
" Astaga, kau baru saja memerintahku, kapasitas apa yang kau miliki sehingga beraninya memerintahku " Balas Nielsen
" Eitssss jangan lupa, kau masih menghutang hukuman kepadaku " Jawab Anne
" Sial, benar juga! Baiklah. " Ucap Nielsen, lalu berjalan turun dari mobilnya dan berjalan mendekati rumah Anne.
" Astaga, apa yg baru saja ku lakukan, memerintahnya dengan seenak hatiku, untung saja masa hukumannya masih berlaku, jika tidak tamatlah aku " Gumam Anne
Nielsen yang telah berada di dalam rumah milik Anne pun belum keluar dari sana, membuat Anne semakin penasaran dengan apa yang terjadi di dalam sana.
__ADS_1
" Astaga kenapa dia sangat lama " Gerutu Anne, karena menunggu Nielsen begitu lama
" Haishhhh lebih baik aku cek ke dalam sajalah " Ucap Anne, lalu membuka pintu mobil dan berjalan pergi ke rumahnya
" Astaga ini sangat gelap, apa listriknya gangguan ya " Guman Anne
" Dorrrr " Ucap Nielsen mengagetkan Anne
" Dasar Vampir gila, lo kumat yaaa kehausan darah ya lo " Teriak Anne kepada Nielsen dan menyalakan senter ponselnya untuk menerangi pandangannya.
Anne berjalan menuju saklar listrik miliknya untuk memeriksa apakah ada gangguan dan semacamnya.
Saat melangkah seekor tikus pun melewati jalannya, dengan segera Anne berlari dan melompat ke atas pelukan Nielsen
" Tolong aku pak, tolong jauhkan dia daripadaku " Teriak Anne histeris
" Astaga, apa yang terjadi padamu " Tanya Nielsen
" Itu pak " Ucap Anne sambil menunjuk ke arah tempat ia bertemu dengan tikus itu
" Itu, pak, anu pak hhhmm itu tikus pak " Gumam Anne sambil tertunduk karena malu
" Ahahhahahhaha Anne bisakah kau berhenti membuatku tertawa, itu hanya seekor tikus dan kau merasa takut " Tanya Nielsen penasaran
" mmm iya pak, aku takut pak " Jawab Anne semakin mempererat pegangannya di pundak Nielsen
" Baiklah, kau ke kamarmu saja, aku akan menghubungi orang teknik untuk memeriksa listrikmu " Ucap Nielsen sembari ingin menurunkan tubuh Anne
" Jangan tinggalkan aku pak, aku takut " Gumam Anne
" Sebentar saja, bersabarlah An " Ucap Nielsen sembari mendudukan Anne di sofa dan berjalan pergi untuk menelpon pegawainya.
" Aigo, bagaimana ini! Rasanya aku takkan bisa menahannya jika terusan berada disisinya dalam kegelapan seperti ini " Bathin Nielsen
__ADS_1
Setelah menelpon pegawainya, Nielsen pun berjalan kembali dan melihat Anne yang terlihat sangat menawan dalam cahaya yang samar² membuat Nielsen tak dapat menahan hasratnya untuk menerkamnya.
" Hhhmmm An, kita akan ke kafe di sekitaran sini untuk meminum kopi sambil menunggu orang teknik yang ku hubungi datang " Ucap Nielsen kepada Anne agar dia dapat mengontrol dirinya.
" Hhmm baiklah, aku akan menganti pakaiannya ku dulu " Gumam Anne kepada Nielsen dan bangkit dari sofa lalu berjalan naik ke kamarnya dengan cahaya ponselnya.
"Baiklah, aku akan tunggu disini " Balas Nielsen
" Emmm, maukah bapak menemaniku di atas, maksudnya bapa tunggu di depan pintu kamarku " Pinta Anne
DEG DEG DEG DEG DEG
" Mampus lo, mau nyelamatin diri malah terseret ke dalam lubang dengan sendirinya " Bathin Nielsen
" Ahh baiklah " Sahut Nielsen dan berjalan mengikuti Anne dari belakangnnya.
Keduanya pun tiba di kamar milik Anne, Anne masuk ke kamarnya namun lupa untuk meng-klik pintunya, sehingga tubuhnya dapat terlihat samar² dari luar.
Glug, Nielsen menelan salivanya melihat bentuk tubuh Anne, tanpa di sadari ada sesuatu yang menonjol tetapi bukan bakatnya.
" Uhhhhh berdiri lagi, adoh gelap ni, bagaimana mau aku tuntasin, tergantung lagi! Arghhhh " Bathin Nielsen bergulat
" Arggggggggghhhh pak, bapak ada kecoa di kakiku " Teriak Anne berlari keluar kamar
" Bammm, An Apa kau lupa memakai pakaian " Tanya Nielsen menguatkan imannya setelah melihat Anne hanya berdiri dengan mengenakan branya dan tank top miliknya.
" Ahhhhhh sialan, maafkan aku pak! Maaf! " Ucap Anne dan berjalan kembali ke dalam kamarnya.
" Adohhhh bagaimana ini, bisa tiada aku jika terus-terusan seperti ini " Gumam Nielsen dengan nada yang sangat berat.
" Minta Votenya Kaka "
__ADS_1
🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡