
" Apa dia marah karena sikapku tadi ya, astaga Nielsen kenapa kau sangat gatal menjadi pria " Bathin Nielsen
Nielsen pun menyalakan mesin mobilnya dan melajukannya.
" Anne " Panggil Nielsen, karena melihat Anne hanya tertunduk dan terdiam
" mmmm " Sahut Anne
" Apa kau marah, karena sikapku barusan? " Tanya Nielsen
" Pak, tolong cepatkan mobilnya,aku ingin cepat sampai ke rumah " Pinta Anne
" Baiklah " Ucap Nielsen, lalu menancap gas.
" Astaga, dia benar² marah padaku, mati kau Nielsen, fyuhhhh " Bathin Nielsen
Nielsen merasa bathinnya, tak tenang karena Anne tak menjawab pertanyaan.
Saat mobilnya telah memasuki halaman parkiran rumah Anne, segera mungkin Nielsen turun dan menahan lengan .
" Kau, tidak akan ku lepaskan sebelum kau menjawab pertanyaanku tadi, apakah kau marah padaku Anne? " Tanya Nielsen dengan nada serius.
BRAKKK, Anne pun mendorong tubuh Nielsen lalu berlari masuk rumahnya.
Sarah dan Max yg sedang berada di ruang tamu pun dikagetkan oleh tingkah Anne yang berlari langsung menuju kamarnya.
" Ada apa dengannya Sar? " Tanya Max kepada sarah yang terbenggong melihat tingkah Anne
Tak lama kemudian Nielsen pun berjalan masuk menemui mereka.
" Nielsen, apa yang kau lakukan padanya " tanya Max panik
" Entahlah wanita itu seperti itu melihat setan saja " Jawab Nielsen
" Memangnya kalian dari mana pak " Sahut Sarah menanyakan Nielsen
__ADS_1
Sementara di dalam kamar Anne, Anne pun merebahkan diri di rajangnya dan menutup wajahnya dengan selimut.
" Astaga, apa dia tadi menciumku " Gumam Anne sembari memegangi bibir mungilnya.
" Oh astaga, jantungku berdetak sangat kencang, apa aku telah jatuh cinta padanya! Tidak, tidak, tidak jauhkan perasaan itu dariku! " Teriak² Anne di dalam selimutnya.
Sarah yang semenjak tadi sudah berdiri di depan pintu kamar Anne, " Hemmm " Sarah pun berdehem melihat tingkah Anne yang seperti bermain cina buta di dalam selimutnya.
" Kau, kau, apa yang kau lakukan disana " tanya Anne gugup
" Wajahmu terlihat begitu merona, apa dia telah menyatakan cintanya padamu " Goda Sarah sembari memeggangi kedua pipi Anne
" paan sih lu sar, gada kok " Jawab Anne sambil menutupi wajahnya dengan selimut.
" Cih, jika tak ada mana mungkin kau terlihat seperti ini An, jika kau memang memiliki rasa untuknya, akuilah sebelum semuanya terlambat Anne ku sayang " Ucap Sarah dengan nada yang serius
Mendengar ucapan sarah, membuat Anne mengigat segala pengakuan Nielsen siang tadi.
" Apa dia akan mencari penggantiku, karena aku telah menolaknya siang tadi, hhhmmm ini semakin terasa sulit " Bathin Anne
" Baiklah, intinya adalah semua yang terbaik An " Ucap Sarah sambil memeluk tubuh Anne
Sarah merasa legah karena akhirnya Anne mau mencoba membuka hatinya.
" An, ayo kita turun ke bawah, pasti mereka sedang menunggu kita di bawah " Ajak Sarah lalu berdiri dan menarik tubuh Anne keluar dari selimutnya.
Keduanya pun berjalan turun menuju ruang tamu, terlihat Max dan Nielsen sedang duduk di sofa ruangan tersebut.
" Ah pas ada Max dan sarah, aku ingin menyampaikan sesuatu kepada kalian " Ucap Nielsen
Max dan sarah pun saling memandang, kebinggungan mendengar ucapan Nielsen
" Apa itu " Tanya Max dan Sarah bersamaan
" Iya tahu yang adalah pasangan yang sedang di mabuk cinta, tapi bukan berarti jawabnya bersamaan kan " Ucap Anne menggoda Max dan Sarah
__ADS_1
Max dan Sarah hanya tersenyum bahagia, mendengar ucapannya Anne
" Makanya An, cepatlah kau mencari seorang pasangan untukmu " Balas Max kepada Anne sambil menatapi Nielsen
" Cukup, ada hal penting yang ingin aku bahas dengan kalian berdua " Balas Nielsen menghentikan godaan Max
" Katakanlah Pak " Ucap Sarah
" Jadi aku menginginkan Max pindah ke Negara J untuk mengurus perusahaan cabang disana " Ucap Nielsen
Deg
" Apa Pak? Pindah? Negara J ? " Tanya Sarah terbata-bata
Sarah yang mendengar ucapan Nielsen, seakan tak percaya bahwa dirinya akan berpisah dengan Max.
" Tenanglah sarah, karena aku takkan memisahkanmu dengan Max " Ucap Nielsen dengan wajah tersenyum
" Apa maksud bapa " tanya Sarah benggong.
" Maksudku adalah, kau akan ikut pindah bersamanya, menjadi asprinya untuk mendampinginya, makanya kalau boleh kalian Nikahlah " Jawab Nielsen santai
" Astaga Nielsen, apa kau sungguhan? Eh tapi tunggu kalau aku nikah dan om Erik tahu, maka habislah kau! " Ucap Max terkekeh
" Menikahlah tanpa diketahui papaku kan beres " Balas Nielsen dengan senyuman sinis.
" Apa maksudnya dengan semua ini, apa kau dan Max akan meninggalkan ku Sar? berarti aku akan sendirian lagi " Ucap Anne
" Minta Votenya Kakak"
🧡🧡🧡🧡
__ADS_1