
Sementara di luar ruang rawat Erik ayah Nielsen, mendengarkan segalanya yang diucapkan oleh Jesse, tanpa menunggu lama Erik pun masuk ke dalam ruangan, dirinya pun terkejut melihat keadaan Anne yang begitu
kacau
“ Anne “ Sahut Erik, sembari melihat luka pada pelipisnya
Nielsen hanya terdiam tanpa bersuara, kepalanya seperti akan meledak setelah mendengar ceramah yang begitu panjang dari Jesse, kini dirinya harus bersiap untuk mendengarkan ceramah selanjutnya dari sang ayah
“ Nielsen, apa-paan ini, papa menyekolahkanmu agar kau menjadi pandai. Mengapa kau menjadi sangat bodoh seperti ini, benar itu tadi yang dikatakan oleh Jesse, arghhh “ Kata Erik yang hampir kehabisan akal karena tingkah konyol putranya.
“ Mengapa semua orang menyalahkannya “ Bathin Anne berkecamuk, melihat orang yang dikasihinya seperti tak ada harapan
Setelah dokter membersihkan luka pada wajahnya, Anne pun berniat untuk berjalan keluar meningglkan ruangan
tersebut, namun langkahnya terhenti saat mendengar panggilan Nielsen. Anne pun berjalan mendekati ranjang tempat Nielsen berbaring
“ Duduklah Ann “ Seru Nielsen
Anne pun menarik kursi yang berada disana dan dirinya pun duduk tepat berhadapan dengan suaminya.
“ Ann, apa kau benar-benar membenciku? “ Tanya Nielsen dengan suaranya yang terdengar masih lemah dan tangannya yang dipaksakan untuk mengusap luka pada wajah milik Anne
Anne hanya terdiam tanpa mengeluarkan sepata kata pun
__ADS_1
“ Baiklah, kau tak menjawabku berarti kau telah membenciku,kau boleh pergi “ Lanjut Nielsen dan melepaskan tangannya dari wajah Anne dan mulai memalingkan pandangannya dari Anne
Anne hanya terdiam dan bulir air matanya menetes membasahi pipinya, hingga luka pada pelipisnya semakin terasa, Nielsen yang telah memalingkan wajahnya pun sedang merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan
oleh Anne
“ Bagaimana mungkin aku meninggalkanmu, ketika setiap doa yang kupanjatkan hanya berisi namamu, ketika cintaku hanya kuberikan untukmu dan kau memintaku untuk pergi? Baiklah jika itu maumu, aku akan pergi! “ Ucap
Anne dan ia pun berdiri untuk segera melangkah pergi
Saat akan melangkah pergi, terasa sebuah tangan yang menahannya dengan kekuatan penuh, saat berbalik Anne pun mendarat dalam dada bidang milik Nielsen, pelukan yang terasa begitu erat dari sebelumnya
“ Maafkan aku atas kebodohanku, aku sungguh bersalah padamu! Jangan membenciku “ Ucap Nielsen dengan suara bergetar
Jesse yang melihat pemandangan tersebut pun, lari berhamburan lalu ikut memeluk keduanya
“ Ini yang aku inginkan, bukan kesalahpahaman. Pahamilah kata-kata yang ku ucapkan tadi, aku tak ingin mendengar kau membuat sahabatku bersedih! “ Ucap Jesse
“ Kau juga Jess, tolong maafkan aku! Karena telah menyakiti saudarimu “ Balas Nielsen kepada Jesse
“ Tidak masalah bagiku, selama kalian berdua bisa menemukan jalan keluar seperti ini “ Lanjut Jesse tersenyum manis kepada keduanya
“ Ayo Raphael , Om kita pulang saja, mereka telah berbaikan jangan menganggu kencan pertama mereka setelah
__ADS_1
pernikahan “ Seru Jesse
Ketegangan yang terjadi sebelumnya kini berubah menjadi canda tawa
“ Papa sungguh bahagia melihat kalian telah berbaikan “ Kata Erik
“ Maafkan aku juga pa, telah merencanakan kekonyolan ini “ Ucap Nielsen
Saat sedang asik bersenda gurau, dokter yang merawatnya pun mendekati mereka dan mengatakan bahwa kondisi Nielsen sudah jauh lebih baik dari sebelumnya dan diperbolehkan untuk dirawat di rumah saja
***Jangan Lupa Untuk :
Like, Coment, Share dan Vote 🔮
Karena sekecil apapun itu, hal itu sangat berarti bagi author, terutama bagi yang suka mengoreksi dan telah diperbaiki, jangan lupa votenya ya 🤡
Salam sayang untuk semuanya ❤***
__ADS_1