
“ Benarkah, apa sebesar itukah cintamu padaku, kau bahkan terlihat seperti sedang membohongiku, paling setelah aku tiada, kau akan mencari penggantiku “ Ucap Anne menggoda Nielsen
“ Anak ini, dia sungguh berani, bahkan hanya dia seorang di dalam sana bersamanya, astaga apa yang akan terjadi padanya “ Ucap Erik panik
“ Tenang saja tuan, sahabatku bukan orang jahat “ Sahut Jess
“ Bukan orang jahat? Tetapi kau sendiri malah takut “ Balas Erik
Suasana diantara mereka yang tadinya mencekam berubah menjadi sedikit tenang.
Sedangkan di dalam sana, Nielsen sedang berjuang untuk tidak terlihat takut di hadapan Anne yang telah mereka anggap meninggal itu.
“ Tidak Anne, aku takkan menikah jika wanita itu bukan dirimu, bila perlu aku akan belajar untuk menjadi pastor atau biksu agar tak menikah seumur hidupku, karena hanya kaulah yang ku cintai di dalam hatiku, jadi ku mohon
padamu beristirahatlah dengan tenang “ Ucap Nielsen dengan suara yang sudah terdengar gemetar
“ Baiklah aku akan istirahat “ Seru Anne, lalu ia pun membalikkan badannya dan berjalan menuju ranjang.
“ Apa dia belum juga sadar, jika aku masih hidup “ Bathin Anne
Nielsen pun memberanikan diri untuk mengangkat kepalanya dan terlihat Anne sudah membaringkan tubuhnya di atas ranjang.
Ketika itu pun juga, Nielsen berusaha berdiri untuk berjalan keluar karena tubuhnya terasa begitu lemas.
“ Cih bahkan ketakutanmu kebih besar daripada rasa cintamu “ Gerutu Anne
Nielsen yang berjalan keluar pun di sambut dengan wajah panik oleh Erik dan juga lainnya.
“ Bagaimana nak, apa kau baik-baik saja? Apa dia menyulitkanmu ? “ Tanya Erik panik
“ Ya aku baik-baik saja, aku telah menyuruhnya untuk beristirahat “ Jawab Nielsen
“ What, Apa kau gila, kau berbicara dengannya? “ Tanya Raphael
“ Tentu saja, aku mendengar suaranya dan juga berbicara dengannya “ Jawab Nielsen
“ Nielsen, ini sudah di luar kesadaran manusia “ Balas Raphael
__ADS_1
Mereka hanya terduduk dengan diam tanpa sepata-kata, Nielsen yang terdiam pun hanya terus memikirkan Anne yang berada di dalam.
“ Aku akan masuk untuk melihatnya lagi “ Sahut Nielsen.
“ Haaa apa “ Tanya semua orang.
“ Ya, apapun yang terjadi aku tidak akan takut kepadanya, karena semasa hidupnya akulah cintanya “ Jawab Nielsen
“ Baiklah masuklah, kau memang pemberani “ Seru Max
Tanpa menunggu lama, Nielsen pun melangkah pergi menuju ruangan Anne
“ Dia sungguh sudah tak waras “ Gumam Raphael
Anne yang sedang berbaring di dalam sana, merasa ada yang akan memasuki ruangannya. Dengan segera ia berpura-pura menutup matanya dan tidur seperti semula.
Nielsen pun memberanikan dirinya untuk mendekati Anne yang masih terlihat seperti semula dengan wajah pucat dan lebam.
“ Aku mohon maafkan aku, aku sungguh telah mengikhlaskanmu, pergilah dengan tenang istirahatlah dengan damai “ Ucap Nielsen lalu membalikkan tubuh hendak ingin pergi.
“ Apa kau akan meninggalkanku lagi “ Tanya Anne sambil menahan tangan Nielsen
“ Baiklah aku akan istirahat tapi kau jangan pergi, temanilah aku disini. Aku sangat kesepian “ Ucap Anne dengan suara sedih
Nielsen yang telah menangis pun mengusap air matanya dan berusaha tegar untuk melepaskan genggaman Anne dan ingin berjalan pergi.
“ Berhenti “ Teriak Anne menghentikan langkah Nielsen.
Nielsen hanya terdiam tanpa membalikkan tubuhnya ke arahnya karena takut dan juga gugup, Anne pun berjalan mendekatinya dan memeluk tubuh Nielsen dari belakang.
DEG....
“ Apa dia belum meninggal ? “ Gumam Nielsen
“ Dasar bodoh, bagaimana mungkin aku tega meninggalkan calon suamiku yang cenggengnya melebihi anak bayi ini “ Ucap Anne
Nielsen pun kaget mendengar ucapannya, itu lalu ia berbalik dan memeluk erat tubuh Anne
__ADS_1
“ Apa kau akan memintaku untuk beristirahat lagi Niels? ternyata ketakutanmu lebih besar dari rasa cintamu padaku “ Ucap Anne
“ Maafkan aku An, tetapi rasa takut kehilanganmu lebih besar sehingga aku tak dapat berpikir dengan baik “ Balas Nielsen
“ Ya aku mengetahuinya Niels, aku pun sangat mencintaimu! “ Sahut Anne
“ Baiklah, sayangku kau tunggu disini aku akan memanggil dokter untuk memeriksamu “ Ucap Nielsen dengan senyuman menghiasi wajahnya karena ucapan Anne, lalu dengan segera ia pun menggendong Anne kembali ke ranjangnya dan berjalan keluar untuk memanggil dokter.
“ Wah lihatlah wajahnya, terlihat lebih baik dari sebelumnya, sahabatku ini dia sungguh luar biasa “ Gumam Raphael
Erik dan yang lainnya dikagetkan dengan Nielsen yang berjalan menuju ruangan Anne dengan seorang dokter, mereka pun kemudian mengikuti keduanya dari belakang.
Saat tiba di ruangan tempat Anne di rawat, mereka hanya diam terbalak melihat Anne sedang tersenyum ke arah
Nielsen.
Jesse dan Sarah pun bergegas dan memeluk Anne.
“ Dasar kalian ini, aku kira kalian adalah sahabatku, eh lari juga kalian “ Ucap Anne terkekeh kepada Jesse dan Sarah
" Ya maafkan kami An, kami tak seberani calon suamimu " Balas Jesse sembari tersenyum lebar
Erik, Raphael dan Max yang mendengar ucapan Anne itu pun tertunduk malu.
“ Papa, maafkan Anne sudah membuat papa menangis dan ketakutan “ Seru Anne
Erik pun mendekati Anne dan memeluknya erat dengan air mata yang sudah membasahi kedua pipinya.
“ Jangan lakukan seperti itu lagi nak, papa takut “ Seru Erik
“ Iya pa, Anne janji “ Ucap sembari kembali memeluk Erik.
“ Hhhhmmm “ Nielsen pun berdehem karena tak tahan melihat ayahnya yang memeluk Anne
“ Dasar sama orangtua sendiri cemburu “ Gumam Erik sembari melepas pelukannya.
Semua orang tertawa bahagia, setelah memeriksa Anne dokter mengatakan bahwa
__ADS_1
kondisinya sangat baik hingga dia tak perlu untuk di infus lagi, bahkan Anne sudah di perbolehkan pulang.
" Minta Votenya Boleh dong Kaka "